Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

SP NEWS GLOBAL Mengenal SHMS, Teknologi Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Jembatan - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

SP NEWS GLOBAL Mengenal SHMS, Teknologi Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Jembatan

JAKARTA, KOMPAS.com – Kesehatan struktur jembatan semakin mudah dipantau berkat kemajuan teknologi instrumentasi dan informasi dan komunikasi.

Read More : Kuota Subsidi Habis, Harga Motor Listrik Smoot Kembali Normal

Metode pengujian non-destruktif telah menjadi bidang baru untuk mendeteksi kerusakan struktural dan menentukan tindakan yang tepat untuk umur layanan jembatan.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah Structured Health Monitoring System (SHMS).

Tidak hanya jembatan, SHMS juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan infrastruktur lain seperti jalan, terowongan, dan bangunan.

Baca juga: Jembatan Bergerak di Swiss, Inovasi Perbaikan Jalan Tanpa Penutupan Jalur

Kerusakan ini umumnya melibatkan perubahan sifat material dan geometri, termasuk perubahan kondisi batas dan sistem sambungan.

Hal penting dalam proses identifikasi kerusakan adalah identifikasi kerusakan, lokasi kerusakan, sifat dan luas kerusakan.

Jika digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan jembatan, SHMS dapat digunakan untuk memeriksa geometri, material, dan konstruksi.

Indonesia sendiri telah menerapkan SHMS pada Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa bagian timur dengan Pulau Madura.

Jembatan terdiri dari tiga bagian, yaitu jalan lintas (sisi PCI), abutmen (kotak beton pracetak – cor in situ) dan jembatan utama (bentang kabel). Ruas SHMS hanya mencakup jembatan utama dan sebagian jembatan pendekat.

Read More : Menanti Gebrakan Pemerintah untuk Pengembang Perumahan Kecil

Sistem infrastruktur jembatan umumnya kebal terhadap kerusakan, meskipun dirancang untuk berfungsi dalam jangka waktu lama.

Untuk menghitung penurunan kapasitas fisik jembatan, diperlukan penilaian terhadap kondisi kesehatan jembatan.

Baca juga: Jembatan Kretek 2, Landmark Pansela Way di Bantul

Penilaian harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat diambil tindakan yang tepat. Ini merupakan tantangan bagi komunitas ahli pembangunan jembatan.

Penerapan SHMS diharapkan dapat mengurangi biaya perbaikan dan pemantauan tingkat kegagalan secara otomatis.

Fungsinya untuk menyajikan data perubahan kondisi struktur akibat pembebanan, tegangan, deformasi, kekuatan gempa, angin dan pembebanan kendaraan yang berlebihan.

Teknologi pemantauan ini juga membantu mengidentifikasi elemen terlemah yang dapat diperkuat atau direformasi, sehingga membantu manajer dalam mengambil keputusan.  Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *