Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Studi Temukan Kenaikan Kasus Kanker Usus di Kalangan Generasi Muda - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Studi Temukan Kenaikan Kasus Kanker Usus di Kalangan Generasi Muda

KOMPAS.com – Jumlah kasus kanker usus besar di kalangan generasi muda terus meningkat, meski penyebab pasti peningkatan tersebut belum dapat dijelaskan.

Read More : Komitmen BPOM Percepat Perizinan Obat Terapi Kanker

Menurut Cancer Research UK, meskipun kanker ini masih lebih sering terjadi pada orang lanjut usia, namun peningkatan kasus pada orang di bawah 50 tahun di banyak negara menimbulkan kekhawatiran.

Menurut laporan peneliti yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Oncology, Inggris menjadi salah satu negara dengan peningkatan terbesar, dengan rata-rata peningkatan 3,6% per tahun.

Para peneliti juga mencatat bahwa faktor-faktor seperti pola makan yang buruk dan obesitas dapat berkontribusi terhadap peningkatan angka kanker usus besar.

Baca Juga: Bolehkah minum air kunyit saat perut kosong? Berikut ulasannya… Pola makan dan obesitas dapat meningkatkan risiko Anda

Para peneliti telah menemukan bahwa makan terlalu banyak daging olahan dan kurangnya serat dalam makanan dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

Studi yang dilakukan di 50 negara antara tahun 2007 dan 2017 menemukan bahwa 27 negara melaporkan peningkatan kasus di kalangan generasi muda.

Negara yang mengalami peningkatan tersebut ada yang merupakan negara maju, namun ada juga negara berkembang yang melaporkan hal serupa.

“Peningkatan kanker kolorektal stadium awal merupakan fenomena global,” kata Dr. Hyuna Sung, salah satu penulis penelitian tersebut.

“Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peningkatan ini terutama terjadi di negara-negara maju dan berpendapatan tinggi di Barat – namun kini juga terjadi di berbagai negara dan wilayah di seluruh dunia,” tambahnya.

Namun, faktor risiko seperti pola makan yang buruk, obesitas, konsumsi alkohol, dan merokok mungkin berperan dalam meningkatkan angka kanker usus besar.

Read More : Pelaku Rasisme ke Vini Jr Dijatuhi Hukuman Delapan Bulan Penjara

Selain itu, peningkatan deteksi, yang memungkinkan diagnosis pada usia lebih muda, juga dapat memainkan peran penting dalam tingginya jumlah kasus yang terdeteksi.

“Perbaikan dalam deteksi yang memungkinkan diagnosis pada usia lebih muda juga bisa menjadi faktor kunci dalam peningkatan angka ini,” kata Jon Shelton, juru bicara Cancer Research UK.

Baca juga: Apakah Teh Tanpa Gula Bisa Mengecilkan Perut? Demikian ulasannya.. Pentingnya mewaspadai gejala awal

Penting bagi masyarakat untuk mengetahui tanda dan gejala awal kanker usus besar, seperti adanya darah pada tinja.

Gejala kanker usus besar lainnya yang harus diwaspadai meliputi: Perubahan buang air besar yang terus-menerus, seperti lebih sering buang air besar, sakit perut, rasa tidak nyaman, atau kembung.

Jaga pola makan sehat, hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, serta kenali gejala awal agar bisa tertular penyakit ini sejak dini.

Melalui pendidikan dan deteksi yang lebih baik, dampak buruk kanker kolorektal yang semakin umum terjadi pada generasi muda dapat dikurangi. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita pilihan Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *