Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Saksi Ahli di Praperadilan Tom Lembong: Stok Gula RI Menipis Kala Itu, dan Konsumsi Tinggi Jelang Lebaran - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Sports

Saksi Ahli di Praperadilan Tom Lembong: Stok Gula RI Menipis Kala Itu, dan Konsumsi Tinggi Jelang Lebaran

JAKARTA, KOMPAS.com – Tim kuasa hukum Thomas Trikasih Limbong atau Tom Limbong, tersangka dugaan korupsi impor gula, menghadirkan saksi ahli dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024).

Read More : Link Live Streaming Opening Ceremony Asian Games 2022 Malam Ini

Saksi pertama yang diperkenalkan adalah Anthony Beaudeoin, Direktur Jenderal Kajian Ekonomi Politik dan Kebijakan (PEPS).

Anthony membeberkan fakta krusial mengenai kondisi industri gula Tanah Air saat Tom Limbong menandatangani kebijakan impor gula saat menjabat Menteri Perdagangan pada 2015.

Dia menjelaskan, saat itu pasokan gula nasional sedang habis. Keadaan ini diperparah dengan tingginya konsumsi gula menjelang lebaran dan permintaan gula yang terus meningkat.

“Keadaan industri gula nasional pada tahun 2015 sangat memprihatinkan. Stok gula nasional terus menurun hingga Mei 2015 yang hanya tersisa sekitar 325.765 ton,” kata Anthony dalam penjelasannya kepada hakim.

Ia menambahkan: “Sementara konsumsi gula diperkirakan mencapai 400.000 ton pada Idul Fitri (1 Juli 2015), sehingga kita harus mewaspadai kekurangan gula.”

Baca juga: Tom Limbong Membaca Pengakuan Tertulis dari Penjara

Saat itu, harga Gula Kristal Putih yaitu GKP di konsumen juga terus meningkat sejak Maret 2015, kata Anthony.

Menurut Anthony, ada dua opsi untuk menambah pasokan GKP saat itu.

“Pilihannya ada dua, yaitu dengan mengimpor GKP (produk jadi) atau memproduksi gula pasir mentah (GKM) yang diolah secara lokal (di pabrik gula rafinasi) menjadi GKP,” jelasnya.

Read More : Shin Tae-yong Bicara soal Kesempatan Pemain Liga 1 di Timnas Indonesia

Dia mengklarifikasi, begitu pula dengan 52/2004. keputusan menteri perdagangan dan perdagangan no. Keputusan Menteri Perdagangan No. tidak mewajibkan defisit GKP ditutupi dengan impor GKP.

“Kekurangan GKP bisa diisi dengan pembuatan GKM di GKP,” kata Antony.

Sementara itu, kedua peraturan tersebut mengatur bahwa apabila defisit GKP ditutupi dari impor GKP, maka perusahaan yang berhak mengimpor adalah importir gula yang terdaftar (Kepmenperindag No. 52/2004) atau BUMN (Permendag No. 11/2015).

Baca juga: Tom Limbong kaget saat bersaksi online di sidang praperadilan

Perbedaan GKP dengan gula pasir rafinasi atau GKR adalah GKP digunakan untuk konsumsi umum, sedangkan GKR digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman.

Apabila persediaan (kekurangan) GKP ditutupi oleh jalur produksi, maka untuk mencegah kelebihan pasokan, produksi GKP di pabrik gula rafinasi dapat diwujudkan melalui tugas produksi.

Dijelaskannya, “Tugas produksi ini dilaksanakan melalui kontrak kerja sama produksi dengan GKP antara BUMN (perdagangan) titipan dengan pabrik gula rafinasi.”

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *