Artikel Kemenhub Investigasi Kecelakaan Beruntun di Tol Purbaleunyi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Budi Raharjo, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, mengatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah mengirimkan tim untuk menyelidiki kejadian tersebut.
Pasalnya, kejadian ini menimbulkan kemacetan parah dan menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan jalan tol.
Baca juga: Kecelakaan Tol Cipularang, Pengemudi Harus Paham Konsep Safe Bubble
“Telah diturunkan tim untuk mengoordinasikan seluruh pihak terkait, menyelidiki penyebabnya dan mengumpulkan informasi untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Budd dalam keterangan tertulis, Senin.
Menurut Bud, Kementerian Perhubungan berkomitmen memperbaiki sistem keselamatan jalan tol di Indonesia dan berharap penyelidikan akan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan standar keselamatan lalu lintas.
Selain itu, seringkali terdapat truk yang mengalami gangguan teknis, seperti rem blong atau kelebihan beban, sehingga mengancam keselamatan lalu lintas.
Selain itu, pengemudi diminta untuk selalu memperhatikan kondisi jalan dan cuaca yang bisa berubah secara tiba-tiba. Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya kewaspadaan dalam seluruh aspek berkendara untuk mengurangi potensi kecelakaan.
“Keselamatan lalu lintas adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kita tunggu hasil penyelidikannya,” kata Budi saat ditanya.
Baca Juga: Update Kecelakaan Tol Cipularang, 16 Mobil Terlibat
Sebelumnya, Jasa Marga mencatat satu orang tewas dan puluhan luka-luka dalam serangkaian kecelakaan di Tol Cipularang Km 92 yang melibatkan total 17 kendaraan.
Sementara itu, kecelakaan diduga disebabkan oleh truk tujuan Bandung-Jakarta yang mengalami rem blong.
Sehingga tidak bisa mengendalikan laju mobilnya dan bertabrakan dengan mobil di depannya,” tulis Jasa Marga, Senin. Dengarkan berita dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kemenhub Investigasi Kecelakaan Beruntun di Tol Purbaleunyi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Tol Cipularang Km 92 Ditandai sebagai “Lokasi Rawan Kecelakaan” di Google Maps pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Beberapa hari lalu, Senin (11/11/2024) sekitar pukul 15.15 WIB, 92 kilometer dari Jakarta, terjadi kecelakaan yang melibatkan satu truk dan 19 mobil lainnya.
Selain itu, beberapa kecelakaan juga terjadi di kawasan rawan atau di ruas jalan Cipularang sepanjang 90-100 km, dua di antaranya merupakan kecelakaan beruntun pada tahun 2017. 18 Mei dan 2 September 2019 Keduanya terjadi di ruas jalan Cipularang sepanjang 91 km.
Banyaknya kecelakaan yang terjadi di jalan tol ditentukan oleh beberapa faktor, mulai dari kondisi jalan dan cuaca, hingga kondisi kendaraan dan kesalahan manusia.
Baca juga: Gemini AI hadir di Google Maps, bisa mencari informasi lokasi dan mengumpulkan ulasan
Setelah banyak terjadi kecelakaan di jalan tol, pengguna Google Maps berinisiatif memanfaatkan Google Maps untuk membuat titik atau posisi yang berpotensi terjadi kecelakaan di Jalan Cipularang. Anda dapat mencapai lokasi ini menggunakan tautan ini: https://maps.app.goo.gl/tPnNMe7Lo19gJozm6.
Topiknya adalah “Lokasi Rawan Kecelakaan” pada peta dan pada aplikasi navigasi. Berdasarkan penelusuran menggunakan fitur Road View aplikasi, permasalahan ini muncul sekitar 92km di Tol Cipularang seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Lebih detailnya, berdasarkan data Google Maps, titik tersebut merupakan lokasi jenis Gardu Tol yang terletak pada koordinat 9C7G+G64, RT 06/08, Pasirmunjul, Gundumar Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kode pos 41167 .
Belum ada informasi di Google Maps siapa yang membuat titik Lokasi Rawan Kecelakaan di Jalan Cipularang Km 92. Selain itu, tidak diketahui juga kapan titik ini dibuat dan dianggap berbahaya dan sejak itu tempat ini ada di Google Maps.
Namun dari pantauan KompasTekno pada Selasa (12/11/2024) pagi, terlihat item tersebut mendapat 13 rating dengan rata-rata rating 4,7. Ulasan tertua dikirimkan sekitar 4 bulan yang lalu. Artinya masalah ini bisa terjadi lebih dari 4 bulan yang lalu.
Baca juga: Cara Mengubah Alamat Bisnis atau Rumah di Google Maps
Mengenai pembuatan lokasi buatan pengguna atau lokasi rute pada peta, hal ini diizinkan oleh Google sebagai pemilik layanan ini. Karena layanan atau platform ini bersifat publik dan semua informasi bersifat publik.
Dengan kata lain, seluruh pengguna Google Maps dapat membuat titik atau tempat sesuai dengan kebutuhan atau tujuannya, seperti rumah, tempat usaha, kantor, dan lain-lain. titik atau tempat.
Anda dapat melihat cara atau langkah-langkah membuat rute atau lokasi Anda di Google Maps dengan mengikuti tautan ini atau pada artikel yang ditautkan di bawah. Dengarkan berita terbaru kami dan berita pilihan di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Tol Cipularang Km 92 Ditandai sebagai “Lokasi Rawan Kecelakaan” di Google Maps pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Update Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, Ada 16 Kendaraan Terlibat pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Peristiwa ini melibatkan 16 kendaraan antara lain truk boks, minibus, dan beberapa kendaraan pribadi.
Kepala Kantor SAR Bandong Gerry Marantika menjelaskan, dugaan awal kecelakaan bermula ketika truk yang diduga rem blong menabrak mobil di depannya.
Baca Juga: Ekspor Sepeda Motor Buatan Indonesia Tumbuh 11 Persen pada Oktober 2024
Mobil tersebut kemudian menabrak beberapa kendaraan lain hingga akhirnya menimbulkan serangkaian kecelakaan.
“Sekitar pukul 16.00 WIB kami menemukan 10 kendaraan di lokasi tersebut. Tapi perkembangan terakhir jumlah kendaraan bertambah 6, bukan 10,” ujarnya dalam program Berita Terkini Kompas TV, Senin. (11.11.2024).
Sehingga total kendaraan yang terlibat kecelakaan kali ini berjumlah sekitar 16 mobil, lanjut Herry.
Cuaca buruk disertai hujan lebat memperburuk situasi karena jarak pandang pengemudi terbatas. Dalam keadaan seperti itu, beberapa kendaraan, terutama minibus, tak bisa lepas dari tabrakan.
Baca Juga: Terjadi Kecelakaan di Tol Yehoravi, Informasi Kondisi Jalan Disini
Informasinya truk yang rem blong menabrak kendaraan di depannya, dan jarak pandang terbatas karena kondisi cuaca buruk, ujarnya.
Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, beberapa pengemudi dan penumpang telah dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka ringan.
Peristiwa tersebut menyebabkan lalu lintas padat di Tol Chipularang. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Update Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, Ada 16 Kendaraan Terlibat pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, Bahaya Berada di Dekat Kendaraan Besar pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Sekitar 10 kendaraan terlibat dalam kecelakaan yang terjadi saat hujan deras di bagian bawah jalan tersebut.
Meski masih dalam penyelidikan penyebab kecelakaan, namun kejadian ini mengingatkan kita akan bahayanya mengemudikan kendaraan besar seperti truk dan bus.
Baca juga: Kecelakaan sukses terjadi di Tol Cipularang KM 92 menuju Jakarta
Direktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menjelaskan, truk dan bus memiliki titik buta yang besar sehingga menyulitkan pengemudi mobil kecil untuk melihat area di depan.
“Kami tidak tahu apa yang terjadi di depan mobil kami. Sopir bus atau mobil bisa saja memperkirakan strategi mana yang akan diambil, sedangkan yang di belakang kami memakai kaca mata hitam,” kata Jusri saat dihubungi Kompas.com, Senin.
Dengan kata lain, pengemudi mobil kecil yang berada di belakang truk atau bus hanya dapat melihat ke samping, sedangkan pengemudi mobil besar dapat melihat dengan jelas jalan di depannya.
Titik buta ini menjadi sangat berbahaya, apalagi ketika kendaraan besar seperti truk melakukan gerakan mendadak, seperti pengereman mendadak. Dalam situasi seperti ini, pengemudi mobil kecil seringkali tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi dan menghindari tabrakan.
Baca juga: Kecelakaan di Tol Cipularang KM 92, Pentingnya Jaga Jarak Aman
Direktur Pelatihan Keselamatan Dewan Keamanan Indonesia (SDCI) Sony Susmana menambahkan, mengemudi terlalu lama di belakang truk dapat menyebabkan pengemudi mengantuk atau kehilangan konsentrasi.
“Berada di belakang truk membuat lelah karena kecepatan berkurang dan pandangan terhalang, bisa membuat tertidur,” ujarnya pada kejadian sebelumnya.
Risiko yang lebih besar muncul ketika truk mengalami gangguan teknis, seperti rem tidak berfungsi atau ban kempes.
Mobil atau bus yang mengalami kerusakan secara tiba-tiba dapat kehilangan kendali sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan fatal, apalagi jika ada mobil kecil yang mendekat.
Sony juga menekankan pentingnya jarak aman yang lebih jauh saat berkendara di belakang truk, karena semakin besar ukuran kendaraan, semakin besar pula risiko jika terjadi hal yang tidak terduga.
Baca juga: Simak Harga MPV Bekas Akhir Tahun Ini, Nissan Serena Mulai Rp 70 Jutaan
Secara keseluruhan, kejadian yang terjadi di Tol Cipularang KM 92 ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengendara untuk menjauhi kendaraan berat.
Jarak aman tidak hanya memberikan lebih banyak ruang, tetapi juga memberi pengemudi lebih banyak waktu untuk bereaksi terhadap perubahan kondisi yang tiba-tiba.
Berkendara yang aman, terutama di sekitar truk, merupakan langkah penting dalam mencegah kecelakaan dan meningkatkan keselamatan jalan raya. Dengarkan berita dan berita pilihan terbaik langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, Bahaya Berada di Dekat Kendaraan Besar pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>