Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

Balaji School of Sports Science - Sri Balaji University, Pune

GLOBAL NEWS Setelah Bore-up Mesin, Apa Perlu Modifikasi CVT Skutik? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

GLOBAL NEWS Setelah Bore-up Mesin, Apa Perlu Modifikasi CVT Skutik?

JAKARTA, KOMPAS.com – Upgrade mesin skuter matic seperti bore-up menjadi salah satu cara untuk meningkatkan performa. Sekadar menyalurkan tenaga dari mesin ke roda, CVT juga perlu disetel, bukan diganti.

Read More : Orang Indonesia Masih Belum Paham Manfaat Pakai Helm Saat Berkendara

Dustin, pemilik bengkel Garage +62 di Jakarta Barat, mengatakan penyesuaian CVT pada mesin skutik modifikasi tidak terlalu banyak.

Penyesuaiannya hanya terdiri dari tiga komponen, yakni roller, pegas CVT, dan hub, kata Dustin kepada Kompas.com, baru-baru ini.

Baca juga: Mod Wuling Binguo Cipung tampil retro-futuristik

Roller disesuaikan dengan kebutuhan Anda, begitu pula CVT dan pegas tengah. Sedangkan untuk komponen lain seperti dual cam, cup CVT, ban, ikat pinggang, pakai saja yang bawaan pabrik.

“Harusnya standar, kalau diganti malah bikin (kendaraannya) aneh,” kata Dustin.

Bukan tanpa alasan Dustin menjajalnya dengan CVT yang dimodifikasi dan standar. Saat diuji di mesin dyno, hasilnya lebih mulus jika menggunakan CVT standar, tanpa grafis yang stuttering.

Read More : Tak Terima Diklakson, Pengendara Mobil Ini Acungkan Senjata Tajam

Baca juga: Kebiasaan Menelepon Kenalan Saat Ditilang Polisi, Pengaruh Keluarga

“Standar bagus, isi semua (tenaga dan torsi). Kalau dyno tidak melingkar, stabil,” kata Dustin.

Jadi, bagi yang mengganti mesin saat penarikan, tak perlu banyak ubahan di sisi CVT. Hanya standar default yang dapat digunakan, dan standar yang sesuai bahkan lebih baik. Dengarkan berita dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *