Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

nonton bola

Dampak mom shaming Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/dampak-mom-shaming/ Berita Seputar Global Indonesia Wed, 30 Oct 2024 19:51:19 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://sp-globalindo.co.id/wp-content/uploads/2024/10/cropped-sp-1-32x32.png Dampak mom shaming Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/dampak-mom-shaming/ 32 32 2 Penyebab Korban Mom-Shaming Tidak Berani Melawan https://sp-globalindo.co.id/2-penyebab-korban-mom-shaming-tidak-berani-melawan/ https://sp-globalindo.co.id/2-penyebab-korban-mom-shaming-tidak-berani-melawan/#respond Wed, 30 Oct 2024 19:51:19 +0000 https://sp-globalindo.co.id/2-penyebab-korban-mom-shaming-tidak-berani-melawan/ JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Health Collaboration Center (HCC), Dr. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. Hal ini menunjukkan bahwa ada dua alasan mengapa ibu korban kekerasan tidak berani melawan. Mother-haming adalah menyalahkan atau mempermalukan ibu atas cara dia membesarkan anaknya....

Artikel 2 Penyebab Korban Mom-Shaming Tidak Berani Melawan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Health Collaboration Center (HCC), Dr. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. Hal ini menunjukkan bahwa ada dua alasan mengapa ibu korban kekerasan tidak berani melawan.

Mother-haming adalah menyalahkan atau mempermalukan ibu atas cara dia membesarkan anaknya.

Secara umum, kritik tidak membangun dan justru berdampak pada kesehatan mental dan fisik ibu. Mengapa ibu tidak berani melawan? Berikut alasannya : 1. Ibu saya dipermalukan oleh keluarga

Sebuah studi HCC baru yang dilakukan oleh HCC, berlangsung mulai Maret 2024 dan melibatkan 892 ibu di Indonesia sebagai peserta.

Dari ratusan peserta, 72 persen atau tujuh dari 10 ibu di Indonesia pernah mengalami mother-hametrics. Hanya 23 persen dari 72 persen yang berani melawan.

“Pertama, karena tidak ada dukungan untuk sistem nuklir,” kata Dr. Ray di Batavia, Senin (7/1/2024).

Sistem sentral yang dimaksud adalah sistem pendukung yang mencakup lingkungan ibu dan lingkungan tempat tinggalnya.

Namun, tidak semua ibu mendukung sistem di bidang ini.

Baca juga: Ibu-ibu yang Jatuh Korban Rasa Malu, Hanya 23 Persen Ibu-Ibu di Indonesia yang Melawan

“53 persen ibu di Indonesia, yaitu lima dari sepuluh, mengalami pemaksaan keibuan dari keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya,” kata Ray. Sebenarnya ini sangat penting.

Selanjutnya, 50,6 persen responden survei mengalami rasa malu sebagai ibu yang berasal dari anggota keluarga, dan 29 persen dari teman di lingkungan sekitar dan di tempat kerja.

“Perjuangan melawan rasa malu pada ibu sebenarnya didorong oleh laki-laki, sulit sekali secara hukum dan lingkungan karena dampaknya tidak hanya pada orang tua tetapi juga keharmonisan keluarga,” kata Ray. 2. Tidak ada akses untuk membantu

Alasan kedua mengapa para ibu tidak berani menghadapi mom-haming adalah kurangnya akses terhadap bantuan profesional yaitu konselor atau psikolog.

“Sumber daya ini seharusnya memberikan dampak yang besar. Namun aksesnya sangat terbatas, sangat terbatas, terutama bagi psikolog dan konselor parenting,” kata Ray.

Baca juga: Cara-cara Mempermalukan Ibu yang Umum Terjadi di Indonesia, Termasuk Komentar Pola Asuhnya.

Jadi, katanya, dua alasan inilah yang menentukan mengapa para ibu tidak berani melawan ibu dan mencari pertolongan.

“Dia hanya mendapat 11 persen dan dia aktif (menerima bantuan),” kata Ray.

Sebagai catatan, penelitian HCC menunjukkan bahwa kemarahan ibu berdampak signifikan terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan emosional mereka.

Sebab, pelaku atau pelaku yang mempermalukan ibu tersebut berasal dari lingkungan intinya sendiri yaitu keluarga, saudara, dan lingkungan tempat tinggalnya.

Sementara itu, peserta penelitian terlihat cukup berbeda dalam hal tingkat pendidikan terakhir, usia, profesi, status perkawinan, dan jumlah anak.

Baca juga: Saat Perilaku Prososial di Indonesia Pasangan dengan Ibu Dipermalukan di Dunia Parenting… Simak berita terhangat dan berita kami pilih langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda Akses saluran whatsapp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel 2 Penyebab Korban Mom-Shaming Tidak Berani Melawan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/2-penyebab-korban-mom-shaming-tidak-berani-melawan/feed/ 0
SP NEWS GLOBAL Korban Mom-Shaming Berpotensi Melakukan Hal yang Sama ke Ibu Lain, Mengapa? https://sp-globalindo.co.id/korban-mom-shaming-berpotensi-melakukan-hal-yang-sama-ke-ibu-lain-mengapa/ https://sp-globalindo.co.id/korban-mom-shaming-berpotensi-melakukan-hal-yang-sama-ke-ibu-lain-mengapa/#respond Sat, 26 Oct 2024 06:50:59 +0000 https://sp-globalindo.co.id/korban-mom-shaming-berpotensi-melakukan-hal-yang-sama-ke-ibu-lain-mengapa/ JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang ibu yang mengalami rasa malu sebagai ibu berpeluang besar menjadi ibu yang dipermalukan oleh ibu lainnya. Hal tersebut terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Health Center (HCC) pada Maret 2024 dan melibatkan 892 orang tua di...

Artikel SP NEWS GLOBAL Korban Mom-Shaming Berpotensi Melakukan Hal yang Sama ke Ibu Lain, Mengapa? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang ibu yang mengalami rasa malu sebagai ibu berpeluang besar menjadi ibu yang dipermalukan oleh ibu lainnya.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Health Center (HCC) pada Maret 2024 dan melibatkan 892 orang tua di Indonesia sebagai responden.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa 72 persen atau tujuh dari 10 ibu Indonesia pernah mengalami kehamilan.

Direktur HCC, Dr. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. di Jakarta, Senin (1/7/2024).

Lanjutnya, seorang ibu yang bertemu ibu ke ibu dan tidak mendapat dukungan tiga kali lebih besar kemungkinannya untuk melakukan stigmatisasi terhadap ibu lainnya.

Mom-shaming adalah tindakan mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas cara dia membesarkan anaknya.

Baca juga: Benarkah Ibu yang Baru Pertama Kali Bertemu Ibu Lebih Banyak Kesempatannya?

Biasanya kritik yang diberikan tidak membangun dan justru berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Ray menjelaskan, penelantaran ibu terhadap orang tua merupakan salah satu bentuk kompensasi dalam ilmu perilaku.

“Ketika ada yang dirugikan, mereka ingin melihat ada pihak lain yang merasakan penderitaan yang sama,” jelas Ray.

Ini adalah bentuk kompensasi standar. Namun, yang tidak umum adalah ketika ibu yang melakukan kekerasan melakukan hal yang sama terhadap orang tua mereka. Alasan mengapa ibu yang melakukan kekerasan berperilaku serupa

Ray mengatakan ada dimensi moral yang sama dalam tindakan mempermalukan ibu terhadap korban ibu-ibu lain. Dia berharap orang tua lain merasakan hal yang sama.

“Mungkin dengan begitu dia bisa mencari cara baru untuk mendukung. Makanya dia butuh bantuan psikolog,” ujarnya.

Psikolog dapat membantu ibu yang mengalami kekerasan agar tidak melakukan hal yang sama kepada orang tua lainnya, dan mencari dukungan dari pihak lain.

Sayangnya, akses bantuan psikolog dan konselor untuk permasalahan rumah tangga masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, masih banyak ibu-ibu yang dianiaya oleh ibu-ibu yang mempermalukan ibu kepada ibu-ibu lain sebagai sumbernya.

Ray berkata: “Penelitian kami menunjukkan masih ada orang tua yang ingin berbagi, atau ‘Saya ingin Anda mendengar ibu yang malu, kami akan mencari solusinya.’ “

Sekadar informasi, responden yang mengikuti penelitian HCC sangat beragam baik dari segi pendidikan, usia, pekerjaan, status perkawinan, dan jumlah anak.

Penelitian menunjukkan bahwa dampak rasa malu terhadap ibu sangat signifikan terhadap kesehatan mental dan emosional ibu.

Pasalnya, pelaku mother-shaming berasal dari lingkungan yaitu keluarga, saudara, dan tetangga di mana ia tinggal.

Baca juga: Kebanyakan pelaku mother-shaming di Indonesia adalah anggota keluarga. Dengarkan berita terkini dan pilih berita di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel SP NEWS GLOBAL Korban Mom-Shaming Berpotensi Melakukan Hal yang Sama ke Ibu Lain, Mengapa? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/korban-mom-shaming-berpotensi-melakukan-hal-yang-sama-ke-ibu-lain-mengapa/feed/ 0
GLOBAL NEWS Kritisi Pola Asuh Ibu terhadap Anak Masuk Kategori Mom-Shaming? https://sp-globalindo.co.id/kritisi-pola-asuh-ibu-terhadap-anak-masuk-kategori-mom-shaming/ https://sp-globalindo.co.id/kritisi-pola-asuh-ibu-terhadap-anak-masuk-kategori-mom-shaming/#respond Thu, 24 Oct 2024 06:00:51 +0000 https://sp-globalindo.co.id/kritisi-pola-asuh-ibu-terhadap-anak-masuk-kategori-mom-shaming/ JAKARTA, KOMPAS.com – Tak bisa dimungkiri, sebagian kalangan mengkritik cara seorang ibu membesarkan anaknya, meski tindakan sang ibu dinilai “salah”. Namun, bukan berarti apa yang terjadi salah. Akibatnya, para ibu yang mendengar kritik tersebut merasa kurang percaya diri dengan pola...

Artikel GLOBAL NEWS Kritisi Pola Asuh Ibu terhadap Anak Masuk Kategori Mom-Shaming? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Tak bisa dimungkiri, sebagian kalangan mengkritik cara seorang ibu membesarkan anaknya, meski tindakan sang ibu dinilai “salah”.

Namun, bukan berarti apa yang terjadi salah. Akibatnya, para ibu yang mendengar kritik tersebut merasa kurang percaya diri dengan pola asuhnya.

Direktur Health Cooperation Center (HCC) Dr. Dr. Ray Vagiu Basrovi, MKK, FRSPH. dikatakan sebagai gangguan.

Baca juga: Praktik Mother Shaming di Indonesia, Beserta Komentar Pola Asuhnya

Peran ibu dalam membesarkan anak tidak bisa dikritisi karena membesarkan anak adalah sebuah subjek, ujarnya di Jakarta, Senin (7/1/2024).

Mom shaming adalah mengkritik atau mempermalukan seorang ibu karena membesarkan anaknya.

Umumnya kritik tersebut tidak baik dan sangat berdampak pada kesehatan fisik dan mental ibu.

Menurut Ray, setiap ibu harus mendapat dukungan dalam mengasuh anaknya. Kritik apa pun, terutama yang mempermalukan ibu, adalah tindakan yang mempermalukan ibu.

“Tidak ada yang namanya kritik positif dalam mengasuh anak. Yang penting dalam mengasuh anak adalah memberikan dukungan,” kata Ray. Orang tua adalah subjeknya

Ray menjelaskan, ada hubungan antara kritik terhadap gaya pengasuhan dengan budaya superioritas di Asia.

Misalnya seorang laki-laki dan perempuan menjadi manusia saat ini karena dibesarkan oleh orang tuanya.

Ketika mereka tumbuh dewasa dan mulai berkeluarga, orang tua mereka percaya bahwa gaya pengasuhan mereka benar.

Oleh karena itu, mereka dipandang perlu untuk mendengarkan apa yang dikatakan orang tua tentang membesarkan anak.

Modelnya adalah mengkritik karena ‘kita dulu benar, kamu salah’. Begitulah dalam budaya Asia, di Indonesia, kata Ray.

Baca juga: Mengenal Mom-Shaming, Fenomena yang Terjadi di Kalangan Ibu di Indonesia

Sebenarnya, jika menyangkut penitipan anak, itu adalah subjeknya karena setiap anak berbeda.

Padahal, sebagaimana ditentukan oleh struktur DNA, setiap anak memiliki seperangkat kromosom yang berasal dari masing-masing orang tuanya.

Artikel GLOBAL NEWS Kritisi Pola Asuh Ibu terhadap Anak Masuk Kategori Mom-Shaming? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/kritisi-pola-asuh-ibu-terhadap-anak-masuk-kategori-mom-shaming/feed/ 0
NEWS INDONESIA Kala Perilaku Prososial di Indonesia “Sepaket” dengan Mom-Shaming dalam Dunia Parenting… https://sp-globalindo.co.id/kala-perilaku-prososial-di-indonesia-sepaket-dengan-mom-shaming-dalam-dunia-parenting/ https://sp-globalindo.co.id/kala-perilaku-prososial-di-indonesia-sepaket-dengan-mom-shaming-dalam-dunia-parenting/#respond Sat, 19 Oct 2024 18:40:52 +0000 https://sp-globalindo.co.id/kala-perilaku-prososial-di-indonesia-sepaket-dengan-mom-shaming-dalam-dunia-parenting/ Perilaku sosial merupakan hal yang lumrah di masyarakat, termasuk Jakarta, Kompass.com – Indonesia. Pada Kamis (4/7/2024) dalam situs resmi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Seks merupakan perilaku baik yang bermanfaat bagi orang lain. Perilaku ini dapat membuat orang...

Artikel NEWS INDONESIA Kala Perilaku Prososial di Indonesia “Sepaket” dengan Mom-Shaming dalam Dunia Parenting… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
Perilaku sosial merupakan hal yang lumrah di masyarakat, termasuk Jakarta, Kompass.com – Indonesia.

Pada Kamis (4/7/2024) dalam situs resmi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Seks merupakan perilaku baik yang bermanfaat bagi orang lain.

Perilaku ini dapat membuat orang lain merasa lebih baik secara fisik maupun mental. Sebab, kampanye tersebut dilakukan secara sukarela, yakni tanpa mengharapkan apa pun dari orang lain.

Namun Direktur Puskesmas (HCC) Dr. Dr. Ray Wagyu Basarovi, MKK, FRSPH. menekankan bahwa seksisme di Indonesia hadir dalam “paket” dengan rasa malu terhadap ibu di dunia ibu.

“Dalam parenting di Indonesia, orang bilang ‘Kalau mau ke Posyandu, saya antar ke sana. Kalau ada masalah (makanan), saya tinggalkan biji-bijian, ikan, atau daging’. Kritik itu “paket,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/7/2024).

Baca juga: Mother-shaming merajalela di Indonesia, termasuk komentar soal parenting

Mother-shaming adalah mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas cara dia membesarkan anaknya.

Biasanya kritik yang dilontarkan tidak membangun dan justru berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Kritik dalam contoh seksis adalah perkataan orang tua tentang gaya pengasuhan mereka terhadap anaknya.

Misalnya, seorang ibu mungkin mempertanyakan cara dia memberi makan bayinya karena bayinya terlihat kecil, dan sebagainya.

Bisa juga berupa pernyataan tentang profesi ibu, meskipun anak masih kecil, misalnya mengapa ibu tega meninggalkan anaknya bekerja, dan sebagainya.

“Mengasuh anak di Indonesia masih dianggap sebagai parenting,” ujarnya.

“Ketika seorang ibu masih harus bekerja, dia tidak bisa memberinya makan dengan baik, dan anaknya masih kecil dan sakit, itu salah ibunya,” jelas Ray.

Baca Juga: Tahu Hal Mother Shaming yang Terjadi pada Ibu-Ibu di Indonesia?

Dalam dunia pengasuhan anak, rasa malu terhadap ibu dan sosial adalah dua hal yang sulit dipisahkan.

Di Asia terdapat korelasi yang lebih tinggi antara pengasuhan anak dan kritik budaya.

Misalnya, saat ini seorang pria dan seorang wanita tumbuh bersama karena mereka dibesarkan oleh orang tuanya.

Artikel NEWS INDONESIA Kala Perilaku Prososial di Indonesia “Sepaket” dengan Mom-Shaming dalam Dunia Parenting… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/kala-perilaku-prososial-di-indonesia-sepaket-dengan-mom-shaming-dalam-dunia-parenting/feed/ 0
SP NEWS GLOBAL Betulkah First-time Mom Berpotensi Lebih Tinggi Mengalami Mom-shaming? https://sp-globalindo.co.id/betulkah-first-time-mom-berpotensi-lebih-tinggi-mengalami-mom-shaming/ https://sp-globalindo.co.id/betulkah-first-time-mom-berpotensi-lebih-tinggi-mengalami-mom-shaming/#respond Sat, 19 Oct 2024 06:00:58 +0000 https://sp-globalindo.co.id/betulkah-first-time-mom-berpotensi-lebih-tinggi-mengalami-mom-shaming/ JAKARTA, KOMPAS.com – Ibu yang baru pertama kali menjadi ibu memiliki potensi lebih tinggi mengalami rasa malu sebagai ibu. Mother shaming adalah mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas cara dia membesarkan anaknya. Biasanya kritik yang dilontarkan tidak membangun dan justru...

Artikel SP NEWS GLOBAL Betulkah First-time Mom Berpotensi Lebih Tinggi Mengalami Mom-shaming? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Ibu yang baru pertama kali menjadi ibu memiliki potensi lebih tinggi mengalami rasa malu sebagai ibu.

Mother shaming adalah mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas cara dia membesarkan anaknya.

Biasanya kritik yang dilontarkan tidak membangun dan justru berdampak pada kesehatan fisik dan mental ibu.

“Peluang ibu yang baru pertama kali mengalami mother shaming. Kenapa? Karena tidak punya referensi (model parenting),” kata Ketua Health Cooperation Center (HCC), Dr. dr. Ray Vagiu Basrovi, MKK, FRSPH. Jakarta, Senin (1/7/2024).

Baca juga: Mengenal Mom-Shaming, Fenomena yang Terjadi di Kalangan Ibu di Indonesia

Sebagai orang tua baru, para ibu hanya memiliki ibu, ibu mertua, tetangga bahkan teman yang mengetahui cara terbaik dalam membesarkan anaknya.

Melalui pengalaman para wanita yang sudah menjadi ibu atau dikenal sebagai bagian dari support system, banyak hal yang bisa dipelajari oleh seorang ibu baru.

Sayangnya, hal ini hanya bisa berjalan mulus jika mereka mendukung pola asuh ibu baru.

“Parahnya kalau support systemnya tidak berfungsi. Dia depresi,” kata Ray.

Seorang ibu bisa saja merasa tertekan ketika orang-orang yang seharusnya menjadi pendukungnya malah mempermalukannya.

Ray tak memungkiri, ada pula yang menganggap “kritik” mereka sebagai bentuk dukungan terhadap sang ibu.

Faktanya, kritik apa pun bisa dikategorikan sebagai mother shaming.

Menurutnya, masyarakat Indonesia harus berpikir bersama bagaimana mengemas kritik sebagai dukungan.

Sebab, pola asuh orang tua bersifat subyektif karena setiap anak berbeda-beda. Jadi ibu butuh dukungan, bukan kritik.

Baca juga: Kebanyakan pelaku mother-shaming di Indonesia adalah keluarga

“Jadi ungkapan dan persepsinya harus diubah. Persepsi orang tua dan tetangga ‘harus menerima kritik’. Itu salah. Pola asuh orang tua tidak boleh dikritik, yang bisa didukung,” kata Ray.

Ray menjelaskan, ketika seseorang mengkritik suatu hal, kritik tersebut biasanya didasarkan pada pengalaman.

Artikel SP NEWS GLOBAL Betulkah First-time Mom Berpotensi Lebih Tinggi Mengalami Mom-shaming? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/betulkah-first-time-mom-berpotensi-lebih-tinggi-mengalami-mom-shaming/feed/ 0
SP NEWS GLOBAL Ketika Korban Mom-Shaming Akhirnya Berani Melawan… https://sp-globalindo.co.id/ketika-korban-mom-shaming-akhirnya-berani-melawan/ https://sp-globalindo.co.id/ketika-korban-mom-shaming-akhirnya-berani-melawan/#respond Fri, 18 Oct 2024 02:41:09 +0000 https://sp-globalindo.co.id/ketika-korban-mom-shaming-akhirnya-berani-melawan/ JAKARTA, KOMPAS.com – Penelitian Health Collaboration Center (HCC) menemukan 72 persen atau tujuh dari 10 ibu di Indonesia mengalami rasa malu sebagai ibu. Hanya 23 persen dari 72 persen yang berani melawan. Presiden HCC Dr. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK,...

Artikel SP NEWS GLOBAL Ketika Korban Mom-Shaming Akhirnya Berani Melawan… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Penelitian Health Collaboration Center (HCC) menemukan 72 persen atau tujuh dari 10 ibu di Indonesia mengalami rasa malu sebagai ibu. Hanya 23 persen dari 72 persen yang berani melawan.

Presiden HCC Dr. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. Ternyata alasan seorang ibu berani melawan rasa malu ibu adalah karena faktor protektif.

“Dia berani melawan meski dia tahu dia punya faktor pelindung yang mendukungnya.” Misalnya suami berikutnya atau rekan kerja,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/7/2024).

Baca Juga: 2 Alasan Korban yang Mempermalukan Ibunya Tak Berani Melawan

Mother shaming adalah tindakan mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas cara dia membesarkan anaknya.

Umumnya kritik tersebut tidak membangun dan justru berdampak pada kesehatan fisik dan mental ibu.

Studi yang sama menemukan bahwa rekan kerja dapat melindungi ibu dari rasa malu terhadap ibu.

Pasalnya, hanya 29 dari 72 persen ibu yang mengalami ibu mereka dipermalukan oleh teman-temannya di lingkungan dan tempat kerja.

Dengan kata lain, ibu relatif lebih terlindungi dari rasa malu yang dialami ibu, tergantung pada lingkup pekerjaannya.

Ray menduga hal ini terjadi karena tempat kerja peserta memiliki peraturan yang melarang karyawan untuk saling menghina; Dalam hal ini termasuk mempermalukan ibu.

Namun, ketika ibu kembali ke lingkungannya, perlindungan mereka terhadap rasa malu ibu kembali berkurang.

Sebab di Indonesia, sebanyak 53 persen atau lima dari sepuluh ibu mengalami ibunya dipermalukan oleh keluarga dan komunitas.

Baca juga: Pelaku Mother Shaming di Indonesia Kebanyakan Berasal dari Keluarga

Secara khusus, 50,6 persen responden survei mengalami rasa malu terhadap ibu dari anggota keluarga.

“Tekanan bertambah ketika Anda kembali ke lingkungan Anda dan bertemu dengan kerabat atau tetangga,” jelas Ray.

“Rekan kerja saya sangat mendukung. Kalau rekan kerja saya bisa tegas, mereka akan mengatakan ‘jangan mempermalukan ibu dan pola asuh itu subjektif’ (bagi pelaku),” lanjutnya.

FYI, studi HCC telah berlangsung sejak Maret 2024 dan melibatkan 892 ibu di Indonesia sebagai pesertanya.

Terlihat bahwa setiap peserta sangat berbeda dalam hal pendidikan, usia, profesi, status perkawinan dan jumlah anak.

Penelitian menunjukkan bahwa dampak rasa malu terhadap ibu berdampak besar pada kesehatan mental dan emosional ibu.

Pasalnya, pelaku atau pelaku yang mempermalukan ibu tersebut berasal dari kalangan intinya sendiri, yakni keluarga, kerabat, dan lingkungan tempat tinggalnya.

Baca juga: Cara Dukung Pola Asuh Ibu Agar Tak Dianggap Ibu Malu Simak Berita dan Berita Pilihan Kami Langsung dari Ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel SP NEWS GLOBAL Ketika Korban Mom-Shaming Akhirnya Berani Melawan… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/ketika-korban-mom-shaming-akhirnya-berani-melawan/feed/ 0
GLOBAL NEWS Cara Mendukung Pola Asuh Ibu agar Tidak Dianggap Mom-Shaming https://sp-globalindo.co.id/cara-mendukung-pola-asuh-ibu-agar-tidak-dianggap-mom-shaming/ https://sp-globalindo.co.id/cara-mendukung-pola-asuh-ibu-agar-tidak-dianggap-mom-shaming/#respond Wed, 09 Oct 2024 18:32:35 +0000 https://sp-globalindo.co.id/cara-mendukung-pola-asuh-ibu-agar-tidak-dianggap-mom-shaming/ JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Healthcare Collaborative Center (HCC) Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. Meskipun demikian, kritik apa pun terhadap pola asuh seorang ibu terhadap anaknya dianggap mempermalukan ibu. Mom-shaming adalah tindakan mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas cara dia...

Artikel GLOBAL NEWS Cara Mendukung Pola Asuh Ibu agar Tidak Dianggap Mom-Shaming pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Healthcare Collaborative Center (HCC) Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. Meskipun demikian, kritik apa pun terhadap pola asuh seorang ibu terhadap anaknya dianggap mempermalukan ibu.

Mom-shaming adalah tindakan mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas cara dia membesarkan anaknya.

Kritik biasanya tidak membangun dan justru berdampak pada kesehatan fisik dan mental ibu.

Meski demikian, ia tak memungkiri ada masyarakat yang menilai “kritik” yang dilontarkannya merupakan bentuk dukungan terhadap ibunya.

“Kritik apa pun bisa digolongkan sebagai mom shaming. Lebih baik, sekeras apa pun kritiknya, (tapi) dalam bentuk dukungan. (Misalnya) ‘Nah, ada yang bisa saya bantu?'” jelas Ray di Jakarta. , Senin (7/1/2024).

Menurut Ray, yang perlu dipikirkan bersama oleh masyarakat Indonesia adalah bagaimana mengubah kritik menjadi dukungan.

Sebab, pola asuh orang tua bersifat subyektif karena semua anak berbeda-beda. Jadi yang dibutuhkan seorang ibu adalah dukungan, bukan kritik.

“Jadi ungkapan dan persepsinya perlu diubah. Persepsi orang tua dan tetangga ‘harus menerima kritik’. Ini salah. Orang tua tidak bisa dikritik tapi didukung,” kata Ray.

Baca juga: Apakah Kritik terhadap Pola Asuhan Ibu terhadap Anaknya Masuk Kategori Mom-Shaming? Mengapa tidak bisa dikritik?

Ray menjelaskan, ketika seseorang mengkritik suatu hal, kritik yang diungkapkan biasanya berdasarkan pengalaman.

Mereka yang mempraktikkan mom-shaming mengkritik penggunaan referensi ketika membesarkan anak atau mengamati cara tetangga membesarkan anak.

Namun, setiap pengalaman mengasuh anak berbeda untuk setiap orang. Ray menekankan sekali lagi bahwa setiap anak berbeda-beda. Jadi pengelolaannya berbeda.

Namun bagaimana jika kritik yang dilontarkan didasarkan pada pengetahuan yang tervalidasi?

Misalnya, seorang ibu memberikan pisang kepada bayinya yang berusia di bawah enam bulan.

Sekadar informasi, sesuai pedoman nasional, pisang hanya boleh diberikan kepada anak berusia enam bulan ke atas. Termasuk di dalamnya MP ASI (Makanan Pendamping ASI).

“Itu salah, tapi bisa jadi karena faktor ekonomi, dll. Apa yang bisa dilakukan? Jangan dikritik,” kata Ray.

Artikel GLOBAL NEWS Cara Mendukung Pola Asuh Ibu agar Tidak Dianggap Mom-Shaming pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/cara-mendukung-pola-asuh-ibu-agar-tidak-dianggap-mom-shaming/feed/ 0