Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

Mengapa Minum Obat Bersamaan dengan Vitamin C Berisiko? Ini Penjelasan PAFI - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Mengapa Minum Obat Bersamaan dengan Vitamin C Berisiko? Ini Penjelasan PAFI

KOMPAS.com – Minum obat yang mengandung vitamin C sudah menjadi kebiasaan yang dianggap lumrah oleh sebagian orang.

Read More : Makanan Yang Baik Untuk Kesehatan Tulang Dan Sendi

Padahal, menurut Moses Wambrau Simbiak, Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (PAFI), kombinasi tersebut kurang baik karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Apalagi jika tidak dilakukan dengan benar.

“Vitamin C banyak manfaatnya. Namun jika dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, efeknya bisa sangat berubah. Ada zat beracun, ada obat yang kehilangan efektivitasnya,” kata Moses mengutip https://pafipctabanan .org.

Moses menambahkan, vitamin C bersifat asam sehingga dapat mempengaruhi cara tubuh menyerap obat.

Jika dikonsumsi bersamaan dengan antibiotik, dapat mengganggu penyerapan obat di usus, karena pH lambung meningkat.

“Tidak hanya antibiotik, beberapa jenis obat seperti antasida, antikoagulan, bahkan tekanan darah pun bisa berpengaruh,” jelasnya.

Interaksi seperti ini seringkali tidak terlihat oleh pasien. Faktanya, beberapa orang bahkan merasa bisa sembuh dengan cepat jika mengonsumsi suplemen vitamin C.

Read More : Apakah Buah Mengkudu dapat Menurunkan Kadar Gula Darah dalam Tubuh?

Padahal, jika perilaku ini terus berlanjut tanpa konseling, dampak jangka panjangnya bisa berupa kerusakan ginjal atau lambung, kata Moses.

Sebagai solusinya, Musa menyarankan masyarakat untuk menggunakan vitamin C secara teratur di sela-sela pengobatan.

“Pastikan Anda memberikan jeda setidaknya 1-2 jam antara pengobatan dan vitamin C untuk memastikan penyerapan obat yang tepat sebelum nutrisi masuk ke dalam tubuh,” jelas Moses. Dapatkan pilihan berita dan pembaruan di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *