Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Mitos atau Fakta, Mobil Matik CVT Tak Kuat Menanjak? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Mitos atau Fakta, Mobil Matik CVT Tak Kuat Menanjak?

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini semakin banyak mobil bertransmisi otomatis atau matic yang menggunakan transmisi otomatis CVT atau transmisi variabel kontinu.

Read More : Tips Tukar Tambah Mobil agar Mendapat Penawaran Terbaik di Diler

Beberapa keunggulan transmisi CVT antara lain perpindahan gigi yang lebih mulus dibandingkan transmisi AT konvensional. Selain itu, transmisinya diklaim hemat bahan bakar.

Baca juga: Mitos atau Fakta: Koreksi ECU Bikin Sepeda Motor Lebih Irit Bahan Bakar?

Namun, meski transmisi CVT memiliki banyak kelebihan, ada juga kekurangannya. Stigma yang berkembang adalah transmisi CVT tenaganya lebih kecil dibandingkan menanjak.

Freddy Karya, Manajer Transmisi Dokter Mobil (Domo) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengamini transmisi CVT dinilai tidak sekuat transmisi AT konvensional.

“Kalau ditanya, saya setuju. CVT kurang bertenaga dibandingkan AT biasa. Sebab, CVT mengandalkan sabuk dan sebagian besar mobil yang menggunakan CVT digerakkan oleh roda depan,” kata Freddy akhir pekan lalu ditemui Kompas. com.

Freddy menjelaskan, sebagian besar mobil kini menggunakan girboks CVT sebagai penggerak roda depan (FWD). Kendaraan berpenggerak roda depan diketahui memiliki kapasitas lebih rendah dibandingkan kendaraan berpenggerak roda belakang (RWD).

Baca juga: Akan Ada Operasi Zebra 2024, Begini Cara Pemeriksaan Kendaraan yang Wajib Dapat Tiket ETLE

“Fungsi penggerak depan adalah untuk menarik beban, sedangkan penggerak belakang berfungsi untuk mendorong beban. Saat menarik tanjakan, penggerak depan menarik beban ke belakang sedangkan penggerak belakang mendorong.” Dia berkata.

Read More : Wuling Tampilkan Air ev dan Cloud EV Terbaru

“Saya sendiri belum pernah melihat CVT dengan roda belakang, tapi ada CVT yang berpenggerak All-wheel drive (AWD) seperti Subaru, dan sepertinya Audi A6 juga menggunakan AWD-CVT,” kata Freddy.

Baca juga: Inchcape berharap pemerintahan baru tetap memberikan insentif kendaraan listrik

Iwan, pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic, mengatakan girboks CVT didesain untuk jalan datar. Namun kapasitas pendakian juga tergantung pada ukuran katrol dan sabuk baja.

Iwan menjelaskan, mobil dengan transmisi CVT berdaya rendah di pegunungan biasanya menggunakan puli dan sabuk yang lebih kecil. Jika ukuran puli dan sabuk kecil maka torsi yang dihasilkan akan kecil.

“Biasanya terjadi pada city car. Namun mobil dengan pulley besar dan dua atau lebih belt tidak mengalami kendala saat digunakan di jalan pegunungan. SUV sudah banyak yang menggunakannya,” kata Iwan. Dengarkan berita terkini dan informasi pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *