Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

SP NEWS GLOBAL Jika Korea Utara Diserang, Kim Jong Un Ancam Gunakan Senjata Nuklir - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

SP NEWS GLOBAL Jika Korea Utara Diserang, Kim Jong Un Ancam Gunakan Senjata Nuklir

PYONGYANG, KOMPAS.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tak segan-segan menggunakan senjata nuklir jika wilayahnya diserang musuh, demikian disampaikan media pemerintah Korea Utara (KCNA), Jumat (4/10/2024).

Read More : Cara Para Pelajar Korea Selatan Hadapi Ujian Suneung 8 Jam

Ia menggambarkan musuhnya adalah Korea Selatan dan sekutunya Amerika Serikat (AS).

“Jika musuh mencoba menggunakan angkatan bersenjata untuk melanggar kedaulatan Korea Utara, maka Korea Utara akan menggunakan seluruh kekuatan ofensifnya, termasuk senjata nuklir,” kantor berita KCNA mengutip pernyataannya. katanya. Nama resmi Korea Utara.

Baca Juga: Kepala Keamanan Rusia Bertemu Kim Jong Un untuk Berdiskusi

AFP mengutip KCNA yang mengatakan Kim berbicara pada hari Rabu ketika memeriksa pangkalan pelatihan militer pasukan khusus di Pyongyang barat.

Pernyataan itu muncul setelah Korea Selatan menggelar latihan militer awal pekan ini; Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengancam akan mengakhiri pemerintahan Korea Utara jika Pyongyang menggunakan senjata nuklir.

“Jika Korea Utara mencoba menggunakan senjata nuklir, mereka akan menghadapi tanggapan yang keras dan keras dari militer kami dan sekutu kami, Amerika Serikat dan Republik Korea,” kata Yoon.

“Hari itu akan menjadi akhir dari rezim Korea Utara,” tambahnya, berbicara kepada ribuan tentara yang berkumpul di pangkalan udara Seoul untuk menghadiri acara tersebut.

Menanggapi pidato tersebut, Kim menyebut pemimpin Korea Selatan itu sebagai “seorang jenius” dan “orang yang luar biasa,” menurut KCNA.

Pernyataan Kim juga menyinggung aliansi Korea Selatan dengan sekutu militer terbesarnya, Amerika Serikat. Pasalnya, puluhan ribu tentara AS berada di Korea Selatan.

Diketahui Korea Selatan tidak memiliki senjata nuklir sendiri dan dilindungi oleh payung nuklir AS.

Baca juga: Kim Jong Un Bersumpah Tingkatkan Persenjataan Nuklir Korea Utara

Read More : Mengenang Meteor Garden, Serial TV Fenomenal Tahun 2000-an

Kontroversi terbaru ini terjadi beberapa minggu setelah Korea Utara pertama kali merilis foto fasilitas pengayaan uraniumnya.

Video tersebut juga menunjukkan pemimpin Kim mengunjungi wilayah tersebut dan meminta tambahan sentrifugal untuk meningkatkan persenjataan nuklir negaranya.

Korea Utara, yang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada tahun 2006 dan berada di bawah banyak sanksi PBB karena program senjatanya yang dilarang, belum mengungkapkan rincian apapun tentang peralatan pengayaan uraniumnya kepada publik.

Selain itu, hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Pasalnya, Korea Utara baru-baru ini mengumumkan telah mengerahkan 250 rudal balistik di perbatasan selatannya.

Pyongyang juga menggambarkan Korea Selatan sebagai “musuh terbesarnya” dan mendeklarasikannya sebagai negara dengan kekuatan nuklir yang tidak dapat diubah.

Baca Juga: Kim Jong Un Awasi Uji Coba Drone

Tak hanya itu, Korea Utara sudah lama mengabaikan sanksi PBB berkat dukungan sekutunya Rusia dan China. Dengarkan berita dan berita pilihan kami langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *