Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Rangkuman Hari Ke-960 Serangan Rusia ke Ukraina: Tolak Laporan Palsu | Bantah Gencatan Senjata - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Rangkuman Hari Ke-960 Serangan Rusia ke Ukraina: Tolak Laporan Palsu | Bantah Gencatan Senjata

KOMPAS.com – Perang Rusia-Ukraina terus berlanjut. Padahal, sudah memasuki hari ke-960 pada Kamis (10/10/2024).

Read More : [POPULER GLOBAL] Upaya Pembunuhan Paus Fransiskus | Lokasi Dataran Tinggi Golan

Pada hari Kamis, Rusia membantah laporan palsu bahwa tentara Korea Utara berperang bersama Rusia di Ukraina.

Sementara itu, di hari yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan tidak ada diskusi dengan sekutu Eropa mengenai gencatan senjata dengan Rusia.

Baca Juga: Rusia Bantah Laporan Palsu Tentara Korea Utara Bertempur di Ukraina

Berikut rangkuman hari ke-960 invasi Rusia ke Ukraina, dikutip dari kantor berita AFP. 1. Rusia membantah laporan palsu bahwa pasukan Korea Utara bertempur di Ukraina

Pemerintah Rusia pada Kamis (10/10/2024) membantah laporan palsu Korea Selatan bahwa tentara Korea Utara bertempur di Ukraina.

Kyiv Post Ukraina melaporkan pada hari Jumat bahwa enam perwira militer Korea Utara tewas dalam serangan rudal Ukraina di wilayah pendudukan Rusia di dekat Donetsk, menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

“Sepertinya ini berita palsu lagi,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip AFP.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Yong-hyun mengatakan kepada anggota parlemen pada hari Selasa bahwa laporan itu benar.

“Kami memperkirakan kemungkinan adanya korban di kalangan perwira dan tentara Korea Utara di Ukraina, mengingat berbagai keadaan,” katanya.

Read More : Trump Ingin Relokasi Gaza, Sekjen PBB: Hindari Pembersihan Etnis Palestina

“Masalah pengerahan pasukan reguler sangat mungkin terjadi karena adanya kesepakatan bersama antara Rusia dan Korea Utara, seperti aliansi militer,” imbuh Kim.

Letnan Andriy Kovalenko, kepala pusat kontra-disinformasi Ukraina, menulis dalam telegram pada hari Sabtu bahwa ada sejumlah kecil teknisi tempur dari Korea Utara di zona perang di wilayah Donetsk.

Dia mengatakan mereka memantau penggunaan senjata oleh Pyongyang, yang menurut Rusia semakin diandalkan namun “berkualitas rendah” seperti rudal Korea Utara.

Para ahli telah lama mengatakan bahwa rudal Korea Utara dikerahkan oleh pasukan Rusia di Ukraina. Namun Moskow dan Pyongyang membantahnya.

Tak hanya itu, Korea Selatan juga mengklaim Pyongyang telah mengirimkan ribuan kotak senjata ke Rusia untuk digunakan di Ukraina.

Baca juga: Korea Selatan Sebut Tentara Korea Utara Bertempur di Ukraina Demi Lindungi Rusia

Sudah diketahui umum bahwa Korea Utara yang mempunyai senjata nuklir telah secara terbuka memperkuat hubungan militer dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *