Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Kemenlu: Ada Semacam Normalisasi, Judi dan Penipuan "Online" Jadi Mata Pencaharian Baru - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Kemenlu: Ada Semacam Normalisasi, Judi dan Penipuan “Online” Jadi Mata Pencaharian Baru

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha mengungkapkan, praktik perjudian online dan penipuan online (online scam) semakin mengkhawatirkan.

Read More : NEWS INDONESIA Pimpinan MPR Temui SBY dan Megawati Besok, Berikan Undangan Pelantikan Prabowo-Gibran

Dalam diskusi bertajuk “Korupsi dan Cybercrime: Mendeteksi Penipuan dan Skema Perjudian Online” yang digelar di kantor AJI Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2024), Juda mencatat ada upaya untuk mengatasi keduanya. industri yang mempunyai potensi untuk mentransformasikan dirinya menjadi mata pencaharian baru.

“Kita sekarang melihat semacam kenormalan, perjudian online dan penipuan online sudah menjadi cara hidup baru,” kata Judha.

Baca Juga: Penindakan Judi Online Internasional, Polisi Tangkap 6 Orang, Ambil Uang Tunai Rp 4 Miliar

Ia menjelaskan, pihaknya menemukan banyak warga negara Indonesia (WNI) yang tertarik bekerja di bidang perjudian online dan penipuan internet karena iming-iming gaji yang tinggi.

“Ada WNI yang mau bekerja di sektor ini karena gajinya tinggi. Oleh karena itu, tidak ada aspek TPPO (kejahatan perdagangan manusia),” ujarnya.

Yehuda juga menemukan bahwa antara tahun 2020 dan 2024, terdeteksi 5.111 kasus penipuan online.

Diantaranya, 1.290 kasus teridentifikasi sebagai kasus perdagangan manusia.

Sebagian besar korban dalam peristiwa ini berasal dari Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan Jawa Tengah.

Read More : 34 Orang Pejabat Kabinet Merah Putih Belum Lapor LHKPN

“Peningkatan jumlah kasus yang besar menghadirkan tantangan besar dalam memerangi kejahatan internasional,” kata Judha.

Baca juga: 960.000 Pelajar Mengaku Kecanduan Judi, Minta Pemerintah Berantas Judi

Berdasarkan temuan tersebut, Yehuda menekankan pentingnya tindakan komprehensif yang diambil pemerintah.

Hal ini termasuk memperkuat identifikasi dan langkah-langkah pencegahan yang efektif untuk melindungi korban TPPO.

“Jika hal ini tidak dilakukan, akan berbahaya jika penipuan online dan perjudian online menjadi hal biasa dan menjadi gaya hidup baru,” ujarnya. Dengarkan berita terbaik dan berita utama kami langsung dari ponsel Anda. Untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com, pilih saluran berita favorit Anda: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *