Artikel Ketahui Tanda Ban Mobil Kempis Saat Dikendarai pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ada risiko jika terus mengemudi dengan ban kempes, seperti ban kempes dan kehilangan kendali. Lalu apa saja tanda-tanda ban kempes?
Harivano, pemilik bengkel dan bengkel ban bekas Cavas, Clayton, mengatakan pengemudi harus mengetahui jika ada perubahan dalam perasaan berkendara.
Baca juga: Perhatikan Tekanan Ban Mobil yang Ideal Sebelum Dibawa Liburan
Dari situ ban kempes akan mudah terdeteksi meski dalam mode berkendara, perhatikan dulu ayunan suspensi saat melintasi jalan agak kasar, demikian dilansir Harivano Kompas com, baru-baru ini.
Harivano mengatakan, rendahnya ban di bagian bawah mobil akan menyebabkan suspensi kendor dan sering menggelinding meski permukaan jalan tidak terlalu bergelombang.
Karena empuk, ban akan memantul ketika membentur beban mobil. Kalau ban normalnya empuk, kalau sudah terbiasa, bedanya, kata Harivano.
Baca Juga: Ban Mobil Bocor, Kapan Sebaiknya Ganti?
Harivano mengatakan, kondisi serupa juga bisa terjadi saat mobil berakselerasi atau berakselerasi sehingga mobil menjadi semakin tidak stabil.
“Saat menginjak gas biasanya ada tarikan atau tekanan, sehingga perpindahan gigi akan menggerakkan mobil jika ban kempes, begitu juga dengan rem,” kata Hrivano.
Jika terdeteksi kondisi tersebut, Harivano menyarankan agar pengendara segera mencari tempat aman untuk memeriksa kondisi ban. Jika ban kempes, sebaiknya Anda tidak meminta bantuan, atau melanjutkan perjalanan dengan menggantinya dengan ban serep. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Ketahui Tanda Ban Mobil Kempis Saat Dikendarai pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel [POPULER OTOMOTIF] Belajar dari Insiden Ambulans Bikin Macet, Sopir Sebaiknya Paramedis | Impresi Duduk Jadi Penumpang di MPV Listrik BYD M6 | Pemerintah Tantang Astra Produksi Mobil Listrik di Indone pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Tak lupa banyak masyarakat yang ingin mengetahui ajakan pemerintah kepada Astra untuk memproduksi mobil listrik di Indonesia. Selengkapnya simak artikel otomotif terpopuler Rabu (25/9/2024):
1. Pengemudi harus merupakan petugas medis yang mengetahui kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh kecelakaan tersebut
Insiden baru-baru ini yang melibatkan ambulans menyebabkan kemacetan lalu lintas. Peristiwa tersebut terekam dalam video dan dibagikan ke media sosial.
Video viral tersebut diunggah di Instagram oleh @dashcamindonesia pada Selasa (24/9/2024). Dalam rekaman video terlihat meminta ambulans menepi karena menimbulkan kemacetan. Tindakan darurat sedang diambil untuk merawat orang sakit di dalam.
Baca juga: Mengetahui Ambulans Bikin Kemacetan, Pengemudinya Harus Paramedis
2. Daihatsu Xenia menghadirkan ADS ke GIIAS Bandung dan menampilkan Rocky Crossfield.
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) akan memamerkan rangkaian produknya pada ajang GIIAS 2024 di Sudirman Grand Ballroom Bandung, Jawa Barat.
Keikutsertaan Daihatsu pada pameran yang bertemakan “Mengembangkan masa depan yang lebih baik” ini diyakini akan memberikan kontribusi bagi perkembangan industri otomotif Indonesia.
Baca Juga: Daihatsu Pamer Rocky Crossfield dan Datangkan Xenia ADS ke GIIAS Bandung
3. Kesan sebagai penumpang di MPV Elektrik BYD M6
Mengklaim statusnya sebagai kendaraan multiguna (MPV) listrik pertama di Indonesia, BYD M6 tampil mengesankan dengan gaya, fitur, dan harga yang kompetitif.
Namun, sebagai “mobil keluarga”, kenyamanan kursi baris kedua dan ketiga patut diperhatikan selain dekorasi eksterior dan interior, fitur, dan performa.
Baca Juga: Review Penumpang MPV Listrik BYD M6
4. Cara mudah mendeteksi ban kempes saat berkendara
Ban mobil kempes atau kurang angin bisa terjadi kapan saja. Sebab hal-hal seperti titik tajam bisa menyebabkan ban retak selama perjalanan. bisa jadi
Mengendarai mobil dengan ban kempes memang berbahaya, sehingga fitur ini kerap membuat pengemudi khawatir.
Baca Juga: Cara Mudah Mendeteksi Ban Kempes Saat Berkendara
5. Pemerintah mendukung Astra untuk memproduksi mobil listrik di Indonesia
Ali Murtopo Simbolon, Deputi Koordinator Perdagangan dan Industri Kementerian Perekonomian, meminta PT Astra International Tbk (ASII), grup besar otomotif nasional, meningkatkan produksi kendaraan listrik.
Hal ini disebabkan oleh janji pemerintah untuk mengurangi emisi sebesar 29 hingga 41 persen pada tahun 2030 dan pada akhirnya menjadi netral karbon pada tahun 2060.
Baca juga: Pemerintah dukung Astra produksi mobil listrik di Indonesia Untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com, pilih saluran berita favorit Anda: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel [POPULER OTOMOTIF] Belajar dari Insiden Ambulans Bikin Macet, Sopir Sebaiknya Paramedis | Impresi Duduk Jadi Penumpang di MPV Listrik BYD M6 | Pemerintah Tantang Astra Produksi Mobil Listrik di Indone pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kenapa Setelah Ban Ditambah Udara, Mobil Jadi Lebih Responsif? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Namun, menambahkan udara pada ban mobil yang kempes atau kurang angin dapat meningkatkan performa kendaraan.
Muchlis, pemilik Garasi Auto Service Sukoharjo, bengkel spesialis Toyota Mitsubishi, mengatakan menambahkan udara pada ban akan meningkatkan tekanan udara di dalamnya.
Baca juga: Tanda Tekanan Ban Mobil Rendah, Pengendara Harus Hati-hati
Tekanan ban mobil yang lebih rendah dari ketentuan dapat menambah beban kerja mesin, kata Machlis. Sebab, tarikannya terasa berat dan akselerasinya lambat.
“Jika tekanan udara ban rendah berarti gaya gesek antara tapak ban dengan permukaan jalan tinggi sehingga mempengaruhi kecepatan kendaraan, seperti melaju di atas pasir, sehingga akselerasi menjadi lambat dan juga sia-sia. . bahan bakar.” kata Muchlis baru-baru ini.
Menurut Machlis, penambahan udara sesuai tekanan udara, tergantung beban, membuat performa ban lebih baik. Sehingga tercipta tarikan yang proporsional.
Baca Juga: Begini Cara Akselerasi Scoopy Lebih Responsif Tanpa Modifikasi ECU
“Kalau tekanan udaranya pas, roda lebih mudah berbelok, tapi kalau rata, butuh tenaga lebih untuk memutarnya, sehingga pengemudi harus mendorong gas lebih dalam,” kata Muchlis.
Namun, Machlis mengatakan konsumen tidak bisa langsung menambahkan angin pada ban jika dirasa mobil kurang responsif.
“Produsen menetapkan standar tekanan udara pada ban mobil berdasarkan bebannya, dan setiap mobil berbeda-beda berdasarkan jenis mobil dan beban yang dibawa,” kata Muchlis.
Machlis mengatakan, informasi tekanan ban ditempel di pilar kanan pintu depan agar konsumen memperhatikan dan memantau penggunaannya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstall.
Artikel Kenapa Setelah Ban Ditambah Udara, Mobil Jadi Lebih Responsif? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>