Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

Aakriti Infraa Solutions

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

Erura

Netanyahu: Israel Akan Pakai Segala Cara untuk Cegah Iran Kembangkan Senjata Nuklir - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Netanyahu: Israel Akan Pakai Segala Cara untuk Cegah Iran Kembangkan Senjata Nuklir

Yerusalem, KOMPAS.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan bahwa negaranya akan menggunakan segala cara untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Read More : Di Balik Perang India-Pakistan, Ancaman Ratusan Nuklir Mengintai

Laporan tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran mungkin mempertimbangkan untuk merevisi kebijakan nuklirnya jika sanksi Barat diterapkan kembali.

“Saya akan melakukan segalanya untuk mencegah Iran menjadi negara nuklir. “Semua sumber daya yang tersedia akan digunakan,” kata Netanyahu dalam wawancara dengan Channel 14, Kamis (29 November 2024), lapor AFP.

Baca juga: Respons Iran terhadap Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Hizbullah

Israel, yang dikenal sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir meskipun tidak secara resmi mendeklarasikannya, telah lama mempertimbangkan untuk mencegah negara-negara pesaingnya memiliki kemampuan nuklir sebagai prioritas pertahanan utama.

Komentar Netanyahu muncul setelah Aragchi memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan The Guardian bahwa Iran dapat mencabut larangannya terhadap pengembangan senjata nuklir jika sanksi diterapkan kembali.

Ia mengatakan kebijakan nuklir Iran saat ini tidak cukup untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

“Saat ini, kami tidak berniat meningkatkan pengayaan uranium di atas 60 persen, namun ada perdebatan di kalangan elit apakah kami harus mengubah kebijakan nuklir kami,” kata Araghchi.

Iran saat ini memperkaya uranium hingga 60 persen, jauh di atas batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir tahun 2015 dengan negara-negara besar.

Namun, angka tersebut masih di bawah tingkat 90 persen yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.

Read More : Prabowo Segera Panggil Para Calon Menteri, Jadwalnya Diputuskan Pekan Ini

Pernyataan itu disampaikan menjelang perundingan penting antara Iran dan pemerintah Inggris, Prancis, dan Jerman yang dijadwalkan pada Jumat (30 November 2024).

Baca juga: Reaksi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei terhadap surat perintah penangkapan Netanyahu dan Gallant

Pembicaraan tersebut terjadi di tengah ketegangan setelah Iran mendapat kecaman dari dewan pengurus Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pekan lalu karena kurangnya kerja sama dalam masalah nuklir.

Sebagai tanggapan, Iran mengumumkan bahwa mesin sentrifugal canggih baru akan meningkatkan stok uranium yang diperkaya.

Diplomat senior Iran Majid Takht-Ravanchi akan memimpin delegasi Iran dalam pembicaraan tersebut.

Baca juga: Penasihat Khamenei: Iran Bersiap Tanggapi Serangan Israel

“Iran bertujuan menghindari skenario ‘bencana ganda’ akibat tekanan dari Trump dan negara-negara Eropa,” kata analis politik Mostfa Shirmohamadi. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *