Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Profil Effendi Simbolon, Politikus PDI-P yang Dukung Ridwan Kamil pada Pilkada Jakarta - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Profil Effendi Simbolon, Politikus PDI-P yang Dukung Ridwan Kamil pada Pilkada Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com – Politisi Partai Rakyat Demokratik Indonesia (PDI-P) Effendi Muara Sakti Simbolon kembali menjadi sorotan publik usai menghadiri pertemuan antara presiden ketujuh RI, Joko Widodo, dan calon wakil presiden Jakarta. Balai Kota Nomor 1, Ridwan Kamil, pada Senin (18/11/2024) malam.

Read More : Mabes Polri Ambil Alih Kasus Pemerasan WN Malaysia di DWP

Peristiwa yang terjadi di Cempaka Putih, Jakarta, Effendi terlihat mengenakan kemeja berwarna hitam. Ia berjabat tangan dengan Ridwan Kamil saat namanya disebut-sebut sebagai kader PDI Perjuangan pendukung calon wali kota.

Padahal, partainya unggul atas Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024.

Lalu siapakah Effendi Simbolon?

Effendi lahir pada tanggal 1 Desember 1964 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, putra bungsu dari St. MM Simbolon dan Martha br. pemberontakan

Baca juga: Manuver Kader PDI-P Effendi Simbolon: Ikut Jokowi Temui dan Dukung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta

Masa kecilnya dihabiskan di Kalimantan hingga menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri Cendrawasih Banjarbaru pada tahun 1975.

Setelah itu keluarganya pindah ke Jakarta, dimana Effendi melanjutkan studinya di SMP Negeri 41 Jakarta dan SMA Negeri 3 Jakarta.

Effendi kemudian melanjutkan studinya di universitas. Pada tahun 1988 beliau menerima gelar Sarjana Manajemen Perusahaan dari Universitas Jayabaya.

Effendi kemudian menempuh studi S2 Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran dan lulus pada tahun 2013. Bahkan, ia meraih gelar Doktor Hubungan Internasional dari universitas yang sama pada tahun 2015.

Effendi memulai karir politiknya dengan bergabung dengan Partai Perlawanan Demokrasi Indonesia (PDI-P).

Baca juga: PDI Perjuangan Terima Kasih Jokowi Kampanyekan RK-Suswono Semoga Bisa Bersaing Sehat

Read More : [POPULER NASIONAL] Sidang Banding Terkait Pemecatan Rudy Soik | Maung Pindad untuk Pejabat Akan Dibeli, Bukan Sewa

Ia pertama kali menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada tahun 2004 dan berhasil menduduki kursi tersebut selama empat periode berturut-turut.

Saat itu, Effendi menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Ketujuh yang membawahi permasalahan energi, sumber daya mineral, riset, teknologi, dan lingkungan hidup hingga tahun 2013.

Sejak 2019, beliau menjabat sebagai anggota Komisi I yang fokus pada bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informasi.

Di lingkungan PDI-P, Effendi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Sumber Daya dan Pembiayaan dan merupakan salah satu calon Sekjen PDI-P periode 2010-2015.

Selain berkarir di bidang politik, Effendi juga aktif di berbagai organisasi. Beliau menjabat sebagai Direktur Umum Persatuan Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) hingga tahun 2012 menggantikan Doddy Susanto.

Baca juga: Jokowi Terpuruk di Blusukan Pemilu PDI-P Jakarta dan Jateng

Effendi juga merupakan penggagas Pusat Dohot Boruna Punguan Simbolon (PSBI) Indonesia, sebuah perkumpulan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar marga Simbolon di seluruh Indonesia.

Pada Pilgub dan Wakil Gubernur Sumut 2013, Effendi mencalonkan diri bersama Jumiran Abdi.

Pasangan ini memperoleh 24,34 persen suara, kalah dari Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi yang memperoleh 33,00 persen suara. Dengarkan berita terkini dan informasi pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *