Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

IDAI: Investasi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak untuk Capai "Zero Stunting" - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

IDAI: Investasi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak untuk Capai “Zero Stunting”

KOMPAS.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan salah satu kunci mencapai zero stunting adalah dengan mengendalikan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Read More : Cegah Stroke dengan Mengendalikan Faktor Risikonya

“Harus kita ketahui bahwa masa emas tumbuh kembang anak adalah pada 1.000 hari pertama kehidupannya,” ujar Ketua Pengurus IDAI Dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K) pada Media Briefing IDAI, Selasa (29/1). ). 10/2024).

Piprim menjelaskan, 1.000 hari pertama kehidupan dimulai sejak seorang anak masih bayi dalam kandungan hingga ia berusia dua tahun.

Baca juga: Apakah Ibu Penyandang Disabilitas Berisiko Memiliki Anak Disabilitas? Begini penjelasan IDAI…

“Gangguan tumbuh kembang pada 1.000 hari pertama kehidupan berlanjut hingga dewasa,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Piprim, semua pihak harus memastikan pada masa emas ini anak-anak tercukupi kebutuhan gizinya, terutama pangan riil, mendapat pola asuh yang tepat, dan vaksinasi lengkap.

James Heckman, peraih Nobel bidang ekonomi, mengatakan dalam studinya bahwa investasi cerdas dimulai pada tahap awal perkembangan anak.

“Perkembangan awal anak yaitu 1.000 hari pertama kehidupan merupakan investasi yang cerdas. Kalau kita investasi 1 dolar maka keuntungannya 16 kali lipat,” ujar Satker Koordinasi Gizi dan Penyakit Metabolik IDAI dr Cut Nurul Hafifah. . , SpA(K).

Cut mengatakan, pemahaman tentang ASI dan makanan pendamping ASI pada 1.000 hari pertama kehidupan anak disertai pemantauan tumbuh kembang secara berkala merupakan bagian penting dalam pencegahan dan deteksi dini malnutrisi, termasuk pada sel telur.

“Inilah yang perlu kita investasikan agar anak-anak kita bisa menjadi pekerja yang berkualitas, mampu menemukan emas di Indonesia pada tahun 2045,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Survei Gizi Negara Indonesia (SSGI), prevalensi gizi buruk di Indonesia pada tahun 2022 akan tetap sebesar 21,6 persen. Sedangkan target prevalensi depresi pada tahun 2024 adalah 14 persen.

Baca juga: Kapan Waktu Tepat Mencegah Sembelit? Berikut penjelasannya… Mengapa 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak penting?

Read More : SP NEWS GLOBAL Hypoactive Sexual Desire Disorder (HSDD)

Cut mengemukakan, 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak sangat penting untuk menjadi fokus dan menentukan masa depan anak.

“1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa yang rentan karena pertumbuhan dan perkembangan yang pesat,” kata Cut.

Dari 270 hari dalam kandungan, dan 365 hari pada tahun pertama, 365 hari pada tahun kedua, total 1.000 hari pertama kehidupan.

“Mengapa masa ini paling rentan? Karena pada masa inilah terjadi pertumbuhan dan perkembangan otak. Pada dua tahun pertama kehidupan, mielinisasi, pembentukan sel saraf mencapai puncaknya,” jelasnya.

Pada masa emas seorang anak, kata Cut, ditentukan oleh kecerdasan, pertumbuhan, pertambahan berat badan, dan tinggi badannya saat dewasa.

“Jika terjadi gangguan pada dua tahun pertama kehidupan anak dalam kandungan, maka akan mempengaruhi kecerdasan, pertumbuhan, berat badan, dan tinggi badan saat dewasa,” jelasnya.

Baca juga: IDAI: Keamanan pangan bisa menjadi risiko bagi pakaian

  Dengarkan berita terpopuler dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran media favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *