Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

IDAI: Posyandu Harus Bisa Jadi Wadah Pencegahan Stunting Primer - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

IDAI: Posyandu Harus Bisa Jadi Wadah Pencegahan Stunting Primer

KOMPAS.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengajak Posian (Pos Pelayanan Terpadu) menjadi pusat pencegahan primer stunting.

Read More : Asap Pembakaran Sampah Apakah Sama Bahayanya dengan Asap Rokok untuk Anak?

Unit Koordinasi Gizi dan Penyakit Metabolik (UKK) IDAI dokter spesialis kesehatan dr. Meta Khanindita, Sp.A(K) mengatakan Posyandu harus dikelola dengan baik dan diberikan fasilitas yang lengkap sebagai bagian dari upaya pencegahan anak stunting.

“Program Posyandu harus berjalan dengan baik, dilengkapi dengan timbangan atau ukuran panjang dan tinggi badan yang terstandar,” kata Meta, dilansir Antara, Kamis (7/11/2024).

Baca Juga: Banyuwangi Targetkan Zero Limit pada 2030 Melalui Program Respon Pembangunan

Oleh karena itu, kata Meta, petugas Posyandu harus dilatih untuk memberikan layanan pencegahan stunting, termasuk penimbangan bayi yang benar.

“Misalnya, bayi di bawah usia dua tahun ditimbang dalam keadaan telanjang, lalu bagaimana cara menimbangnya yang benar. Namun sering kali popoknya ditimbang semua dan hasilnya tidak akurat,” kata Meta.

Meta Posiandu menjelaskan, retardasi merupakan bagian dari pencegahan utama.

Pencegahan primer tetap dilakukan pada anak sehat yang berat badan, tinggi badan, status gizi, dan pertambahan berat badan bulanannya normal sesuai usianya, jelasnya.

Di Posyandu, anak harus ditimbang dan ditimbang setiap bulan dengan menggunakan peralatan standar.

Baca Juga: Apa Tujuan Tepat Mencegah Bau Mulut? Demikian disampaikan IDAI…

Read More : Fungsi Vital Organ Hati dan Tips agar Tetap Sehat

Setelah melakukan pengukuran tersebut, staf Posyandu harus menilai perkembangan anak.

Jika petugas medis menemukan masalah seperti berat badan, tinggi badan dan status gizi buruk atau masalah penambahan berat badan, anak harus dirujuk ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Pastikan pula alur rujukan dari Posyandu ke Puskesmas, dari Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) bisa berjalan dengan baik, ujarnya.

Meta juga mengatakan, ketersediaan stok vaksin untuk anak juga harus menjamin keberhasilan program imunisasi komprehensif, yang berimplikasi pada keterlambatan pencegahan.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi (SSGI) tahun 2022, angka stunting di Indonesia masih sebesar 21,6 persen.

Meskipun angka kejahatan telah berkurang sebesar 24,4% sejak tahun 2021, namun masih diperlukan upaya lebih untuk mencapai target penurunan kejahatan sebesar 14% pada tahun 2024.

Baca Juga: IDAI: Berinvestasi di 1.000 hari pertama kehidupan anak untuk mencapai zero stagnasi Dengarkan berita terkini dan berita pilihan di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *