Jakarta, sp-globalindo.co.id – Pakar hukum Universitas Indonesia Titi Anggraini, mengatakan menu presiden, pemilihan legislatif, dan judul -judul regional yang berdekatan dapat melanggar fokus pengawas pemilihan.
Alasannya adalah, jadwal yang berdekatan ini membuat beban kerja pengawas pemilihan.
“Jadwal pemilihan diadakan pada tahun yang sama dengan pemilihan legislatif dan presiden telah menciptakan serangkaian beban dan gangguan pengawas pemilihan,” kata Titi dalam pemantauan pemilihan Ngabubur (12.3.2025.).
Baca Juga: Daftar lengkap hasil dari keputusan Mahkamah Konstitusi tentang perselisihan karena hasil pemilihan pada tahun 2024 dan 26 disetujui
Titi mengatakan jadwal yang berdekatan ini juga menyebabkan irisan tahap pemilihan utama yang dipilih.
Fokus pekerjaan penyelenggara pemilu, yang dapat fokus sepenuhnya berkurang karena beban kerja yang begitu besar.
“Karena ada sepotong dengan contoh, proses menunjuk individu, akhirnya fokus pada tidak diketahui,” kata Titi.
Oleh karena itu, mantan aktivis Asosiasi Kerjasama Demokrat (Perludem) berjuang untuk menu lokal dan pemilihan bahwa pemilihan presiden dan legislatif tidak dilaksanakan.
Membaca I: Persiapan Bawaslo 18.972 Petugas Iklan untuk Pilcade Sabat Dog Pilcade
“Jika pemilihan diadakan pada tahun yang sama dengan pemilihan, tujuan pengawasan organisasi independen benar -benar profesional, juga terdistorsi,” kata Titi.
Sebagai terkenal, pada tahun 2024, pemilihan presiden dan pemilihan legislatif diadakan pada 14 Februari 2024.
Setelah itu, pemilihan di daerah tersebut diadakan pada saat yang sama di seluruh Indonesia 27 November 2024, hanya 9 bulan setelah eksekusi presiden dan kesalahan. Lihat berita dan berita tentang pilihan kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran akses utama Anda di whatsapp.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbedbpzjzrk13ho3d. Pastikan untuk menginstal aplikasi WhatsApp.