Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Pakar Soroti Potensi Cemaran BPA AMDK Kemasan Galon saat Diangkut Truk Terbuka - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Pakar Soroti Potensi Cemaran BPA AMDK Kemasan Galon saat Diangkut Truk Terbuka

KOMPAS.com – Pakar kesehatan kembali menyuarakan keprihatinannya atas terus berlanjutnya praktik pengangkutan galon air minum dalam kemasan (BWD) yang diangkut dengan truk terbuka dan terkena panas sinar matahari.

Read More : Ketahui Beragam Kandungan dan Manfaat Buah Ciplukan

Amarosa Cosmo Hotel, Jakarta (9 Mei 2024), Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dr. Negara, mengatakan galon AMDK kemungkinan besar akan terkena BPA saat didistribusikan.

“Saya pernah melihat dan ada informasi yang menyebutkan, meski tidak panas, namun bisa saja terkena panas saat pendistribusian karena menggunakan truk terbuka,” ujarnya dalam siaran pers yang diperoleh Kompas.com, Senin (10). /14). 14/10/). 2024).

Menurut dia, paparan panas dan paparan sinar ultraviolet (UV) akan melepaskan BPA dari wadah galon.

“Kalau bisa, saran saya, truk pengangkutnya ada atapnya. “Jadi BPA tidak ada aktivitasnya,” lanjutnya.

Mengenai kandungan senyawa kimia BPA, Dr. Oka, beberapa penelitian komprehensif menjelaskan bahwa BPA semakin berbahaya bagi kesehatan.

“Jika dikonsumsi terus menerus (BPA) dapat menyebabkan gangguan estrogen, dan kemungkinan besar pria akan mengidap mikropenis, yang berpotensi menimbulkan masalah kesuburan. Wanita mengalami debut seksual mereka lebih awal. “Payudara dan panggul diperbesar terlebih dahulu,” kata Dr. Mata.

Kontaminasi BPA dalam galon polikarbonat AMDK dikonfirmasi oleh penyelidikan lapangan oleh Food and Drug Administration (FDA).

Sebuah penelitian menemukan bahwa air kemasan galon polikarbonat di enam wilayah Indonesia menunjukkan tingkat kontaminasi BPA yang mengkhawatirkan.

Kadar BPA dalam galon air minum dalam kemasan melebihi ambang batas 0,9 bagian per juta (ppm) per liter pada BPOM 2021-2022. Padahal, ambang batas yang disebutkan adalah 0,6 ppm per liter.

Enam wilayah yang diduga galon AMDK terkontaminasi BPA antara lain Medan, Bandung, Jakarta, Manado, Banda Aceh, dan Aceh Tenggara.

Read More : Penyalahgunaan Obat Tidur Berisiko Timbulkan Masalah bagi Fisik dan Mental

Berdasarkan hasil BPOM, kadar BPA yang tinggi sebesar 3,4 persen ditemukan pada fasilitas distribusi dan transmisi.

Sedangkan hasil uji migrasi BPA pada kisaran 0,05-0,6 ppm terdapat pada 46,97 persen fasilitas distribusi dan transmisi serta 30,19 persen fasilitas manufaktur.

Untuk pengujian kadar BPA AMDK yang melebihi 0,01 ppm, ditemukan 5 persen pada fasilitas manufaktur dan 8,6 persen pada fasilitas distribusi dan distribusi.

BPOM menyebutkan tercemarnya galon air minum dengan BPA berlebih disebabkan proses pasca produksi.

Proses pengangkutan dan penyimpanan galon AMDK dari pabrik ke pelanggan melalui berbagai media dan lokasi diduga tidak mengikuti prosedur.

Misalnya galon yang terkena panas matahari atau terbentur saat bongkar muat diduga menyebabkan kandungan BPA pada wadah galon berpindah ke dalam air.

Senada dengan temuan tersebut, Yeni Restiani, Direktorat Standardisasi Pangan Olahan BPOM, mengatakan ada sejumlah faktor yang menyebabkan BPA berpindah dari kemasan ke AMKD.

“(Faktor-faktor tersebut antara lain) proses pencucian yang tidak tepat, penggunaan air di atas 75 derajat Celcius, sisa deterjen, goresan akibat pembersihan, penyimpanan yang tidak tepat, dan paparan sinar matahari langsung atau paparan sinar matahari dalam waktu lama,” jelasnya. Dengarkan berita terkini dan berita pemilu kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita yang diinginkan untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *