Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

Sake Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Sake Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Tokyo, KOMPAS.com – Sake, minuman anggur beras tradisional Jepang, kini resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

Read More : Jelang Pelantikan, Trump Diantar Biden ke Gedung Capitol Sesuai Tradisi

Keputusan tersebut diumumkan pada pertemuan komite UNESCO di Luque, Paraguay, bersamaan dengan pengakuan 44 tradisi lain dari seluruh dunia, seperti keju putih Brasil dan roti singkong Karibia.

Delegasi Jepang menyambut baik pengakuan tersebut, dan menggambarkannya sebagai “anugerah ilahi” yang memainkan peran penting dalam budaya sosial dan agama Jepang.

Baca juga: Sake, Minuman Fermentasi Khas Jepang yang Mengandung Alkohol

Seperti yang dilaporkan Guardian, Takehiro Kano, duta besar Jepang untuk UNESCO, menyatakan bahwa hal ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan Jepang sejak abad ke-8.

Beras, air, ragi dan koji (jamur) merupakan bahan utama dalam proses fermentasi sake yang rumit dan memakan waktu dua bulan.

Tradisi minum sake juga muncul dalam novel klasik Jepang abad ke-11 The Tale of Genji.

Pengakuan UNESCO ini diharapkan dapat memperkuat status sake di dunia, apalagi generasi muda Jepang mulai beralih ke minuman lain seperti wine impor atau bir dalam negeri.

Ekspor kaus kaki terus tumbuh, mencapai US$265 juta per tahun, terutama di AS dan Tiongkok, yang membuktikan popularitas globalnya.

Para pembuat sake berharap pengakuan ini akan semakin meningkatkan perekonomian ekspor Jepang.

Read More : GLOBAL NEWS Tim Kamala Harris Bertemu Pemimpin Muslim AS yang Kecewa Dukungan Israel

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Isiba, merasa senang atas pengakuan ini dan memberikan penghargaan kepada semua pihak yang berkontribusi terhadap pelestarian tradisi tersebut.

Baca juga: Banyak Sekolah di Jepang yang Diliburkan, Kini Menjadi Akuarium, Pabrik Sake, atau Asrama

Delegasi Jepang merayakan pengumuman tersebut dengan gaya tradisional dengan memanggang kotak kayu cemara berisi sake.

“Bukan hanya identitas minumannya, tapi juga sejarah, budaya, dan keahlian yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu,” kata Kano.

Baca Juga: Soju vs Sake, Apa Bedanya?

Dengan status barunya sebagai Warisan Budaya Dunia, sake diharapkan semakin menjadi ikon global yang merangsang minat terhadap tradisi dan masakan Jepang. Dengarkan pilihan berita dan berita terkini kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *