Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

Aakriti Infraa Solutions

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

Erura

dagelan4d

Ilmuwan Temukan Cara Pulihkan Baterai yang Sudah "Drop" - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Tekno

Ilmuwan Temukan Cara Pulihkan Baterai yang Sudah “Drop”

KOMPAS.com – Baterai, terutama yang dapat diisi ulang, merupakan perangkat elektronik yang masa pakainya semakin berkurang. 

Read More : Apa yang Membuat Google Drive Penuh? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Misalnya, kinerja baterai ponsel pintar akan menurun jika diisi ulang (recharge) beberapa kali dalam beberapa tahun penggunaan. Hal ini akan mengurangi baterai ponsel menjadi 80-90 persen, bukan 100 persen. 

Nah, kini beberapa ilmuwan di Universitas Stanford telah menemukan cara untuk memulihkan baterai ponsel yang mati. Cara atau trik ini pernah dimuat dalam artikel di Science.org tentang sains dan penemuan ilmiah.

Baca Juga: Kapasitas Baterai Ponsel Untuk Gaming, Bikin Awet dan Mudah Dimainkan?

Pasal tersebut menyatakan bahwa mengisi baterai pada arus atau kapasitas tertentu (maksimum empat volt) selama lima menit dapat memulihkan hingga 30 persen dari kapasitas baterai yang habis.

Perlu diperhatikan bahwa trik ini hanya berlaku untuk baterai silikon, bukan lithium. Baterai jenis ini mempunyai komponen yang mampu menyimpan energi negatif baterai (anoda) dan energi positif baterai (katoda).

Saat perangkat dengan baterai silikon beroperasi, energi ditransfer dari anoda ke katoda dengan bantuan cairan elektrolit dalam baterai.

Saat baterai terisi, energi dari katoda akan ditransfer ke anoda, sehingga kapasitas baterai akan kembali seperti semula.

Dalam proses ini, beberapa partikel anoda “rusak” dan tidak dapat digunakan lagi sehingga menyebabkan baterai menurun seiring penggunaan dan siklus pengisian daya baterai.

Jadi, dengan menggunakan metode pengisian daya tidak lebih dari empat volt selama lima menit, para ilmuwan Universitas Stanford yakin mereka dapat “mengintegrasikan kembali” anoda yang rusak dan mengembalikan kapasitas baterai yang telah berkurang hingga 30 persen. 

Baca juga: Baterai Berbasis Air Dikembangkan Lebih Efisien dan Aman Dibandingkan Lithium

Meski dianggap gimmick, para ilmuwan ini belum menguji apakah hal tersebut berdampak jangka panjang terhadap kapasitas atau kinerja baterai.

Read More : Oracle Siap Bangun Server Cloud di Malaysia, Investasi Rp 99 Triliun

Namun, jelas metode yang ditemukan para ilmuwan ini dapat digunakan di masa depan untuk menciptakan teknologi baterai yang lebih kompleks dan tahan lama, seperti yang dihimpun KompasTekno dari PCWorld, Senin (11/11/2024). Performa baterai litium juga bisa ditingkatkan

Masih di Stanford University, para ilmuwan di laboratorium SLAC-Stanford Battery Center juga mengatakan mereka memiliki metode yang dapat digunakan untuk memperpanjang umur baterai lithium hingga 50 persen. 

Penelitian terbaru mereka menunjukkan bahwa proses pengisian baterai yang pertama sebenarnya menentukan masa pakai dan daya tahan baterai di masa depan.

Baca juga: 20 Smartphone dengan Daya Tahan Baterai Paling Lama Menurut DxOMark

Cara tersebut, menurut para ilmuwan di SLAC-Stanford Battery Center, dilakukan dengan terlebih dahulu mengisi baterai dengan daya atau arus yang tinggi selama proses pengisian.

Mereka tidak mengatakan berapa banyak kekuatan yang digunakan dalam proses tersebut. Namun, operasi pengisian awal arus tinggi ini diyakini akan memberikan “ruang” tambahan pada kapasitas anoda dan katoda baterai.

Hal ini juga diklaim mampu mengurangi waktu pengisian baterai lithium secara signifikan dari 10 jam menjadi 20 menit. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pengisian daya awal yang tinggi ini dapat meningkatkan kinerja baterai secara keseluruhan. 

Masih belum diketahui apakah metode ini benar-benar akurat untuk memperpanjang masa pakai baterai di dunia nyata.

Namun, jelas bahwa mirip dengan penelitian tentang baterai silikon, metode pengisian daya tinggi awal untuk baterai litium ini ditetapkan sebagai referensi untuk produksi baterai litium di masa depan dengan kinerja, efisiensi, dan daya tahan yang lebih tinggi. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *