Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

SP NEWS GLOBAL Intip Uniknya Arsitektur Masjid Agung Djenne di Afrika Barat - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

SP NEWS GLOBAL Intip Uniknya Arsitektur Masjid Agung Djenne di Afrika Barat

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak material yang bisa digunakan untuk membangun bangunan. Bahkan di Mali, Afrika Barat, Anda bisa membuat masjid dari lumpur.

Read More : GLOBAL NEWS Menakar Efisiensi Desain Tembok Raksasa “The Line”, Proyek Ambisius Arab Saudi

Terletak di tepi Sungai Bani di Mali, Masjid Agung Djenne adalah bangunan batako terbesar di dunia dan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Bangunan ini dibangun pada abad ke-13 dan arsitekturnya dirancang oleh arsitek Ismaila Traore dengan gaya arsitektur Sudano-Sahel.

Baca Juga: Keistimewaan Empat Masjid untuk Ibadah Ramadhan Tahun Ini

Struktur masjid terdiri dari batu bata yang terbuat dari tanah liat (disebut ferey) kemudian dilapisi dengan campuran pasir dan semen berbahan dasar tanah. Setelah itu dilapisi lagi dengan plester.

Namun iklim di Mali kurang mendukung material ini karena udara yang sangat kering menyebabkan permukaan dinding masjid retak.

Karena Masjidil Haram membutuhkan plester baru untuk mempertahankan tampilannya yang ramping dan ikonik, penduduk setempat mengadakan acara tahunan yang disebut Crepissage de la Grand Mosque (Plesteran Masjid Agung).

Selain material bangunannya yang unik, pada fasad bangunan juga dihiasi tatahan makam palem rodier atau dikenal dengan toron.

Read More : Toyota Alphard Bekas Silver Bird Dijual mulai Rp 400 Jutaan

Toron ini bahkan menonjol sekitar 60 cm dari permukaan bagian depan masjid. Tak hanya memberikan tampilan istimewa pada masjid, namun juga memberikan dukungan kepada jemaah setiap tahunnya selama acara pengecatan masjid.

Baca juga: Pembangunan Masjid Negara di IKN Sudah Dimulai, Nilai Pembangunannya Rp 940 Miliar

Masjid ini berdiri di atas gundukan tanah setinggi 3 meter dan luasnya 75 x 75 meter. Letak masjid ini ditinggikan untuk mencegah kerusakan jika sungai Bani meluap dan menimbulkan banjir. 

Enam rangkaian anak tangga menuju pintu masuk masjid yang juga terbuat dari lumpur. Tidak ada cat yang menutupi bagian luar masjid. 

Terletak di bagian timur masjid, ruang sholat berukuran 26 X 50 meter dan ditopang oleh sembilan dinding bagian dalam yang membentang dari utara ke selatan. Dengarkan berita dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *