Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, Bahaya Berada di Dekat Kendaraan Besar - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, Bahaya Berada di Dekat Kendaraan Besar

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah kecelakaan terjadi di Tol Cipularang KM 92 tujuan Jakarta sekitar pukul 15.40 WIB siang tadi, Senin (11/11/2024). Peristiwa tersebut melibatkan truk bermuatan karton dan beberapa kendaraan lainnya.

Read More : Wapres Filipina Sara Duterte Dimakzulkan DPR, Nasibnya Kini di Tangan Senat

Sekitar 10 kendaraan terlibat dalam kecelakaan yang terjadi saat hujan deras di bagian bawah jalan tersebut.

Meski masih dalam penyelidikan penyebab kecelakaan, namun kejadian ini mengingatkan kita akan bahayanya mengemudikan kendaraan besar seperti truk dan bus.

Baca juga: Kecelakaan sukses terjadi di Tol Cipularang KM 92 menuju Jakarta

Direktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menjelaskan, truk dan bus memiliki titik buta yang besar sehingga menyulitkan pengemudi mobil kecil untuk melihat area di depan.

“Kami tidak tahu apa yang terjadi di depan mobil kami. Sopir bus atau mobil bisa saja memperkirakan strategi mana yang akan diambil, sedangkan yang di belakang kami memakai kaca mata hitam,” kata Jusri saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Dengan kata lain, pengemudi mobil kecil yang berada di belakang truk atau bus hanya dapat melihat ke samping, sedangkan pengemudi mobil besar dapat melihat dengan jelas jalan di depannya.

Titik buta ini menjadi sangat berbahaya, apalagi ketika kendaraan besar seperti truk melakukan gerakan mendadak, seperti pengereman mendadak. Dalam situasi seperti ini, pengemudi mobil kecil seringkali tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi dan menghindari tabrakan.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Cipularang KM 92, Pentingnya Jaga Jarak Aman

Direktur Pelatihan Keselamatan Dewan Keamanan Indonesia (SDCI) Sony Susmana menambahkan, mengemudi terlalu lama di belakang truk dapat menyebabkan pengemudi mengantuk atau kehilangan konsentrasi.

“Berada di belakang truk membuat lelah karena kecepatan berkurang dan pandangan terhalang, bisa membuat tertidur,” ujarnya pada kejadian sebelumnya.

Read More : Pertamina Group Siaga Layani Masyarakat Selama Nataru

Risiko yang lebih besar muncul ketika truk mengalami gangguan teknis, seperti rem tidak berfungsi atau ban kempes.

Mobil atau bus yang mengalami kerusakan secara tiba-tiba dapat kehilangan kendali sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan fatal, apalagi jika ada mobil kecil yang mendekat.

Sony juga menekankan pentingnya jarak aman yang lebih jauh saat berkendara di belakang truk, karena semakin besar ukuran kendaraan, semakin besar pula risiko jika terjadi hal yang tidak terduga.

Baca juga: Simak Harga MPV Bekas Akhir Tahun Ini, Nissan Serena Mulai Rp 70 Jutaan

Secara keseluruhan, kejadian yang terjadi di Tol Cipularang KM 92 ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengendara untuk menjauhi kendaraan berat.

Jarak aman tidak hanya memberikan lebih banyak ruang, tetapi juga memberi pengemudi lebih banyak waktu untuk bereaksi terhadap perubahan kondisi yang tiba-tiba.

Berkendara yang aman, terutama di sekitar truk, merupakan langkah penting dalam mencegah kecelakaan dan meningkatkan keselamatan jalan raya. Dengarkan berita dan berita pilihan terbaik langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *