Artikel Banjir Spanyol Tewaskan 230 Orang, 100.000 Warga Demo di Valencia pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Demonstrasi tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian protes sejak banjir terburuk di Spanyol dalam satu generasi melanda bulan lalu.
Pemerintah pusat dan daerah dikritik karena terlambat merespons banjir pada 29 Oktober 2024 yang menghancurkan rumah, toko, dan menyapu ribuan mobil.
Baca juga: Banjir di Spanyol memaksa Inggris mengirimkan jeruk dari belahan bumi selatan
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang menuntut kepala pemerintahan Valencia, Carlos Mazon, mengundurkan diri atau dipenjara karena terlambat mengeluarkan peringatan bencana.
“Ada apa?” Ketidakmampuan. Itu sebabnya kami ada di sini karena masih banyak orang tidak kompeten yang masih dibayar,” kata pengunjuk rasa Raquel Ferrandis kepada AFP.
Seorang guru berusia 55 tahun dari Paiporta – salah satu kota yang paling parah terkena banjir – membawa spanduk untuk mengenang ibu temannya, yang meninggal dalam banjir.
Beberapa warga baru menerima peringatan lewat ponsel setelah air menggenangi jalanan.
Beberapa kota tidak menerima bantuan negara selama berhari-hari dan harus bergantung pada sukarelawan untuk mendapatkan makanan, air, dan perlengkapan kebersihan.
Baca juga: Pemda Valencia Akui Kesalahan Tangani Banjir Mematikan Spanyol 2.500 Tentara Spanyol Dikerahkan di Daerah Terdampak Banjir
Para pengunjuk rasa juga mengkritik pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, yang dituduh tidak bersikap tegas dalam menanggapi bencana tersebut.
Penanggulangan bencana di Spanyol merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, namun pemerintah pusat juga diperbolehkan memberikan bantuan kepada daerah dan bahkan mengambil kendali dalam beberapa kasus ekstrim.
Para pengunjuk rasa juga mengejek pemerintah Valencia karena hanya mengeluarkan peringatan 12 jam setelah badan meteorologi Spanyol memperingatkan akan tingginya curah hujan dan banjir.
“Jika masyarakat diperingatkan sejak dini, jika mereka mempunyai sarana, hal ini tidak akan terjadi,” kata Juan Carlos Ribes, yang datang ke demonstrasi tersebut dari sebuah kota sekitar 50 kilometer ke arah selatan.
Baca juga: Usai Berlumuran Lumpur, Raja dan Ratu Spanyol Akan Kembali Kunjungi Korban Banjir Valencia. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://vvv.vhatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Banjir Spanyol Tewaskan 230 Orang, 100.000 Warga Demo di Valencia pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Pemda Valencia Akui Kesalahan dalam Tangani Banjir Spanyol yang Mematikan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Banjir 29 Oktober tercatat menewaskan 216 orang di sana.
Kemarahan kepada pihak berwenang atas kesalahan manajemen sebelum dan sesudah banjir melanda Spanyol, memberikan tekanan khusus pada pemimpin Valencia, Carlos Mazzon.
Baca juga: Kapolres Spanyol Sembunyikan Uang Rp335 Miliar di Dinding Rumahnya, Diduga Terlibat Peredaran Narkoba
“Saya tidak akan menyangkal kejahatan tersebut. Saya tidak akan menghindari tanggung jawab apa pun,” kata Carlos Mazon kepada parlemen regional dalam pidatonya, menurut AFP.
Banyak penduduk yang tinggal di kota-kota yang dilanda lumpur mengeluh tidak mendapatkan makanan dan air selama berhari-hari dan lebih bergantung pada sukarelawan daripada bantuan pemerintah.
Sebagai ketua daerah, Mzon juga meminta maaf kepada siapapun yang merasa bantuan tidak datang atau tidak cukup.
Saat dia berbicara, puluhan pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung, mencemooh dan meneriakkan slogan-slogan yang menuntut pengunduran dirinya dan menyebutnya pembohong.
Pemerintah pusat menegaskan penyelamatan dan rekonstruksi harus diutamakan daripada menyelidiki kelemahan negara dan menuntut akuntabilitas politik segera.
Namun Partai Sosialis tampaknya telah melampaui batas pada hari Jumat, menuntut Partai Rakyat yang konservatif menggulingkan Mazon, membentuk pemerintahan daerah baru yang fokus pada pemulihan dan mengadakan pemilihan umum awal tahun depan.
Mazon sendiri menyatakan akan memimpin pemulihan ini dengan penuh tekad dan tidak akan mencalonkan diri lagi pada tahun 2027 jika gagal.
Baca juga: Usai Dilempari Lumpur, Raja dan Ratu Spanyol Akan Kembali Kunjungi Korban Banjir Valencia
Di Spanyol yang terdesentralisasi, pemerintah daerah memimpin tanggap bencana, namun pihak berwenang di Madrid dapat menyediakan sumber daya dan mengambil alih pengelolaan dalam kasus-kasus ekstrem.
Kritikus mempertanyakan efektivitas sistem peringatan di wilayah Valencia, yang dalam beberapa kasus hanya menjangkau telepon warga ketika banjir telah menggenangi kota.
Pemerintahan tengah yang dipimpin oleh Partai Sosialis mengatakan pemerintah konservatif yang dipimpin oleh Mazon bertanggung jawab karena tidak mengeluarkan peringatan dini.
Dengarkan berita terkini dan kompilasi berita langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Pemda Valencia Akui Kesalahan dalam Tangani Banjir Spanyol yang Mematikan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel KBRI Madrid Salurkan Bantuan untuk WNI yang Terdampak Banjir di Valencia pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>MADRID, KOMPAS.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Madrid bekerjasama dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di Valencia menyalurkan bantuan materi kepada 8 WNI yang terkena virus di Sedavi, Valencia.
Bantuan berupa makanan, pakaian (piyama dan kaos kaki), bantal, selimut, perlengkapan mandi, alat kebersihan, dan kompor gas. Dukungan ini berasal dari pemerintah Indonesia dan sumbangan dari WNI di Valencia.
Akibat pembatasan akses, perjalanan yang dulu hanya memakan waktu 15 menit dari pusat kota Valencia ke Sedavi kini memakan waktu hingga satu jam.
Baca selengkapnya: 2.500 tentara Spanyol dikirim ke daerah yang diserang marinir
Banjir bandang yang terjadi pada 29 Oktober 2024 melanda Spanyol bagian timur, khususnya di Valencia, Castellon, dan Alicante. Hingga 6 November 2024, banjir telah memakan korban jiwa lebih dari 200 orang, dan 89 orang hilang.
Dr Muhammad Najib, Duta Besar RI untuk Madrid, mengatakan keamanan WNI Bersorak di Spanyol menjadi prioritas utama KBRI Madrid.
Kata Dubes Najib dalam siaran pers yang diperoleh Kompas.com, Kamis (7/11/2024).
Ia pun menyampaikan apresiasinya atas persatuan masyarakat Indonesia di Valencia yang turut membantu sesama.
Berdasarkan informasi KBRI Madrid, terdapat sekitar 1.800 WNI yang tinggal di Pen, dimana 200 diantaranya berada di wilayah Valencia.
KBRI menghimbau WNI yang berada di wilayah tersebut untuk berhati-hati, dan masyarakat Indonesia harus menghindari daerah rawan banjir.
Baca Juga: Carlo Ancelotti, Diego Simeone dan Hansi Flick Buka Suara Soal Banjir Spanyol
Kontak darurat
Untuk situasi darurat terkait bencana ini, KBRI Madrid menyediakan nomor telepon yang dapat Anda hubungi di +34 619 312 380. Dengarkan berita terkini dan pilih berita langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel KBRI Madrid Salurkan Bantuan untuk WNI yang Terdampak Banjir di Valencia pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Banjir Bandang Terjang Valencia, 51 Orang Tewas, Puluhan Rumah Hancur pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Bencana ini tidak hanya menyapu bersih mobil dan rumah, namun jalur transportasi lokal dan infrastruktur juga melemah.
Layanan darurat Spanyol melaporkan bahwa anak-anak termasuk di antara korban tewas.
Baca juga: Para penggembala di Chad menghadapi kerusakan akibat kekeringan dan banjir
Seperti dilansir Sky News, banjir bandang membuat warga di beberapa desa terjebak di rumahnya, sedangkan banjir sungai di Letur menggenangi sekitar 30 orang yang harus diselamatkan dengan helikopter.
Video di media sosial menunjukkan warga bergelantungan di pohon atau menempel di atap rumah untuk menghindari amukan air banjir.
Pejabat setempat mengimbau warga di daerah yang terkena dampak untuk tinggal di rumah dan menghindari perjalanan yang tidak perlu.
Ricardo Gabaldón, walikota Utiel di wilayah Valencia, menggambarkan situasi terkini di wilayahnya.
“Kami terjebak seperti tikus. Mobil dan kontainer hanyut terbawa banjir dan ketinggian air naik tiga meter, ujarnya.
Banyak warga yang putus asa mencoba menghubungi radio dan layanan darurat untuk meminta bantuan atau mencari kerabat yang hilang.
Transportasi di kawasan itu juga sangat terganggu, beberapa ruas jalan terendam banjir.
Baca juga: Jenazah Terapung di Laut Jepang, Diduga Korban Banjir Hilang 10 Hari
Sebuah kereta berkecepatan tinggi dengan hampir 300 penumpang terjebak di dekat Malaga karena cuaca buruk.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Baca juga: Banjir Kuala Lumpur Malaysia, Sidang Parlemen Ditunda, Anak Kecil Duduk di Meja
Ratusan tentara Spanyol kini dikerahkan untuk membantu evakuasi dan penyelamatan di daerah yang terkena dampak paling parah. Dengarkan berita terbaru kami dan pilih langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Banjir Bandang Terjang Valencia, 51 Orang Tewas, Puluhan Rumah Hancur pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>