Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

Prabowo Diminta Kembalikan TNI yang Profesional, Kesampingkan Kedekatan Personal - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Prabowo Diminta Kembalikan TNI yang Profesional, Kesampingkan Kedekatan Personal

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Laboratorium Jaleshwari Pramodawardene berpesan kepada Presiden baru terpilih Prabowo Subianto untuk mengembalikan TNI profesional seperti semasa menjadi presiden.

Read More : Ungkap Jaringan Narkoba Jambi, Polisi Kejar Tersangka Lain ke Medan

Jaleshwari juga mengingatkan, kedekatan personal tidak perlu menjadi pertimbangan dalam mempengaruhi penempatan personel TNI pada pos-pos tertentu.

“Satu-satunya alasan untuk memajukan TNI,” kata Jaleshwari di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Selasa (8/10/2024) adalah untuk mengembalikan TNI yang profesional dalam artian tidak ada pemikiran sedekat itu. adalah.

Baca juga: Usai Pelantikan, Jokowi Sambut Prabowo di Istana Merdeka

Dia mengatakan, penunjukan personel dengan mempertimbangkan kedekatan pribadi akan merugikan sistem yang ada di TNI saat ini karena TNI memiliki mekanisme sendiri untuk mengalokasikan jabatan sesuai pangkat individu.

Jadi kalau dilakukan tanpa pertimbangan profesional juga akan merusak sistem, merusak organisasi. Dan itu berarti melemahkan organisasi TNI,” kata Jaleshwari.

Read More : Dokter: Paus Fransiskus Belum Keluar dari Bahaya, Tak Bisa Pimpin Doa Angelus

Baca juga: Prabowo: Kesejahteraan Hakim Kunci Negara Bebas Korupsi

Selain itu, saat menjabat sebagai Presiden, Prabowo juga diminta mempercepat reformasi pertahanan karena merupakan agenda penting negara.

“Kemudian tentu ada soal perencanaan, soal pertanyaan MEF (minimum essensial force) ke depan seperti apa? Karena kita tahu itu yang menjadi acuan Kementerian Pertahanan adalah TNI. sasaran yang tepat,” kata Jaleshwari. Dengarkan berita dan headline pilihan kami langsung di ponsel Anda. https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13D Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *