Artikel Prajurit TNI Serang Warga di Deli Serdang, Menko Polkam: Situasi Saat Ini Sudah Kondusif pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Memang benar bahwa di Sumatra Utara, Sinta Adil, distrik Biru-Biru Sardarang dengan orang-orang Namaria adalah sebuah insiden.
Budi, penyangga polisi Burison Kodom dan mengapa anggota polisi telah diselidiki telah diselidiki.
Namun, ia menjamin bahwa ada banyak anggota TNI yang legal.
Baca Juga: Pasukan TNI telah dibahas jika terjadi serangan terhadap harian Serdang
“Sekarang proses hukum sedang berlangsung. Ada anggota yang tidak valid di norma.”
Kepala agen intelijen sebelumnya menegaskan bahwa proses hukum akan transparan dan dapat dilindungi.
“Dan pasti dan menentukan para penjahat yang ditentukan dan dihukum dengan prinsip -prinsip praktis,” kata Budi.
Artillary Maidan (bersenjata) 2-105 KS Soldiers menyerang City City, Daily Serdang pada hari Jumat (11/8/2024).
Baca juga: 33 anggota populasi di TNI Serang dalam motif, harian Serdang
Akibatnya, lusinan orang terluka dan dibunuh oleh seorang pria bernama Raden Barus.
Kepala itu selamat, menjelaskan kepada Bahru bahwa dia melihat suara malam ini ketika dia keluar dari rumah.
“Ketika dia keluar, pintu selusin TNI terbunuh tanpa tanpa batas.
Dia mengatakan: “Target ini meninggal di jalan untuk pergi ke rumah sakit,” katanya. Periksa berita dan informasi terbaru tentang pilihan Anda secara langsung di ponsel Anda. Pilih pintu masuk umum ke koboxp.com Aplikasi Whatsapp Whatsats: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbedbpzjzzrk13h3h3d. Pastikan aplikasi WhatsApp Anda telah diinstal.
Artikel Prajurit TNI Serang Warga di Deli Serdang, Menko Polkam: Situasi Saat Ini Sudah Kondusif pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel TNI Serang Desa di Deli Serdang, Anggota Komisi I Minta Pelaku hingga Komandan Dihukum Berat pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dia juga meminta Bukit Barisan Kodam dan Jenderal Bukit Letnan Kolonel Mokhamad Hassan untuk menghukum semua tentara yang terlibat dalam serangan dan pembunuhan penduduk.
“Dalam kasus pembunuhan yang dilakukan oleh tentara Batalyon bersenjata atau bersenjata Medan 2/ks, kami mengutuk tindakan itu,” katanya ketika dihubungi pada hari Senin (11/11/2024).
Baca juga: film jalanan dikatakan telah menyebabkan serangan brutal pada lusinan tentara TNI di deli seran
Pensiun Jenderal Jenderal TNI meminta Hassan untuk mengambil bagian dalam pembunuhan komandan dan penduduk penyerang.
Tuberkulosis Hasanuddin curiga bahwa serangan terhadap desa telah terjadi dan bahwa komandan bawahannya telah dihilangkan dan dipantau.
“Jika perlu untuk memberikan hukuman yang kuat kepada komandan unit, komandan perusahaan, atau komandan batalion, karena mereka telah dibuat oleh tentara atau telah diizinkan atau dihilangkan untuk menghilangkannya,” kata Hasanuddin.
Mereka sebelumnya melaporkan bahwa lusinan tentara bersenjata 2/105 ks menyerang penduduk desa Seramat di malam hari (8/2024).
Hasilnya adalah lusinan orang yang terluka dan seseorang bernama Raden Barus (61) meninggal.
Kepala I Informasi Bukit Barisan Kodam mengatakan: “Kami senang mengumumkan bahwa kami adalah orang -orang yang bertanggung jawab atas situasi tersebut.
“Diduga ada 33 orang yang dikonfirmasi,” kata Ddy ketika mereka bertemu di Pusat Media Kodam I/BB di Jalan Rothin, Medan City pada hari Minggu.
Baca Juga: Korban Tni Tni Astry yang Blued Budha Balisan
Kepala desa selamat, kata Bahlan pada saat insiden itu, warga terkejut pada kedatangan puluhan anggota TNI yang tidak bersatu sekitar pukul 22:00. Warga tidak tahu pasti mengapa lusinan anggota TNI menyerang penduduk desa.
Namun, seorang prajurit datang untuk menemukan orang -orang yang pergi di jalan. Diperlukan bahwa ada anggota TNI yang tidak setuju dengan penduduk di sepanjang jalan.
“Saya tidak tahu pasti mengapa mereka menyerang warga negara kami. Mereka mengatakan ada konflik antara anggota bersenjata dan penduduk saat mereka menyeberang jalan dengan sepeda motor.
Anggota TNI dengan senjata tajam secara brutal menyerang penduduk baik di jalan maupun di rumah mereka.
Mereka bertanya kepada warga tentang kehadiran orang muda yang berdiskusi dengan mereka ketika mereka menyeberang jalan.
Artikel TNI Serang Desa di Deli Serdang, Anggota Komisi I Minta Pelaku hingga Komandan Dihukum Berat pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Belum Ada Tersangka Kasus Prajurit Serang Warga Deli Serdang, TNI Sebut Masih Periksa Saksi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Haryanto menjelaskan, nama tersangka baru terungkap setelah TNI menyelesaikan seluruh proses pengujian.
Haryanto mengatakan kepada Kompas.com pada Selasa (19/11/): “Identifikasi tersangka akan dilakukan setelah seluruh penyelidikan dan proses menyeluruh selesai, dan kami menegaskan bahwa TNI berkomitmen untuk menegakkan hukum secara transparan dan adil.”
Haryanto mengatakan, identifikasi tersangka harus dilakukan secara hati-hati.
Baca juga: Kisah Lengkap 45 Prajurit TNI yang Menyerang Maut Warga Deli Serdan
Ia mengatakan ada proses, mekanisme, dan prosedur yang harus dijalani berdasarkan alat bukti seperti alat yang digunakan, hasil visum, dan pemeriksaan silang saksi.
Haryanto menegaskan, proses penyidikan memakan waktu lama karena banyaknya saksi yang diperiksa.
“Kami menghargai kesabaran dan dukungan Anda selama proses ini.”
Namun, dia menegaskan penyidik TNI terus mengumpulkan fakta secara hati-hati dan profesional.
“Juga terdapat bukti kuat bahwa perkara ini akan diproses sesuai prosedur hukum yang akan ditetapkan,” kata Haryanto.
Baca juga: Kekerasan Anggota TNI di Deli Serdan Dinilai Arogansi
Pada malam Jumat, 11 Agustus 2024 (11 Agustus 2024), sejumlah besar prajurit Batalyon Artileri (Lapis Baja) Medan 2/105 KS dikabarkan menyerang warga Kampung Selamat akibat perkelahian jalanan Ta.
Akibat penyerangan ini, puluhan warga sipil terluka dan seorang pria bernama Raden Barth kehilangan nyawanya.
Pengurus Desa Selmat Barun mengatakan, Raden keluar dari rumahnya setelah mendengar keributan tersebut.
Saat keluar, diduga ada puluhan personel TNI yang memukulinya. Di sekujur tubuhnya terdapat banyak luka, kata Baran.
Sementara itu, Panglima Pusat Gendarmerie TNI Mayjen TNI Yusri Nurianto mengatakan Puspom TNI akan segera menetapkan prajurit TNI sebagai tersangka penyerangan warga Deli Serdan.
“Secepatnya (identifikasi tersangka). Secepatnya. Ini akan terus berlanjut karena ini marathon, Pomdam akan terus melakukan pemeriksaan,” kata Yusri di Ditjen Bea Cukai. ” Jakarta, Kamis (14/11/2024). Dengarkan berita terkini dan berita pilihan langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda dan kunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Belum Ada Tersangka Kasus Prajurit Serang Warga Deli Serdang, TNI Sebut Masih Periksa Saksi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel KSAD Evaluasi Prajurit Terkait Kasus Deli Serdang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Penilaian ini terkait dengan keberadaan satuan militer yang dekat dengan masyarakat.
“Kemarin Panglima TNI sudah melakukan asesmen ya, kita tetap akan melakukan penindakan terhadap korban, tapi Panglima TNI juga bilang, kita juga harus melihat ke lokasi hampir semua satuan kita, kecuali yang terisolasi. . . kawasan yang dekat dengan provinsi dan dekat dengan masyarakat,” kata Kadispenad saat tiba di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2024).
Baca juga: Korban Penyerangan Brutal 45 Prajurit TNI di Serdang Deli Tunggu Keadilan
Menurut Panglima Angkatan Darat, Kadispenad mengatakan, setiap komandan satuan di daerahnya masing-masing perlu memikirkan mengapa gesekan antara TNI dan TNI terus terjadi.
Menyusul kejadian di Deli Serdang, Kapolri akan membuat program yang dapat mempererat silaturahmi dengan masyarakat, misalnya berolahraga atau bersih-bersih desa bersama.
“Terakhir kita ingin dorong lebih banyak lagi kegiatan bersama, olah raga bersama, kita melakukan kerja bakti, misalnya hari Sabtu dan Minggu, di desa tetangga kita diutus untuk melakukan bersama,” kata Kepala Bagian Tata Usaha.
Terkait kasus di Deli Serdang, menurut Kadispenad, kejadian tersebut sedang diproses oleh Polisi Daerah Militer (Pomdam) I Bukit Barisan.
Dia mengatakan, personel TNI yang diduga terlibat kasus tersebut masih diselidiki.
“Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, kami sedang menyelidiki siapa pelakunya. Dan nanti akan diberikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangannya,” kata Brigjen TNI Wahyu.
Saat ditanya apakah ada prajurit TNI yang ditetapkan sebagai tersangka, Kadispenad kembali menegaskan hal itu masih dalam penyelidikan.
Baca juga: Belum Ada Tersangka Kasus Penyerangan Tentara di Warga Deli Serdang, TNI Sebut Masih Periksa Saksi.
Sepasang prajurit Batalyon Artileri Lapangan (Bersenjata) 2/105 KS diduga melakukan penyerangan terhadap warga Desa Selamat, Jumat (8/11/2024) malam, yang dipicu perkelahian di jalan raya.
Akibat penyerangan tersebut, puluhan warga terluka dan satu orang tewas yakni Raden Barus.
Lurah Selamat Bahrun mengatakan, Raden keluar rumah setelah mendengar suara gaduh tersebut.
Saat keluar, diduga dipukuli puluhan aparat TNI. Di sekujur tubuhnya banyak lebam, kata Bahrun.
Sementara itu, Panglima Pusat Polisi TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengatakan, Polri akan segera menetapkan prajurit TNI sebagai tersangka dalam kasus penyerangan terhadap warga di Deli Serdang.
“Agar cepat (kita identifikasi tersangkanya). Cepat. Karena ini marathon. Jadi ini terus, Pomdam saya akan melakukan penyelidikan terus menerus,” kata Yusri di Kantor Ditjen Bea Cukai. Jakarta, Kamis (14/11/2024). Dengarkan berita terbaru dan berita unggulan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel KSAD Evaluasi Prajurit Terkait Kasus Deli Serdang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Panglima Ungkap Kronologi 33 Prajurit TNI Serang Warga di Deli Serdang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Geng motor ini dianggap mengganggu masyarakat dan mendapat teguran dari prajurit TNI.
“Jadi bermula dari anak-anak muda yang balap motor dan anggotanya mengecamnya. Karena meresahkan masyarakat, meresahkan masyarakat, merusak ketertiban di jalan,” kata seorang Panglima TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Senin (11/11/2024).
Baca juga: Serangan Brutal Puluhan Prajurit TNI di Delhi Serdong, 13 Warga Terluka
Menurut dia, anggota kelompok motor tersebut tidak mengindahkan teguran anggota TNI yang kemudian berujung pada pertengkaran dan tawuran massal.
“Anggota Pangdam 1 (Bukit Barisan) menegurnya, tidak terima. Sempat adu mulut, tawuran, lalu tawuran besar-besaran,” lanjutnya.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menekankan pentingnya penertiban geng motor, mengingat mereka kerap menggunakan sepeda motor di bawah standar.
Sepeda motor juga sebagian besar berlubang, sehingga saat Panglima sedang cuti, sepeda motor tersebut kami potong karena sebagian besar rusak.
Baca Juga: 33 Anggota TNI Serang Warga Delhi Serdang, Tewaskan Satu Orang
Panglima TNI mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan fokus TNI dalam membantu pemerintah menciptakan generasi muda yang hebat selain memberantas geng motor.
Terkait kejadian Delhi Serdang, Panglima TNI menambahkan, kasus tersebut ditangani Pangdam I/BB yang menjenguk korban.
“Ya, komando komite militer daerah sudah mengambil tindakan. Yang meninggal dibawa pulang, yang di rumah sakit diberi pertolongan. Sekarang kami sedang menyiapkan personel sesuai BAP (protokol pemeriksaan),” ujarnya. Dia berkata.
Panglima TNI menegaskan, pihaknya akan menindak tegas prajurit yang terbukti melanggar hukum dalam kasus tersebut.
“Iya, kita selalu reward dan punishment. Seperti dulu, kalau kita berhasil membantu bencana alam di luar negeri, kita reward. Tapi kalau melanggar, kita sanksi,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Fakta Penyerangan Brutal Prajurit TNI terhadap Puluhan Warga Delhi Serdong
Sebelumnya diberitakan, beberapa prajurit Artileri Medan (Lapis Baja) 2/105 KS diduga menyerang warga Kampung Selamat pada Jumat (11/08/2024) malam.
Akibat penyerangan tersebut, puluhan warga terluka dan satu orang meninggal dunia yakni Raden Buras.
Kepala Desa Selamat Bahrun menjelaskan, Raden keluar rumah setelah mendengar keributan tersebut.
“Saat keluar, dia dipukuli puluhan aparat TNI. Ada beberapa luka lebam di sekujur tubuhnya,” kata Bahrun saat diwawancara di lokasi kejadian, Minggu (11/10/2024).
“Korban ini meninggal di jalan, hendak dibawa ke rumah sakit,” lanjutnya.
Kasat Reskrim Polsek Sibiru-Biru Ipda Nathan Simatupang pun membenarkan adanya penyerangan tersebut. Dengarkan berita terkini dan cerita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Panglima Ungkap Kronologi 33 Prajurit TNI Serang Warga di Deli Serdang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Insiden Prajurit TNI Serang Warga di Deli Serdang, Akankah Proses Hukum Digelar Terbuka? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Tuntutan transparansi datang dari Komisi I DPR yang menuntut TNI terbuka dalam proses hukum ini.
Mengapa keterbukaan proses hukum bagi anggota TNI yang melanggar penting di mata masyarakat?
Baca juga: Petugas Serang Warga di Deli Serdang, Puspom Sumpah Identifikasi Terduga TNI Mengapa DPR Desak TNI Transparan Tangani Kasus?
Pernyataan keras disampaikan Anggota Komisi I DPR RI dari Partai PDI-P, TB Hasanuddin, terkait penyerangan prajurit TNI. Hasanuddin menilai permasalahan ini tidak bisa diselesaikan dengan permintaan maaf atau rasa berpuas diri yang bersifat sementara.
“Lakukan tindakan simpati dan kasih sayang hanya di awal. “Kami ingin penanganan kasus ini selalu update secara berkala dan TNI harus memastikan pelakunya dihukum seberat-beratnya,” kata Hasanuddin saat dihubungi, Senin (11/11/2024).
Hasanuddin menekankan pentingnya pemutakhiran informasi secara berkala agar masyarakat mengetahui bahwa prosesnya berjalan secara transparan.
Baca juga: Update Kasus Penganiayaan Warga di Deli Serdang: 45 Personel TNI Ditangkap
Mengapa TNI harus terbuka?
Transparansi aparat militer tidak hanya menjamin keadilan bagi korban, namun juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI.
Keterbukaan membantu masyarakat memahami bahwa sebenarnya TNI sendiri yang menangani pelanggaran hukum.
Masyarakat berharap lembaga ini dapat memberikan perkembangan terkini secara berkala. Permintaan DPR tersebut menunjukkan perlunya masyarakat akan informasi akurat dan keterbukaan TNI dalam seluruh tahapan penegakan hukum kasus ini.
Baca juga: Prajurit TNI Serang Warga di Deli Serdang, Menko Polkam: Situasi Saat Ini Bermanfaat.
Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif terhadap peran seluruh prajurit yang terlibat.
Pemeriksaan yang dilakukan Pomdam 1 Bukit Barisan bertujuan untuk memilah para prajurit yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Sesegera mungkin (kami tetapkan tersangka). Secepat mungkin. Karena ini adalah maraton. Jadi secara terus menerus Pomdam I melakukan pemeriksaan terus menerus, kata Yusri, Rabu (13/11/2024).
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa seriusnya TNI dalam menyelesaikan proses hukum, namun masyarakat masih menunggu bukti nyata atas keluarnya informasi dari lembaga tersebut.
Baca juga: Anggota DPR Minta TNI Laporkan Secara Berkala Perkembangan Penegakan Hukum Kasus Deli Serdang Apa Harapan Masyarakat dalam Kasus Ini?
Peristiwa kekerasan yang dilakukan prajurit TNI menggemparkan warga kota Selamat. Masyarakat mengharapkan pengikut TNI yang kuat dan transparan.
Keterbukaan merupakan hal yang mendasar, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari. TB Hasanuddin mengingatkan masyarakat tidak hanya menginginkan keadilan, tapi juga jaminan keamanan dari TNI sebagai pengayom rakyat.
Artikel Insiden Prajurit TNI Serang Warga di Deli Serdang, Akankah Proses Hukum Digelar Terbuka? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Update Kasus Penyerangan Warga di Deli Serdang: 45 Oknum TNI Diamankan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ia diamankan Polisi Militer Daerah Militer I Bukit Barisan (Pomdam).
Jadi Pomdom saat ini sudah mengamankan sekitar 45 orang, kata Donpuspom saat ditemui di Lapangan Prima Mabes TNI di Silangkop, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2024).
Baca Juga: Tragedi penyerangan brutal 33 prajurit TNI terhadap warga Deli Serdong menyisakan ketakutan dan keterkejutan
Danpuspom mengatakan Pomdom akan memilah 45 orang untuk mengetahui siapa saja yang terlibat langsung dalam penyerangan tersebut.
Hal itu dilakukan untuk mengetahui siapa penggiat dan prajurit TNI lainnya.
“Sehingga diselesaikan oleh Pomdam 1 Bukit Barisan,” kata Danpuspom.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah prajurit Artileri (Bersenjata) 2/105 KS Medan diduga menyerang warga Kampung Selamat pada Jumat (11/8/2024) malam usai terjadi tawuran di jalan.
Puluhan penduduk setempat terluka dalam serangan itu, dan satu orang, Raden Barus, tewas.
Bahrun, Kepala Desa Selamat, menjelaskan, Raden keluar rumah setelah mendengar keributan tersebut.
Saat keluar, dia dipukuli puluhan anggota TNI. Ada beberapa luka lebam di sekujur tubuhnya, kata Bahrun saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (10/11/2024).
“Korban ini meninggal di jalan dan harus dibawa ke rumah sakit,” lanjutnya.
Baca juga: Kisah Seorang Ibu di Deli Serdang yang Tak Berani Bekerja karena Trauma Diserang Aparat TNI
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sibiru-Biru Ipda Natan Simatupang pun membenarkan adanya penyerangan tersebut.
Sebelumnya, 33 prajurit TNI ditangkap terkait kejadian tersebut. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Update Kasus Penyerangan Warga di Deli Serdang: 45 Oknum TNI Diamankan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>