Artikel Biasa Jadi Lawan, Lee Yong-dae Senang Setim dengan Hendra Setiawan di BDMNTN-XL pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Laga eksibisi BDNTN-XL dengan beberapa pemain bintang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, mulai 31-3 Oktober. November 2024.
Lee Yong-dae dan Hendra Setiawan tergabung dalam tim Rockets bersama Yeo Jia Min (Singapura), Kodai Naraoka (Jepang), Chen Tang Jie (Malaysia), Tse Ying Suet (Hong Kong) dan Mayu Matsumoto (Jepang).
Saat Lee Yong-dae terjun di ganda putra, ada empat pemain yakni Jung Jae-sung, Yoo Yeong-seong, Ko Sung-hyun, dan Kim Gi-jung.
Baca juga: Lee Yong-dae Diundang Hidupkan BDNTN-XL di Suasana Istora
Ia juga kerap bertengkar dengan Hendra Setiawan. Saat Lee Yong-dae dipasangkan dengan Yoo Yeon-seong, Hendra Setiawan tampil sebanyak 13 kali berpasangan dengan Mohammad Ahsan.
Setelah berkali-kali menjadi lawan, Lee Yong-dae mendapat kesempatan berteman dengan Hendra Setiawan di BDNTN-XL.
Ia pun bersemangat dan mengaku momen ini akan menjadi kenangan indah baginya.
“Senang sekali. Entah hubungan atau chemistrynya nanti seperti apa. Tapi kalau hasilnya bagus, itu akan menjadi kenangan yang sangat bagus buat saya,” kata Lee Yong-dae kepada Kompas.com di Istora, Rabu (30/10/2024).
Selain itu, Lee Yong-dae juga memuji Hendra Setiawan sebagai pemain hebat karena tetap bermain di level tertinggi meski usianya tak lagi muda.
Baca Juga: Update BWF World Tour Finals 2024: 3 Wakil Indonesia Masih Berpeluang
“Saya merasakan banyak persaingan dengan Hendra Setiawan karena kami sering bertemu, tapi di saat yang sama saya juga mengaguminya karena sekarang dia sudah bermain lebih lama dari saya.”
“Jadi dia pemain yang sungguh luar biasa, dia pemain hebat, legenda hidup,” ujarnya.
Duet Lee Yong-dae dan Hendra Setiawan diperkenalkan pada hari pertama BDNTN-XL kemarin. Mereka berdua bermain bersama juara ganda putri Olimpiade Rio 2016 Misaki Matsutomo (Jepang).
Lee Yong-dae dan Hendra Setiawan akan kembali bermain dalam duel 3:3 dengan Tse Ying Suet (Hong Kong).
Mereka akan menghadapi Ong Yew Sin (Malaysia), Seo Seung-jae (Korea Selatan) dan Toh Ee Wei (Malaysia) dari Blitzers.
Rockets dan tiga tim lainnya yaitu Blitzers, Hurricanes dan Lighting akan bermain dalam format tim di BDMTN-XL dengan tambahan duel 3v3.
Selain Lee Yong-dae dan Hendra Setiawan, Viktor Axelsen, Greysia Polii, Ratchanok Intanon, dan Aaron Chia / Soh Wooi Yik juga turut hadir dalam kompetisi ini. Dengarkan berita dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Biasa Jadi Lawan, Lee Yong-dae Senang Setim dengan Hendra Setiawan di BDMNTN-XL pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Wawancara Eksklusif Lee Yong-dae: Istora Rumah Kedua, Bahas Shin Tae-yong pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Selain Lee Yong-dae, BDMNTN-XL juga menghadirkan Viktor Axelsen, Ratchanok Intanon, Yuta Watanabe, Kunlavut Vitidsarn, Greysia Polii, dan Hendra Setiawan.
BDMNTN-XL mempunyai sistem pertandingan grup yang mempertemukan empat tim yaitu Rockets, Blitzers, Lightning dan Hurricanes.
Empat tim akan memainkan tiga babak dengan format round-robin dan dua grup teratas akan melaju ke final kejuaraan pada Minggu (11 Maret 2024).
Baca juga: BDMNTN-XL: Lee Yong-dae Kenang Masa Lalu, Istora Seperti Rumah Kedua
Lee Yong-dae merupakan anggota tim Rockets bersama Hendra Setiawan, Yeo Jia Min (Singapura), Kodai Naraoka (Jepang), Chen Tang Jie (Malaysia), Tse Ying Suet (Hong Kong) dan Misaki Matsutomo (Jepang).
Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com di Istora Senayan, Rabu (30 Oktober 2024), Lee Yong-dae mengungkapkan perasaannya bisa kembali bermain di Istora.
Peraih medali emas ganda campuran Olimpiade Beijing 2008 itu pun mengungkapkan kekagumannya pada Hendra Setiawan.
Tak hanya itu, Lee Yong-dae juga menyoroti performa timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih Korea Shin Tae-yong.
Berikut wawancara Kompas.com dengan Lee Yong-dae:
Baca Juga: Hendra Setiawan Nikmati Duel 3v3 di BDMNTN-XL, Menarik Karena Kematian Mendadak
Setelah pensiun, kalian kembali ke lapangan dan bertemu kembali dengan pemain lain di BDMNTN-XL. Bagaimana pendapat kalian mengenai ajang ini?
Saya sangat senang bisa kembali turun ke lapangan di turnamen internasional, khususnya di Jakarta. Saya sangat menantikan turnamen ini.
Anda telah memenangkan banyak gelar di Istora. Bagaimana rasanya kembali ke “rumah bulu tangkis”, rindu sorakan para penggemar?
Saya masih ingat kenangan indah tentang sorak-sorai dan suasana di Istora. Jadi saya senang bisa menghidupkannya kembali. Sebenarnya sudah lama sekali saya tidak ke Istora. Beberapa hal telah banyak berubah sehingga pada saat yang sama tampak baru bagi saya. Saya juga sangat senang.
Baca Juga: Candaan Hendra Setiawan di BDMNTN-XL: Main 40 Menit Melelahkan, Pemain Malaysia Solusinya
Momen apa yang paling berkesan bagimu di Istora?
Tentu saja tepuk tangan meriah dari para penggemar, terutama saat saya mencapai final. Sorakannya, saya hampir bisa merasakan seluruh stadion berguncang. Jadi itulah salah satu kenangan yang tidak bisa saya lupakan sepanjang karir profesional saya.
Artikel Wawancara Eksklusif Lee Yong-dae: Istora Rumah Kedua, Bahas Shin Tae-yong pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kelakar Hendra Setiawan di BDMNTN-XL: Capek Main 40 Menit, Pemain Malaysia Jadi Solusi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Lee Yong-dae (Korea Selatan); Yeo Jia Min (Singapura); Kodai Naroka (Jepang); Chen Tang Jie (Malaysia); Tse Ying Soot (Hong Kong) dan Misaki Matsutomo (Jepang) adalah bagian dari tim Hendra Rockets. .
BDMNTN-XL menghadirkan pertandingan tim dengan duel 3v3 yang dimodifikasi di pertandingan final.
Berbeda dengan turnamen bulu tangkis pada umumnya, Setiap pertandingan di BDNTN-XL terdiri dari empat periode yang masing-masing berdurasi 10 menit.
Sambil tertawa, Hendra mengaku lelah setelah bermain selama 40 menit. Namun, langkah cerdas Chen Tang Jie di lapangan membantu mereka.
Baca juga: Lee Yong-dae rindu suasana Istora yang menghidupkan BDMNTN-XL
Melelahkan, tapi untung mereka punya cover saya, kata Hendra kepada media termasuk Kompas.com sambil tersenyum.
Hendra adalah Ong Yoo Sin (Malaysia); Hendra bermain bersama Lee Yong-dae dan Tse Ying Soot saat bermain imbang 3-3 melawan tim Blitzers yang beranggotakan Seo Seung-jae (Korea Selatan) dan Toh Ee Wee (Malaysia).
Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan juara dunia empat kali itu menilai 3v3 perlu mendapat perhatian lebih karena laju permainannya yang terlalu cepat.
“Menurut saya three-on-three itu menarik. Kecepatannya lebih cepat. Kalau latihan biasanya ganda putra, tapi di sini ada putri,” kata Hendra.
Baca juga: Tokoh Antagonis Lee Yong-dae Senang Gabung Hendra Setiawan di BDMNTN-XL.
Dengan kata lain, Anda harus memikirkan posisi Anda, penempatan bola. Anda harus fokus karena bola datang dengan cepat, katanya.
Selain tim Rockets, BDMNTN-XL adalah Lightning, Ada tiga tim lain yang disebut Blitzers dan Hurricanes.
Viktor Axelsen (Denmark) untuk tim Lightning; Rachanok Intanon (Thailand); Ashwini Ponnappa (India); Gracia Poli (Indonesia); Yuta Watanabe (Jepang); Kuat dari Tang Chun Man (Hong Kong) dan Soh Woi Yik (Malaysia). . )
Sedangkan Kunlawut Witidsern (Thailand); Toh Ee Wee (Malaysia); Pornpawi Kochuang (Thailand); Alexandra Boje (Denmark); Sabar Karyaman Gutama (Indonesia); Seo Seung-jae (Korea Selatan) dan Ong Yoo Sin (Malaysia); Tinggal di grup Blitzer.
Lee Cheuk Yiu (Hongkong); Aya Ohori (Jepang); Selena Peek (Belanda); Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia); Aaron Chia (Malaysia); Badai dipimpin oleh Matthias Christiansen (Denmark) dan Teo Ee Yi (Malaysia). Dengarkan berita langsung dan cerita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kelakar Hendra Setiawan di BDMNTN-XL: Capek Main 40 Menit, Pemain Malaysia Jadi Solusi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Main Bareng Juara Dunia, Sabar Karyaman Petik Pengalaman di BDMNTN-XL pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Hal terbaiknya adalah saya bisa bekerja sama dengan Seo Seung-ja dan rekan setim tetap saya,” kata Sabor menjawab pertanyaan Kompas.com di Istora, Minggu (3/11/2024).
Sabar mengatakan tampil di BDMNTN-XL merupakan pengalaman berharga baginya. Ia berharap bisa mengikuti jejak pemain bintang lainnya.
“Ini jelas merupakan pengalaman yang tidak bisa Anda beli di mana pun, terutama karena kami bekerja dengan pemain asing.”
Baca Juga: Addict BDMNTN-XL, Hendra Setivan dan Lainnya Ingin Main Lagi Tahun Depan.
Mantan pemain klub itu menambahkan: “Luar biasa, saya berharap kegigihan, disiplin, dan permainannya ditransfer ke saya secara pribadi.”
Sementara itu, Seo Seung-jae senang berkompetisi di BDMNTN-XL karena bisa dipasangkan dengan pemain global lainnya.
“Merupakan pengalaman menarik bermain dengan pemain dari negara lain,” katanya.
BDMNTN-XL menampilkan pertandingan antara empat tim yang masing-masing terdiri dari tujuh pemain. Bintang bulutangkis yang berpartisipasi: Viktor Axelsen, Hendra Setiavan, Ratchanok Intanon, Yuta Watanabe, Aaron Chia dan Gracia Poli.
Baca juga: BDMNTN-XL: Lee Yong Dae Kenang Masa Lalu, Estora Sebagai Rumah Kedua
Setiap tim akan bertanding dalam format round-robin, dengan dua tim maju ke final hari ini.
Dua tim yang berhasil mencapai final adalah Blitzers dan Hurricanes. Blitzer akan diperkuat oleh Kunlawut Witidsarn (Thailand), To Yi Wei (Malaysia), Pornpawi Kochuwong (Thailand), Alexandra Boje (Denmark), Sabor Kariman Gutama (Indonesia), Seo Seung Jae (Korea Selatan) dan On Yoo Sin (Indonesia ). Malaysia).
Sedangkan skuad Hurricanes antara lain Lee Chek Yew (Hong Kong), Aya Ohori (Jepang), Selena Piek (Belanda), Gloria Emmanuel Wijaya (Indonesia), Aaron Chia (Malaysia), Mathias Christiansen (Denmark) dan Theo Yi Yi. . (Malaysia). Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan WhatsApp sudah terinstal.
Artikel Main Bareng Juara Dunia, Sabar Karyaman Petik Pengalaman di BDMNTN-XL pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Ketagihan BDMNTN-XL, Hendra Setiawan dkk Ingin Main Lagi Tahun Depan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Bagus juga untuk bulu tangkis ke depan, jadi makin banyak yang nonton makin bagus. Kalau tahun depan mereka mengundang kami lagi, kami siap,” kata Hendra kepada media seperti Kompas.com di Istora, Jakarta, Sabtu. 11/2024).
Chen Tang Jie (Malaysia), Tse Ying Suet (Hong Kong), Tang Chun Man (Hong Kong) dan Yuta Watanabe (Jepang) juga bersemangat untuk kembali menjadi tuan rumah BDMNTN-XL.
Pertandingan seru seperti ini bisa menunjukkan semangat tim. Kami merasa senang dan bersemangat,” kata pemain ganda campuran itu.
Baca Juga: BDMNTN-XL: Lee Yong Dae mengenang masa lalu, Istora ibarat rumah kedua
Sementara itu, peraih medali emas ganda putri Tokyo 2020 Gracia Poli masih ragu-ragu karena raketnya ditangguhkan.
Gracia sangat ingin menunjukkan kemampuannya di lapangan, namun dia tahu dia membutuhkan waktu untuk bersiap dan menyamai level para pemain yang masih aktif.
“Entahlah hahaha… jujur aku capek banget. Maksudku, aku rindu pertandingan-pertandingan intens seperti ini, bukan hanya eksibisinya saja,” kata Gricia.
“Tapi di saat yang sama saya harus bersiap. Saat saya bermain, saya lelah secara fisik. Sepertinya saya mencetak satu poin kemarin, alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Bisa berirama dengan teman-teman. Masih aktif bermain, saya terkesan, “tapi itu tidak cukup untuk memenangkan pertandingan.”
Baca Juga: Hendra Satyavan Nikmati Duel 3v3 di BDMNTN-XL, Menarik Karena Mati Mendadak
Empat tim, Rockets, Blitzers, Lightning dan Hurricanes bersaing. Setiap tim terdiri dari tujuh pemain dari negara berbeda.
Hendra Setiawan adalah anggota Rocket bersama Lee Yong Dae (Korea Selatan), Yeo Jia Min (Singapura), Kodai Naraoka (Jepang), Chen Tang Ji (Malaysia), Tse Yang Swet (Hong Kong) dan Misaki Matsutomo (Jepang). tim
Sedangkan Greysia Polii tergabung dalam tim Lightning bersama Viktor Axelsen (Denmark), Ratchanok Intanon (Thailand), Ashwini Ponnappa (India), Yuta Watanabe (Jepang), Tang Chun Man (Hong Kong) dan Soh Woi Yik (Malaysia). .
Tim Hurricanes terdiri dari Lee Chok Yiu (Hong Kong), Aya Ohuri (Jepang), Selena Peek (Belanda), Gloria Emmanuel Wijaja (Indonesia), Aaron Chia (Malaysia), Matthias Christiansen (Denmark) dan Theo Ye Yee (Malaysia) . . ).
Semua tim berkompetisi tiga kali dalam format round-robin, dengan dua tim teratas lolos ke final untuk merebut gelar.
Dua tim yang pasti lolos ke final adalah Blitzers dan Hurricanes. Final BDMNTN-XL akan digelar di Istora Senayan, Minggu (3/11/2024) pukul 11.00 WIB. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Ketagihan BDMNTN-XL, Hendra Setiawan dkk Ingin Main Lagi Tahun Depan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel BDMNTN-XL: Lee Yong-dae Teringat Masa Lalu, Istora seperti Rumah Kedua pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Lee Yong-dae menjadi bagian dari acara BDMNTN-XL yang menampilkan para pemain bulu tangkis di Istora Senayan, Jakarta, mulai 31 Oktober hingga 3 November 2024.
Selain Lee Yong-dae, BDMNTN-XL juga menampilkan Hendra Setiawan, Greysia Polii, Viktor Axelsen, Ratchanok Intanon, Yuta Watanabe, serta Aaron Chia dan Soh Wooi Yik.
Laporan dari BWF, Lee Yong-dae terakhir kali berkompetisi di Senayan History di Indonesia Masters 2020 saat berpasangan dengan Kim Gi-jung.
Baca juga: Biasa Sebagai Penerus, Lee Yong-dae Senang Gabung Hendra Setiawan di BDMNTN-XL.
Empat tahun berlalu, Lee Yong-dae merasa senang bisa kembali menunjukkan aksinya di Istora yang masih menyimpan sejarah pebulu tangkis Tanah Air.
Baginya, tepuk tangan para penggemar yang datang ke Istora untuk menyaksikan BDMNTN-XL mengingatkannya pada masa-masa ia masih aktif bermain.
Lee Yong-dae berkata: “Senang sekali bisa tampil lagi di Istora, saya sangat senang tapi di saat yang sama saya kewalahan. Saya merasa tepuk tangan penonton masih sama seperti saat saya bermain sebelumnya. media seperti KOMPAS.com di Istora, Jumat (1/11/2024).
Sebelum hal itu terjadi, Lee Yong-dae juga mengungkapkan bahwa dukungan yang ia terima setiap berkompetisi di Jakarta membuatnya merasa Istora seperti rumah kedua.
Baca Juga: Hendra Setiawan dari BDMNTN-XL Bercanda: Capek Main 40 Menit, Pemain Malaysia Jawabannya
Benar karena dukungan yang saya dapat, Istora sudah seperti rumah kedua bagi saya. Selain itu, banyak hasil bagus yang saya dapatkan di sana. Saya kira itu tidak akan terjadi tanpa dukungan suporter, ujarnya.
BDMNTN-XL menampilkan pertarungan antara empat tim, Rockets, Blitzers, Lightning dan Hurricanes, masing-masing dengan tujuh pemain.
Tim Rockets beranggotakan Hendra Setiawan, Lee Yong-dae (Korea Selatan), Yeo Jia Min (Singapura), Kodai Naraoka (Jepang), Chen Tang Jie (Malaysia), Tse Ying Suet (Hong Kong), dan Misaki Matsutomo (Jepang) . )
Tim Lightning beranggotakan Viktor Axelsen (Denmark), Ratchanok Intanon (Thailand), Ashwini Ponnappa (India), Greysia Polii (india), Yuta Watanabe (Jepang), Tang Chun Man (Hong Kong), dan Soh Woi Yik (Malaysia ). ). )
Sedangkan Kunlavut Vitidsarn (Thailand), Toh Ee Wei (Malaysia), Pornpawee Cochuwong (Thailand), Alexandra Boje (Denmark), Sabar Karyaman Gutama (Indonesia), Seo Seung-jae (Korea Selatan), dan Ong Yew Sin (Malaysia) rumah bagi tim Blitzers.
Lee Cheuk Yiu (Hong Kong), Aya Oori (Jepang), Selena Piek (Belanda), Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia), Aaron Chia (Malaysia), Mathias Christiansen (Denmark), dan Teo Ee Yi (Denmark) bek tim Hurricanes . Malaysia).
Keempat tim ini akan bermain tiga kali dengan sistem satu round robin dan dua tim teratas akan bertanding di final untuk memperebutkan piala pada Minggu (3/11/2024). Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel BDMNTN-XL: Lee Yong-dae Teringat Masa Lalu, Istora seperti Rumah Kedua pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Sabar Karyaman, Kunlavut, dkk Juara BDMNTN-XL, Raih Total Rp 7,5 Miliar pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Para blitzer didukung oleh Kunlawut Witidsarn (Thailand), Tho Ee Wei (Malaysia), Pornpawi Kochuwong (Thailand), Alexandra Boye (Denmark), Sabar Karjaman Gutama (Indonesia), Seo Seung Jae (Korea Selatan) dan Ong Yu Sin () . Malaysia).
Mereka berada 7 di atas Storm yang berisi pemain seperti Lee Cheuk Yiu (Hong Kong), Aya Ohori (Jepang), Selena Piek (Belanda), Gloria Emmanuel Wijaya (Indonesia), Aaron Chia (Malaysia), Mathias Christiansen (Denmark). dimenangkan oleh :2. ) dan Teo Ee Yee (Malaysia).
Pelatih tim Blitzers, Patapol Ngernsrisuk, membeberkan strategi kemenangan timnya di Istoria.
Baca Juga: Menghadapi Juara Dunia, Karjaman Sabar Menimba Pengalaman di BDMNTN-XL
“Semua pemain bisa memberi saya masukan, ide dan ini menjadi dasar penting dalam menyusun strategi,” ujarnya kepada media, termasuk Kompas.com.
Sementara itu, pemain ganda Korea Selatan Seo Seung-Jae mengatakan timnya membangun chemistry dengan cepat sehingga mereka bermain keras hingga meraih kemenangan.
“Ini pertama kalinya sebagai sebuah tim, tapi chemistrynya sangat bagus. Kami bersemangat untuk bekerja sama dan memenangkan kejuaraan,” kata juara dunia 2023 itu.
Tim Blitzers meraih hadiah uang sebesar USD 479.000 atau sekitar Rp 7,5 miliar.
Baca Juga: Pecandu BDMNTN-XL Hendra Setiawan dan Lainnya Ingin Main Lagi Tahun Depan
Sedangkan runner-up mendapat total US$214.000 atau Rp3,3 miliar. Dua tim lagi, Rockets dan Lightning, akan menerima hadiah.
The Rockets diperkuat oleh Hendra Setiawan, Lee Jong Dae (Korea Selatan), Yeo Jia Min (Singapura), Chen Tang Zhi (Malaysia), Tse Ying Suet (Hong Kong) dan Misaki Matsutomo (Jepang).
Tim Lightning beranggotakan Viktor Axelsen (Denmark), Rachanok Inthanon (Thailand), Ashwini Ponappa (India), Grazia Poli, Yuta Watanabe (Jepang), Tang Chun Man (Hong Kong) dan Soh Wui Yik (Malaysia).
Rockets dan Lightning masing-masing membawa pulang $109.500 atau setara Rp1,7 miliar. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Sabar Karyaman, Kunlavut, dkk Juara BDMNTN-XL, Raih Total Rp 7,5 Miliar pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Hendra Setiawan Nikmati Duel 3v3 di BDMNTN-XL, Menarik karena “Sudden Death” pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Turnamen ini akan dimainkan dalam format grup reguler, yang menampilkan pertandingan ganda putri, putra, ganda putra, dan ganda putri.
Bedanya, pada Mixed Tag Team Championship terdapat pertandingan ganda campuran di beberapa pertandingan, namun pada ajang BDMNTN-XL melakukan perubahan dan mengubahnya menjadi pertandingan 3v3.
Hal unik lainnya adalah transformasi pemain pada ajang BDMNTN-XL.
Pemain ganda putra Indonesia Hendra Setiawan bermain dua kali 3v3.
Baca Juga: Kontestan reguler Lee Ongong Dae bersemangat bisa satu tim dengan Hendra Setiawan di BDMNTN-XL.
Di hari kedua, Hendra Lee berpasangan dengan Ongong Dae dan pemain ganda campuran Hong Kong Tse Ing Suet. Namun, justru Lee Ongong De Chen Tang Jie (Malaysia) setelah game pertama.
Hendry menikmati permainan 3v3 karena membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi karena kecepatan permainan.
“Tiga perempatnya menurutku seru. Waktunya juga naik. Kalau kita lakukan, biasanya yang laki-laki ada beberapa, dan ada yang perempuan,” kata Hendra.
Dengan kata lain, Anda harus memikirkan posisi Anda, penempatan bola. Yang utama adalah fokus ketika bola datang dengan cepat.
Baca Juga: Hendra Setiawan Bercanda di BDMNTN-XL: Capek Main 40 Menit, Pemain Malaysia Solusinya
Menurut Hendry, format permainan seri Sudden Death membuat duel 3v3 menjadi sangat menarik.
Jika kedua tim bermain imbang 2-2 setelah empat pertandingan, duel dilanjutkan dan pemain pertama yang mencetak dua poin menang.
“Menurut saya, yang paling menarik adalah jika hasilnya sama, Anda hanya mencari dua poin per pertandingan. Jika hasil tunggal putra sama, Anda hanya mencari dua poin. Itu yang menarik, 3v3 pun sama,” ujarnya.
Sementara itu, Lee Ongong-dae mengatakan bahwa permainan 3v3 yang mempertemukan pemain dari berbagai negara ini menjadi tontonan yang menyenangkan bagi para penggemar.
“Saya pikir ini adalah pertandingan yang sangat menyenangkan untuk semua pemain dan penggemar,” kata Lee Ongong Dae.
“Apalagi semua pemain dari berbagai negara berkumpul dalam satu tim, sehingga kami bisa memberikan sinergi yang baik dan menciptakan suasana yang baik untuk para penggemar.”
Artikel Hendra Setiawan Nikmati Duel 3v3 di BDMNTN-XL, Menarik karena “Sudden Death” pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Ajakan Lee Yong-dae yang Rindu Atmosfer Istora, Ramaikan BDMNTN-XL pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Lee Yong-dae menjadi salah satu bintang bulutangkis yang tampil pada ajang BDMNTN-XL (BXL) yang digelar pada 31 Oktober hingga 3 November 2024 di Istora Senayan, Jakarta.
Gelar Superseries/BWF World Tour sebanyak 46 kali itu mengaku sangat ingin mendengar teriakan para penggemar untuk mempertemukan kembali Istoria.
Sorak-sorai dan seluruh dukungan para suporter bulutangkis Indonesia di Istorah sungguh menjadi kenangan yang tak terlupakan, kata Lee Yong-Dae kepada Kompas.com di Istorah, Rabu (30/10/2024).
Baca juga: Motivasi Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan Lee Yong Dae
“Saya berharap seluruh penggemar bulu tangkis datang ke Istoria untuk menonton BDMNTN-XL agar bisa merasakannya kembali,” kata Lee Yong Dae.
Lee Yong Dae mencapai final Sejarah sebanyak lima kali, yakni pada 2009, 2012, 2013, 2014, dan 2016 Indonesia Open.
Dia dan rekan tandingnya Yoo Yong-Song mencapai semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2015 di depan penonton berkapasitas 7.180 orang.
Meski tak semuanya bisa menjadi juara, Lee Yong Dae memuji kemenangan Istorah sebagai momen paling berkesan di kompetisi Jakarta.
Baca Juga: Update Peringkat BWF World Tour Finals 2024: 3 Orang Indonesia Masih Berpeluang
Tentu saja semua sorakan dari suporter, apalagi saat saya mencapai final. Saya bisa merasakan seluruh stadion berguncang, ujarnya.
“Ini salah satu kenangan yang tidak akan pernah saya lupakan selama karir profesional saya,” tambah peraih medali emas ganda campuran Olimpiade Beijing 2008 itu.
Dukungan suporter bulutangkis Indonesia menjadikan Istoria seperti rumah kedua bagi Lee Yong Dae.
“Tentunya, berkat semua dukungan yang diberikan kepada saya, Istora sudah seperti rumah kedua bagi saya. Selain itu, banyak kesuksesan yang saya raih di sini. Saya rasa, hal itu tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan para penggemar,” ucapnya.
Lee Yong-Dae tergabung dalam tim Rockets bersama Hendra Setiawan, Yeo Jia Min (Singapura), Kodai Naraoka (Jepang), Chen Tang Jie (Malaysia), Tse Ying Suet (Hong Kong) dan Mayu Matsumoto (Jepang).
Rockets dan tiga tim lainnya yaitu Blitzers, Hurricanes dan Lighting akan bermain dalam format tim di BDMTN-XL dengan tambahan duel 3v3.
Selain Lee Yong-Dae dan Hendra Setiawan, turnamen tersebut juga menampilkan Victor Axelsen, Gracia Poli, Ratchanok Inthanon, dan Aaron Chia/Soh Wui Yik. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Ajakan Lee Yong-dae yang Rindu Atmosfer Istora, Ramaikan BDMNTN-XL pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>