Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Mitos atau Fakta Remap ECU Bikin Motor Lebih Hemat BBM? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Mitos atau Fakta Remap ECU Bikin Motor Lebih Hemat BBM?

DEPOK, KOMPAS.com – Salah satu software modifikasi pada sepeda motor modern adalah modifikasi ECU. Pada umumnya sepeda pabrikan menggunakan setting ECU yang aman untuk ketahanan mesin.

Read More : KPK Jelaskan Awal Mula Munculnya Istilah “Blok Medan” dalam Kasus Eks Gubernur Malut

Namun dengan memodifikasi ECU, pengaturan pabrik bisa diubah sesuai keinginan pemilik sepeda motor. Idealnya tentu saja memaksimalkan performa agar berkendara sepeda motor semakin menyenangkan.

Apakah sepeda yang memiliki konversi ECU bisa lebih irit?

Baca juga: Video Perlihatkan Sepeda Motor Ditabrak Karena Menerobos Lampu Merah, Ini Hukumannya

Anggi Yohanda, tuner ECU Cotomoto.id di Depok, mengatakan irit atau tidaknya sepeda motor dengan konversi ECU tergantung cara berkendara pemiliknya.

“Kalau prosedur remappingnya benar, diuji, air-fuel ratio (AFR) benar, tenaga yang dihasilkan pasti lebih irit. Karena kita bicara soal tenaga, jarak, dan waktu berkendara,” kata Anggi kepada Kompas.com, baru-baru ini.

Sepeda motor yang lebih bertenaga tentu membuat pemiliknya tidak perlu melakukan akselerasi keras untuk mencapai kecepatan yang diinginkan. Selain itu pembakarannya bisa diatur sehingga bisa lebih efisien pada putaran mesin tertentu.

Read More : Mercedes-Benz Indonesia Tanggapi Kasus Kebakaran EQE di Korea Selatan

Baca Juga: Perhatikan Ini Alur dan Biaya Perpanjangan SIM di Layanan Seluler

“Tapi selain itu, gaya berkendara juga harus diperhatikan. Kalau ada yang suka full throttle, mustahil bisa irit (hemat bahan bakar),” kata Angi.

Jadi dengan memodifikasi ECU, pemilik bisa memaksimalkan performa motornya. Hanya soal konsumsi bahan bakar, ini tentang cara pengendara mengendarai motornya, apakah ingin menggunakan kecepatan penuh atau tidak. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *