Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

Perlukah Indonesia Adopsi Cara Vietnam Tekan Pelanggaran Lalu-lintas? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Perlukah Indonesia Adopsi Cara Vietnam Tekan Pelanggaran Lalu-lintas?

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Vietnam berhasil mengurangi pelanggaran lalu lintas dengan mendorong warganya untuk melaporkan pelanggaran.

Read More : Teknik Mengendalikan Mobil Saat Ban Pecah Tanpa Rem Mendadak

Warga negara yang dapat membuktikan bahwa peraturan lalu lintas telah dilanggar berhak menerima denda sebesar 10% yang harus dibayar oleh pelanggar.

Kebijakan ini diambil karena tidak mungkin ada polisi lalu lintas di mana-mana untuk mencegah pelanggaran.

Baca Juga: Penjualan Mobil 2024 Lampaui Target Namun Merosot 13,9 Persen

Meski kebijakan “membayar warga” untuk memberikan informasi dinilai kontroversial, namun tindakan radikal tersebut dinilai perlu mengingat kondisi lalu lintas di Vietnam.

Melihat ke Vietnam, apakah aturan tersebut bisa diterapkan di Indonesia? Diketahui bahwa pelanggaran peraturan lalu lintas di Indonesia sangat memprihatinkan.

Budiyanto, pengamat transportasi dan hukum, mengatakan peraturan di setiap negara berbeda-beda tergantung kebutuhan negara tersebut.

“Aturan atau ketentuan di setiap negara berbeda-beda tergantung aturan yang berlaku,” kata Budiyanto kepada Kompas.com, Rabu (8/1/2025).

Baca Juga: Review New Honda PCX 160 Irit Bahan Bakar: Fakta dan Klaim

Menurut Budiyanto, peraturan Vietnam belum tentu berlaku di Indonesia. Bicara partisipasi: masyarakat Indonesia sudah membantu meski masih kecil. 

Read More : Dapat Insentif PPnBM 3 Persen, Ini Daftar Mobil Hybrid di Indonesia

“Itu bentuk partisipasi masyarakat, dan itu sudah terjadi, bahkan lebih,” ujarnya.

Budiyanto mengatakan, salah satu faktor yang bisa diterapkan untuk mengurangi pelanggaran lalu lintas adalah dengan meningkatkan denda agar pengemudi patuh di jalan.

Baca Juga: Kecelakaan bus kembali terjadi akibat rem blong

“Penerapan denda yang tinggi merupakan variabel yang sangat penting. “Di negara maju seperti Singapura, denda pelanggaran lalu lintas sangat tinggi sehingga masyarakat takut melanggar aturan dan didukung dengan sistem yang kuat,” ujarnya.

Menurut Budiyanto, sistem di Indonesia sudah sangat baik, meski perlu perbaikan. Contoh penerapannya antara lain penggunaan tiket elektronik atau tiket E-TLE.

“Pengawasan kamera harus ditingkatkan dan masyarakat harus didorong untuk melaporkan pelanggaran kepada polisi,” kata Budiyanto. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di perangkat seluler Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *