Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Ilmuwan Peru Ungkap Fosil Buaya Usia 12 Juta Tahun - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Ilmuwan Peru Ungkap Fosil Buaya Usia 12 Juta Tahun

LIMA, KOMPAS.com – Ilmuwan Peru telah menemukan fosil buaya berumur 10-12 juta tahun. Fosil tersebut ditemukan di gurun Peru pada Rabu (27/11/2024).

Read More : Dubes Jerman Khawatirkan Rencana Berbahaya Trump bagi Tatanan Konstitusional AS

Melansir AFP, Kamis (28/11/2024), inilah fosil buaya atau buaya pemakan ikan. Panjangnya kurang lebih 3 meter dan dalam kondisi utuh sempurna.

Fosil buaya ditemukan di gurun Ocucaje Peru, sekitar 350 kilometer selatan ibu kota Lima.

Baca Juga: Pria Prancis Ini Sering Tidur Bersama Buaya dan Hewan Berbahaya Lainnya

“Ini pertama kalinya kami menemukan anak-anak dan remaja dari spesies ini. Artinya belum mencapai ukuran maksimalnya. Ia mati sebelum itu,” kata Mario Gamarra, ahli paleontologi vertebrata. mengatakan dalam siaran pers

Menurut Gamarra yang merupakan pemimpin dalam restorasi fosil tersebut Tengkorak dan rahang spesimen ini berbeda dengan aligator dan buaya modern.

“Mereka memiliki moncong yang panjang dan makanannya murni ikan,” jelas Gamarra.

Kerabat terdekat buaya ini adalah buaya India, tambahnya.

Read More : Hari Ini, Trump Jalani Sidang Kasus Uang Tutup Mulut

Penemuan fosil ini dilakukan bekerja sama dengan Institut Geologi, Pertambangan dan Metalurgi Peru serta Sekolah La Union.

Gurun Ocucaje di Peru diketahui kaya akan fosil, antara lain paus minke berkaki empat, lumba-lumba, hiu, dan spesies lain dari zaman Miosen.

Baca selengkapnya: Cassius, Buaya Terbesar di Dunia Meninggal pada usia 110 tahun.

Artinya, antara 5 dan 23 juta tahun yang lalu, sebelumnya ditemukan di sana. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *