Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

Balaji School of Sports Science - Sri Balaji University, Pune

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

Jadwal Servis Skutik biar Performa Terus Terjaga - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Jadwal Servis Skutik biar Performa Terus Terjaga

JAKARTA, KOMPAS.com – Skuter matic (sooter) menjadi pilihan sepeda motor yang praktis untuk digunakan sehari-hari karena relatif mudah digunakan. Namun, agar tetap terlihat terbaik, perlu perawatan rutin.

Read More : SP NEWS GLOBAL Truk Kecelakaan di Tol Dalam Kota Diduga Kelebihan Muatan, Simak Aturan dan Sanksinya

Bagi yang ingin merawat skutiknya, Dustin pemilik bengkel Garage +62 di Jakarta Barat memberikan jadwal yang bisa diikuti untuk menjaga performa skutik yang digunakan sehari-hari.

“Saya anjurkan ganti oli mesin tiap 2000 km. Kalau oli gardan, ganti oli mesin tiga kali sekali, artinya setiap 6000 km,” kata Dustin kepada Kompas.com, Selasa (10/1/2024).

Baca Juga: Sambut HUT TNI ke-79, Ada Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Monas

Faktanya, jadwal Dustin lebih cepat dari yang disarankan pabrik. Misalnya, terkadang disarankan menggunakan oli mesin setiap 4.000 km dan oli gardan setiap 9.000 km, namun ada alasannya.

“Itu terlalu lama, makanya perhitungannya belum termasuk terjebak kemacetan, di lampu merah, mesin masih hidup,” kata Dustin.

Lalu, jika komponen lain seperti CVT diservis, Dustin menyarankan setiap 6.000 km. Pasalnya, bagian CVT mengandung gemuk yang sudah habis masa pakainya. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan pelumasan dan kebocoran tidak mencukupi.

Baca juga: Konsekuensi Mengejar Skuter untuk Penggunaan Sehari-hari, Harganya Lebih Mahal

Read More : Kapan Saat yang Tepat Mengganti Pelek Motor?

Ujung-ujungnya oli kemana-mana, jadi CVT kotor dan shieldnya tergelincir. Kalau double shieldnya kena oli tidak masuk ke mangkok, kalau tergelincir jadi terbuang sia-sia, kata seorang Dustin.

Lalu ada servis pembersihan injektor, disarankan setiap 10.000 km. Meski sudah ada filter atau penyaring bahan bakar, namun tetap saja ada kotoran yang masuk sehingga injektor tidak bekerja maksimal.

Terakhir, pembersihan throttle body dianjurkan setiap 15.000 km. Jika dibiarkan kotor dapat mempengaruhi sensor ISC (Idle Speed) dan sensor TPS (Throttle Position Sensor), sehingga sepeda motor terasa loyo.

“Biasanya orang hanya menjalankan servis seperti itu, sepeda motornya jalan terus,” kata Dustin. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *