Artikel Benarkah Jadi Donor Darah Bisa Sebabkan Anemia? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Namun ada satu kekhawatiran dalam melakukan donasi rutin, yaitu anemia atau kekurangan zat besi. Statistik dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa 35 persen donor darah rutin mengalami kekurangan zat besi.
Mendonorkan sel darah merah akan menghilangkan zat besi dari tubuh. Zat besi sendiri berperan besar dalam menjaga kadar hemoglobin dalam darah, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh organ.
Namun, menurut Dr. Justin Uskiewicz, wakil direktur medis Pusat Donor Darah di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, donor sel darah merah secara teratur dapat mengalami kekurangan zat besi jika mereka tidak melakukan tindakan pencegahan yang disarankan.
Baca Juga: Kebutuhan Darah Meningkat, PMI Tangsel Imbau Warga Lebih Aktif Donor Darah
“Donor darah rutin, yang tidak berusaha memenuhi kebutuhan zat besi melalui makanan atau multivitamin, lama kelamaan bisa mengalami kekurangan zat besi,” katanya.
Dokter akan mendiagnosis anemia jika kadar hemoglobin kurang dari 13 g/dl pada pria dan kurang dari 12 g/dl pada wanita.
Kita bisa mencegah anemia dengan mendonorkan darah. Hal ini termasuk menjaga simpanan zat besi yang cukup dengan mengonsumsi banyak makanan kaya zat besi (daging merah, sayuran hijau, kacang-kacangan) dan mengikuti interval donor darah yang dianjurkan.
Seseorang biasanya dapat mendonorkan darahnya setiap 12 minggu sekali atau maksimal 5 kali dalam setahun.
Jika semua tips ini diikuti, menjadi pendonor darah tidak perlu lagi khawatir akan anemia.
Baca Juga: Jangan Meremehkan Dampak Anemia pada Kehamilan dan Perkembangan Bayi Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Benarkah Jadi Donor Darah Bisa Sebabkan Anemia? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel MPASI Kaya Nutrisi, Kunci Pencegahan Anemia pada Balita pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Anemia pada bayi dan anak kecil dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan memori pada anak. Ini memiliki berbagai efek mulai dari kelemahan umum dan gangguan perkembangan motorik dan kekebalan.
Prof. Menurut penjelasannya, Rini Sekartini Sp.A. Anak penderita anemia terlihat kurang melakukan aktivitas fisik karena tubuhnya seringkali lemah.
“Anak-anak penderita anemia sering kali jarang bermain; banyak duduk Wajah mereka menjadi pucat.
Anemia pada ibu hamil juga dapat menyebabkan anemia pada anak. Namun, masa paling rentan terjadinya anemia defisiensi besi adalah pada usia anak mulai mendapat makanan pendamping ASI (MPASI).
Baca juga: 7 Rekomendasi WHO tentang Pemberian MPASI pada Anak
Prof. Menurut Rini, makanan yang dimakan anak-anak antara lain daging merah, Hati Hal ini terjadi karena tidak menyertakan sumber zat besi yang cukup, seperti kacang-kacangan dan sayuran hijau.
Zat besi yang berasal dari makanan hewani mengandung zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi non-besi yang berasal dari tumbuhan.
Penyebab lainnya adalah kurangnya makanan yang merangsang penyerapan zat besi. Vitamin C asam folat seng mineral vitamin B1; Faktor peningkatan penyerapan zat besi dapat ditemukan pada makanan atau minuman yang mengandung B6 dan B12.
“Asam fitat, tanin atau polifenol; Ibu perlu menghindari makanan yang menghambat zat besi, termasuk kalsium dan asam oksalat. Jadi jangan berikan bayi Anda teh atau kopi, karena bisa menghentikan penyerapan zat besi,” kata sang profesor. Rini
Anemia terjadi di daerah pedesaan dan perkotaan, ia memperingatkan. Oleh karena itu, suplementasi zat besi sangat diperlukan pada anak, terutama pada usia 0-2 tahun.
Bagi anak yang kadar Hbnya tidak meningkat meski sudah diberikan suplemen zat besi, pemeriksaan lanjutan oleh dokter anak diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain yang mendasarinya.
Anemia pada anak tidak hanya mengganggu perkembangan intelektualnya saja, namun dapat berlanjut hingga dewasa dalam jangka panjang.
Baca juga: Jangan Remehkan Dampak Anemia pada Kehamilan dan Tumbuh Kembang Bayi Simak berita dan pilihan khusus kami dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel MPASI Kaya Nutrisi, Kunci Pencegahan Anemia pada Balita pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>