Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

Balaji School of Sports Science - Sri Balaji University, Pune

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

Kuota KPR FLPP Tahun 2024 Hampir Habis, REI Minta Jatah Ditambah - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

Kuota KPR FLPP Tahun 2024 Hampir Habis, REI Minta Jatah Ditambah

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua DPP REI Bambang Ekaya berharap pemerintah bisa menambah porsi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada tahun 2024.

Read More : Panduan Memulai Bisnis Agen Property Untuk Pemula Tanpa Modal Besar

Permintaan ini diajukan karena persediaan FLPP KPR sudah habis, padahal tahun 2024 belum berakhir.

“Kita lihat tahun ini, target satu juta rumah, kita hanya mendapat alokasi 166 ribu KPR FLPP. “Saat ini sampai September kuotanya hampir habis,” kata Bambang dalam Market Review IDX Channel, Kamis (22/8/2024).

Menyikapi porsi yang menyusut tersebut, REI bahkan kembali mengajukan permohonan ke PUPR untuk bisa menambah pendanaan KPR.

Baca juga: Pembayaran KPR yang Lebih Tinggi dari Pendapatan Rata-Rata Disorot

Konon 75 persen pembeli di Indonesia masih mengandalkan pinjaman untuk membeli rumah. Namun, besaran bunga pinjaman akan menjadi pertimbangan pengambilan keputusan baru.

“Kalau rumah MBR, peminatnya banyak, sementara pasokannya sangat sedikit. “Saat ini untuk pinjaman komersial, suku bunganya sangat tinggi,” jelas Bambang.

Read More : Cak Imin Ingatkan Pendatang Jakarta: Siapkan Diri, Jangan Jadi Beban

REI sendiri berharap pada KPR, suku bunga bisa ditekan serendah mungkin agar menarik pembeli.

Baca Juga: Pinjam Bikin KPR Susah, Ikatan Insinyur Harap MUI Bertindak

“Iya bertahap, kalau naik pasti ada batasannya. Tapi sejak tarif subsidi KPR yang dulu naik dari 1 sampai 2% tiba-tiba melonjak menjadi 5 persen sampai 11 persen, masyarakat akan kesulitan dalam pengalokasian dananya,” tegas Bambang. . Dengarkan berita terbaik dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk masuk ke Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D -WhatsApp terinstal.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *