Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

Kemenlu: Keinginan Indonesia Gabung BRICS Wujud Politik Bebas Aktif - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Kemenlu: Keinginan Indonesia Gabung BRICS Wujud Politik Bebas Aktif

Jakarta, Kompas. Com – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Rai Sumirat mengatakan, upaya Indonesia untuk bergabung dengan Persatuan Ekonomi Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan (BRICS Plus) merupakan pendekatan yang liberal dan proaktif. kebijakan luar negeri.

Read More : DPR Desak Pemerintah Beri Pendampingan Hukum Maksimal ke Guru Supriyani

“Hal ini juga merupakan cerminan kebijakan luar negeri Indonesia yang liberal dan proaktif,” kata Roy dalam keterangan video, Sabtu (26/10/2024).

Roy menjelaskan, dorongan Indonesia untuk menjadi anggota BRICS bertujuan untuk memperkuat sikap liberal dan aktif, artinya Indonesia tidak bisa berpihak pada kubu manapun, namun tetap aktif berpartisipasi di berbagai forum internasional.

Baca juga: Indonesia Resmi Ajukan Tawaran Gabung BRICS Plus di KTT Rusia

Selain itu, niat untuk bergabung dengan BRICS juga sejalan dengan fokus Indonesia saat ini dalam upaya ketahanan pangan, terutama sejalan dengan prioritas BRICS.

“Saya berharap dengan berpartisipasi dalam BRICS, Indonesia akan memajukan kepentingan bersama negara-negara berkembang atau global selatan di masa depan,” tambah Rai.

Read More : PDI-P Desak Polisi Usut Pengacara yang Tipu Kader untuk Gugat SK Partai

Harapan Indonesia tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugyano pada Kamis (24/10/2024) saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus yang digelar di Kazan, Rusia.

Dalam serah terima resmi tersebut, Menlu Sogiano juga menyerahkan surat resmi kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

“Selanjutnya, keputusan negara-negara anggota BRICS atas permintaan Indonesia akan diserahkan kepada mekanisme yang diterapkan dalam BRICS.” kata Roy. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung dari ponsel Anda. Untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com, pilih saluran berita favorit Anda: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *