Artikel Cara Mengatasi Kecanduan Video Game pada Anak pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Belum lagi, ketika sebuah video game merilis event dengan durasi tertentu, anak-anak yang kecanduan akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain dari biasanya.
Hal ini merugikan anak secara fisik dan mental karena anak akan memaksakan diri untuk bermain meskipun dalam keadaan lelah.
Disadur dari CBT Professional, Minggu (7/7/2024) Kecanduan video game disebut juga dengan internet gaming disorder.
Sedangkan CBT Professionals merupakan website yang menyediakan layanan psikologi klinis untuk orang dewasa, anak-anak, pasangan, keluarga dan pihak ketiga di Australia.
Baca Juga: 8 Tanda Anak Kecanduan Game, Salah Satunya Suka Berbohong Benarkah Video Game Bikin Anak Kecanduan?
Pada tahun 2013, kelainan ini diusulkan untuk dimasukkan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM). Saat ini, kelainan tersebut merupakan bagian dari DSM-5.
DSM adalah panduan yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association yang mencantumkan tanda dan gejala dari ratusan kondisi kesehatan mental, termasuk kecemasan, depresi, gangguan makan, gangguan stres pascatrauma, dan skizofrenia.
Lantas adakah cara untuk mengatasi masalah anak kecanduan game? Cara mengatasi anak kecanduan game
Pemahaman dan pengobatan diagnosis baru ini masih dievaluasi.
Namun, terdapat bukti penelitian bahwa program terapi perilaku kognitif (CBT) bisa efektif membantu anak-anak yang kecanduan bermain video game.
Ada beberapa komponen program dalam CBT, antara lain edukasi tentang pro dan kontra video game, serta alat untuk mengatasi dorongan bermain video game dan mendorongnya untuk bermain.
Klinik Cleveland mencatat bahwa CBT termasuk dalam terapi bicara atau psikoterapi, dengan psikoterapi menjadi pilihan pengobatan utama untuk anak-anak dengan kecanduan video game.
Sekadar informasi, Klinik Cleveland adalah pusat medis akademis multispesialisasi nirlaba yang mengintegrasikan perawatan klinis dan rumah sakit dengan penelitian dan pendidikan.
Baca juga: 3 Alasan Gadget Bisa Bikin Pengguna Kecanduan 5 Tanda Anak Kecanduan Gadget, Salah Satunya Sakit Kepala
Psikoterapi adalah istilah untuk berbagai teknik terapi yang dirancang untuk membantu orang mengidentifikasi dan mengubah emosi, pikiran, dan perilaku yang mengganggu.
CBT adalah jenis psikoterapi khusus yang dapat digunakan untuk mengatasi kecanduan video game pada anak-anak. CBT adalah pendekatan pengobatan terstruktur dan berorientasi pada tujuan.
Dalam terapi ini, terapis atau psikolog akan membantu anak yang kecanduan bermain video game memeriksa pikiran dan emosinya.
Anak-anak akan memahami bagaimana pikiran mereka mempengaruhi perilaku mereka.
Melalui CBT, anak-anak dapat melupakan perilaku, obsesi, dan pemikiran negatif terkait video game. Mereka dapat belajar menerapkan pola pikir dan kebiasaan yang lebih sehat.
Artikel Cara Mengatasi Kecanduan Video Game pada Anak pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel SP NEWS GLOBAL 8 Tanda Anak Kecanduan Game, Salah Satunya Suka Bohong pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Berdasarkan laporan CBT Professionals, Minggu (7 Juli 2024), kecanduan yang disebut juga internet gaming disorder ini dapat membuat anak kesulitan berinteraksi dengan anak lain saat beraktivitas di dunia nyata.
Sedangkan CBT Professionals merupakan website yang menyediakan layanan psikologi klinis untuk orang dewasa, anak-anak, pasangan, keluarga dan lainnya di Australia.
Anak-anak yang kecanduan game juga mungkin kesulitan mengendalikan emosinya. Mereka akan beralih ke solusi sederhana untuk mengendalikan emosinya, seperti video game.
Baca juga: Benarkah Video Game Bisa Membuat Anak Ketagihan? 3 alasan mengapa alat mudah bergantung pada pengguna
Alih-alih mengatasi emosi yang mereka rasakan, anak-anak yang kecanduan memilih bermain video game sebagai selingan atau pelarian.
Tapi apakah anak-anak yang bermain video game setiap hari termasuk pecandu? Berikut tanda-tanda anak kecanduan game yang patut diwaspadai para orang tua. 1. Sangat menyenangkan untuk dimainkan
Video game adalah hiburan yang populer di kalangan orang dewasa dan anak-anak. Oleh karena itu, cukup sulit untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan cukup bermain.
Namun, bagian DSM-5 dari Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM) menyatakan bahwa anak-anak yang kecanduan bermain video game mungkin menghabiskan 8 hingga 10 jam sehari dan 30 jam seminggu untuk bermain.
DSM adalah panduan yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association yang menjelaskan tanda dan gejala dari beberapa ratus kondisi kesehatan mental, termasuk kecemasan, depresi, gangguan makan, gangguan stres pascatrauma, dan skizofrenia.
Pada tahun 2013, diusulkan untuk memasukkan Gangguan Permainan Internet ke dalam DSM. Saat ini, kelainan ini merupakan bagian dari DSM-5.
Baca juga: Memilih Game Asyik Saat Bermain di Game Center 2. Jangan Melakukan Aktivitas Lain
Pertanyaan penting untuk ditanyakan adalah apakah anak Anda melepaskan minat atau tanggung jawab lain untuk bermain video game.
Jika mereka berhenti mengerjakan pekerjaan rumah, berkumpul dengan teman, atau melakukan hobi lain seperti olahraga, kemungkinan besar anak Anda terlalu banyak bermain video game. 3. Emosional saat berpisah dari video game
Tanda hubungan yang tidak sehat dengan video game adalah jika anak Anda menjadi kesal, cemas, atau sedih saat Anda menghapus akses ke game tersebut.
Menurut Institute for Family Studies, anak-anak yang kecanduan video game juga bisa menjadi marah, mudah tersinggung, atau cemas ketika waktu bermain mereka terbatas.
Institute for Family Studies adalah situs penelitian dan pendidikan publik tentang pernikahan, kesejahteraan anak, dan pengasuhan anak di Amerika Serikat. 4. Saya tidak dapat membatasi waktu saya
Anak-anak yang kecanduan video game mungkin terus bermain dalam jangka waktu yang lama meskipun mereka tahu bahwa mereka perlu mengurangi waktu bermainnya.
Artikel SP NEWS GLOBAL 8 Tanda Anak Kecanduan Game, Salah Satunya Suka Bohong pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Benarkah Video Game Bisa Membuat Anak Kecanduan? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Sebenarnya ada banyak genre dalam video game yang bisa disesuaikan dengan keinginan seseorang.
Faktanya, saat ini ada video game virtual reality (VR) yang membawa Anda masuk ke dalam dunia game.
Baca juga: Parents, Ini 5 Cara Ampuh Atasi Kecanduan Gadget pada Anak
Namun jumlahnya yang berlebihan tidak baik bagi manusia, termasuk bermain video game.
Faktanya, sering bermain game bisa membuat ketagihan. Tentu saja hal ini cukup berbahaya jika yang terkena adalah anak-anak.
CBT Professionals melaporkan pada Minggu (7/7/2024) bahwa perilaku perjudian yang dilakukan anak-anak pada tahun 2013 menyebabkan direkomendasikannya istilah internet gaming disorder dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).
Faktanya, gangguan permainan internet ditambahkan ke gangguan terkait zat dan kecanduan yang merupakan bagian dari DSM-5.
Sedangkan CBT Professionals merupakan situs yang menyediakan layanan psikologi klinis di Australia untuk orang dewasa, anak-anak, pasangan, keluarga, dan pihak ketiga. Mengapa video game membuat ketagihan
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa gangguan permainan internet paling akurat diklasifikasikan sebagai gangguan kecanduan.
Faktanya, kesamaan telah ditemukan antara gangguan permainan internet dan kecanduan lainnya dalam cara sistem “hadiah” dopamin diaktifkan.
Dopamin adalah neurotransmitter yang membantu manusia merasakan kesenangan. Itu dilepaskan di otak saat Anda melakukan aktivitas yang menyenangkan.
Dengan kata lain, perilaku tersebut kemungkinan besar akan terulang lagi dan lagi. Dengan cara ini, dopamin memperkuat aktivitas yang menyenangkan.
Baca Juga: 3 Alasan Gadget Bikin Penggunanya Mudah Kecanduan Sebelum Menyerah, Simak Tips Cegah Anak Kecanduan Ponsel
Bermain dapat memberi anak rasa pencapaian.
Namun, mereka yang menderita gangguan permainan internet atau kecanduan video game mungkin kurang peka terhadap penghargaan, yaitu rasa pencapaian.
Oleh karena itu, mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk memainkan permainan tersebut, untuk merasa “dihargai” atau “berprestasi”. Perilaku inilah yang membentuk pola kecanduan.
Artikel GLOBAL NEWS Benarkah Video Game Bisa Membuat Anak Kecanduan? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>