Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

Balaji School of Sports Science - Sri Balaji University, Pune

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

GLOBAL NEWS MA Minta Seluruh Hakim Terima Keputusan Pemerintah soal Besaran Kenaikan Gaji - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

GLOBAL NEWS MA Minta Seluruh Hakim Terima Keputusan Pemerintah soal Besaran Kenaikan Gaji

JAKARTA, KOMPAS.com – Mahkamah Agung (MA) meminta seluruh hakim menerima keputusan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terkait kenaikan gaji dan tunjangan.

Read More : Dody Hanggodo Ditunjuk Prabowo Jadi Menteri Pekerjaan Umum

Usulan ini disampaikan mengingat kondisi pemerintahan saat ini yang berada dalam masa transisi.

“Saya berpesan kepada pimpinan Mahkamah Agung bahwa apapun keputusan pemerintah, sekecil apapun, harus kita terima. Kita harus memahami sifat pemerintah dalam masa transisi,” ujarnya. Lebih lanjut di Jurnal. Wawancara tersebut disiarkan di kanal YouTube Kompas.com, Rabu (9/10/2024).

Baca juga: Soal Kuota Menteri Golkar, Bahlil: Kita Doakan Saja

Sobandi menambahkan, hakim diharapkan kembali ke persidangan untuk menjalankan tugasnya seperti biasa dan tidak melakukan protes.

“Jangan lakukan apa pun,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, hakim harus bersabar dan menunggu kesepakatan yang diberikan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang memutuskan untuk lebih memperhatikan kenaikan gaji dan tuntutan lainnya.

“Diumumkan kalau saat ini (pemerintah) penghargaan (besarnya gaji) 4, maka (pemerintahan) Prabowo 9, jadi di pemerintahan Prabowo akan dilakukan,” ujarnya.

Baca juga: KY dukung kenaikan gaji hakim

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Agung (MA) Suharto mengungkapkan Kementerian Pemberdayaan dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) hanya menerima empat dari delapan pasal yang dimintakan peninjauan kembali Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2012 tentang hak finansial dan materiil hakim bawahan M.A.

Suharto menjelaskan, Kemenpan-RB mengeluarkan empat poin yang diterima Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Read More : Wacana Kampus Boleh Kelola Tambang Dinilai Dapat Timbulkan Konflik

Soeharto saat ditemui di gedung Ma mengatakan: “Sebenarnya usulan naskah akademis MA itu ada 8 poin, tapi usulan Menpan-RB hanya ada empat. Keempatnya adalah gaji pokok, tunjangan, tunjangan hari tua, dan tunjangan pensiun. orang yang dicintai”. , Jakarta, Senin (7/10/2024), usai menerima audiensi kerjasama Dewan Hakim Seluruh Indonesia (SHI).

Ia menjelaskan, empat poin yang diterima antara lain usulan kenaikan gaji pokok sebesar 8-15 persen, pensiun sebesar 8-15 persen, tunjangan sebesar 45-70 persen, dan tantiem.

Namun empat rekomendasi MA yang tidak diterima antara lain perumahan rakyat, transportasi, kesehatan, dan martabat untuk mempercepat penyampaian putusan kepada hakim.

Menurut Suharto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyetujui usulan kenaikan gaji hakim.

“Informasi terakhir, pada tanggal 3 Oktober sudah ada tanda tangan Menteri Keuangan tentang pengesahan atau persetujuan prinsip,” ujarnya.

Baca juga: Hakim di Manokwari Mogok, Ruang Sidang Kosong

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan hakim di pengadilan di seluruh Indonesia akan melakukan aksi mogok kerja selama lima hari mulai tanggal 7 hingga 11 Oktober 2024 untuk memprotes kegagalan pemerintah dalam memprioritaskan kesejahteraan hakim.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *