Artikel Lima Bom Rakitan Ditemukan di Poso, Densus: Tidak Terkait Aksi Teror pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Temuan ini bukan tentang tindakan teroris atau beberapa kelompok teroris,” Komisaris Senior Aswin Sireguar memberikan kepada jurnalis pada hari Kamis (10/17/2024). Katanya.
Penemuan bom dimulai ketika ia membersihkan taman penduduk yang disebut Amirudin pada hari Selasa 10/15/2024.
Parang yang digunakan dalam benda keras yang dibungkus dengan ember plastik menemukan lima pipa besi yang dicurigai dari bom kue beras di atasnya.
Baca Juga: Meningkatkan Sinergi, BNPT dan Pencegahan Radikalisme dan Penguatan Kerjasama Creek
Setelah menerima laporan, Poso Pesisir segera mengamankan Desa Babinsa Toini dengan polisi.
Tim Gegana dari Satbrimob Polisi Regional Sulawesi Satbrimob dan Poso Police UNAFIS datang ke tanah untuk mendefinisikan bom buatan sendiri dan mencegah ledakan.
Bertanggung jawab atas Kebijakan Operasi Madago Raya (PJKO), Kombes Pol Boy F.S. Samola menghargai tindakan cepat dan proaktif dari komunitas yang menyatakan penemuan bom.
“Kami menghargai kesadaran penduduk yang melaporkan penemuan ini. Ini membuktikan bahwa Poso semakin peduli dengan keselamatan lingkungan.” Katanya.
Baca Juga: Janji Terkecil ke Republik Indonesia, 230 Mantan Anggota Jamaah Islamiyah Mengirim Senjata ke Detasemen
Dia menekankan pentingnya sinergi antara poli dan masyarakat dalam melindungi keamanan dan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli di wilayah tersebut untuk menciptakan lingkungan yang aman dan menguntungkan.
Bocah itu juga mengajukan permohonan kepada publik untuk membiarkan pihak berwenang melaporkan bahwa objek yang dicurigai lainnya akan segera dijamin.
“Penemuan ini adalah peringatan bagi kita semua. Kita harus terus meningkatkan kesadaran dan memperkuat sistem keamanan.” Lihat berita Breaking dan berita yang telah kami pilih langsung di ponsel Anda. Pilih Saluran Stay Utama Anda akses ke saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbedbpzjzrk13ho3d. Pastikan untuk menginstal WhatsApp.
Artikel Lima Bom Rakitan Ditemukan di Poso, Densus: Tidak Terkait Aksi Teror pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Dicecar soal Isu Penguntitan Jampidsus, Kapolri: Upaya Membenturkan Institusi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Sebagai informasi pada pertengahan bulan Mei Seorang tersangka anggota Unit Khusus Penanggulangan Terorisme (Densus) 88 Kepolisian Kerajaan Thailand menuduh Jampidsus mendapat ancaman.
Beredar kabar, persidangan tersebut terkait dengan penindakan kasus korupsi timah yang tengah didalami Kejaksaan Agung.
Komisaris Polisi Kerajaan Thailand mengklarifikasi bahwa masalah ini hanyalah upaya untuk bentrok antara dua struktur kekuasaan.
Baca selengkapnya: Komisaris Polisi Kerajaan Thailand Siap Mundur Jika Terlibat Judi Online
“Sekali lagi hanya framing saja, saya tidak tahu, tapi yang jelas itu bagian dari upaya mempertemukan lembaga, kita, dan kejaksaan dalam hal ini,” kata Sigit menanggapi Sidang Komisi III Benny, Jakarta , Senin (11/11/2024)
Kompolnas menegaskan, kabar polisi mengejar Jumpidzas tidak benar.
Sijith juga meminta Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menindak jika ada anggotanya yang terlibat kasus timah.
“Menurut pendapat saya Itu hanya kebetulan. Dan ada berita yang difitnah. Tapi dalam kasus ini, saya ingin mengatakan itu Jika ada anggota saya yang benar-benar terlibat dan terlibat dalam peristiwa timah tersebut, saya akan meminta Jaksa Agung untuk meminta tindakan terhadap anggota saya,” kata Sigit.
Selain itu, Kapolri menegaskan, pihak akan bekerja sama untuk menangani kasus ini hingga tuntas.
Baca Juga: Bertemu dengan Kompol Rikwanto, Masyarakat Tak Nyaman Bertemu Polisi
“Di sisi lain, Kami juga bekerja sama untuk menjadikan pengelolaan timah sebagai masalah nyata di masa depan negara. agar tidak menimbulkan kerusakan Jangan dipermainkan oleh oknum yang tidak bermoral,” kata Sikit.
Sementara itu, dalam rapat Komisi III DRC RI, Benny mempertanyakan Kompolnas tentang alasan Polri mengerahkan Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi timah.
Ia juga mengatakan bahwa Kepolisian Kerajaan Thailand dan Kejaksaan harus berada pada posisi yang sama untuk melestarikan sumber daya alam yang rusak.
“Pertanyaan saya kapan Kejaksaan Agung menangani kasus pokoknya. Polisi Kerajaan Thailand telah mengerahkan pasukannya untuk melawan jaksa. Pertanyaan saya, apa yang terjadi?” tanya Benny saat pertemuan.
Benny mengaku tak pernah mendapat jawaban atas pertanyaannya selama ini.
“Mungkin kamu tidak perlu menjawab. Jawabannya tidak penting bagi saya. Yang penting bagi saya adalah saya menggunakan hak saya untuk bertanya di depan Anda. Karena tentu jawabannya sulit,” tambah Benny.
Ia menambahkan, dirinya juga sudah bertanya kepada Jaksa Agung Sanita Burhanuddin, namun saat itu Jaksa Agung belum mau menjawab.
“Dan dia sebenarnya tidak mau menjawab karena sulit. Saat ditanya lebih lanjut, dia tidak menjawab bahwa dia takut. Kalau takut, bilang saja. ‘Saya bertanya,’ kata Benny. Dengarkan berita kami dan pilih langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Dicecar soal Isu Penguntitan Jampidsus, Kapolri: Upaya Membenturkan Institusi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Jaringan NII pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Delapan terduga teroris yang ditangkap berinisial NAA, JN, ER, IS, SW, DYT, MA dan SY, kata Hakim Aswin Siregar, dalam laporan resmi Densus 88.11/2024).
Terduga teroris lainnya berinisial JN yang merupakan Ketua Fraksi Kompas B Imam Bonjol NII MYT.
JN ditangkap pada Selasa (19/11/2024) pukul 15.10 WIB di Jl. Padang Luar Maninjau, Kabupaten Agam.
Baca juga: BNPT: Al Zaytun Tak Bisa Dijerat UU Santet Karena NII Tak Masuk Daftar Organisasi Kekerasan
Tersangka ketiga berinisial ER terlibat sebagai bendahara Pok NII MYT Kompas B Imam Bonjol.
ER ditugaskan untuk mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka persiapan HUT TNI dan NII yang diselenggarakan di Sumatera Barat.
ER dilaksanakan pada Selasa (19/11/2024) pukul 15.09 WIB, Jorong Lundang, Kenagarian Penampung, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.
Tersangka keempat berinisial IS dan menjabat Direktur Komando Perang Daerah (Kompas) NII Sumbar.
Tugas NII adalah melakukan safari misi dan berinteraksi dengan program NII 2024 di base camp Komando Perang Lokal (Kompas) NII Sumber.
ISIS ditangkap pada Selasa (19/11/2024) pukul 15.03 WIB, di Jalan Lampung, Kelurahan Ibuah, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.
Baca Juga: Alumni Al Zaytun Ultimatum Pendiri NII Crisis Center Cabut Laporan Dugaan Zina di Kalangan Santri
Tersangka kelima, SW, yang merupakan seorang militan, terlibat dalam pelatihan dan pendidikan tentara dan saat itu dinyatakan oleh NII. SW juga menjadi pengingat NII KPWB Sumatera.
SW ditangkap pada Selasa (19/11/2024) pukul 15.50 WIB, Padang Buli-buli, Aur Kuning, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.
Kemudian tersangka keenam, DYT, berasal dari kelompok NII MYT dan berprofesi sebagai staf manajer KPWB 3 Sumut. DYT mengikuti kegiatan pelatihan militer di Idad, Sumatera Barat.
DYT dilaksanakan pada Selasa (19/11/2024) pukul 5.02 WIB, Desa Triyoso, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.
Tersangka ketujuh adalah MA yang merupakan anggota kelompok NII MYT. MA juga berperan sebagai tuan rumah KPWB 3 Sumatera Raya. MA mengikuti kegiatan pelatihan prajurit Idad di Sumatera Barat.
Baca Juga: Pendiri Al Zaytun Sebut NII Masih Bentuk Grup
Artikel Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Jaringan NII pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel 3 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Jateng Berencana Melakukan Aksi Teror pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Tiga tersangka BI, ST dan SQ ditangkap di tiga lokasi berbeda di Jawa Tengah pada Senin (11/4/2024).
BI merupakan anggota Kelompok Daulah Anshor Jawa Tengah. Dia ditangkap di Kudus Northern Bypass, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, pada Senin (11/4/2024) pukul 00:15 WIB.
Kemudian ST berperan sebagai paradigma dalam kajian kecil Kelompok Anshor Daulah Jawa Tengah. ST diketahui melakukan provokasi dan propaganda teroris. Dia ditangkap di Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada pukul 04.10 WIB.
Baca Juga: Sementara Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Jateng, Amankan Bendera dan Tali ISIS
Pada saat yang sama, SQ berperan aktif dalam menyiapkan berita-berita propaganda terkait Daula dan hasutan untuk melakukan terorisme di media sosial. SQ ditangkap pada hari yang sama pukul 14.45 WIB di Desa Suruh Kalang, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Juru Bicara Densus 88, Kapolri Aswin Siregar mengatakan, ketiga pelaku diduga merencanakan terorisme dan terlibat menyebarkan propaganda radikal melalui media sosial.
Penegakan hukum dilakukan terhadap tiga tersangka kelompok Anshor Daulah wilayah Jawa Tengah melalui operasi gabungan Densus 88 AT dan Sat Brimob Polda Jateng, kata Aswin dalam keterangan publik, Selasa (11/05). 2024).
Aswin mengatakan, para pelaku diketahui merencanakan serangan teror dan menyebarkan narasi dan propaganda yang menghasut di media sosial untuk menghasut mereka melakukan serangan teror.
“Pelaku mempunyai rencana terorisme dan menyebarkan cerita provokasi,” ujarnya.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti 20 buah senjata tajam, busur dan anak panah, serta berbagai peralatan olah raga dan perlengkapan lainnya yang diduga digunakan untuk latihan.
Selain itu, ditemukan pula 30 buku terkait jihad yang mengarah pada radikalisasi, beberapa alat komunikasi, dan sejumlah spanduk berisi propaganda radikal.
Aswin mengatakan, Jamaah Anshor Daulah telah ditetapkan sebagai kelompok teroris berdasarkan keputusan pengadilan.
Baca Juga: S, Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Karanganyar, Diketahui Dipenjara
“Masyarakat diharapkan berhati-hati dan menghindari kontak dengan kelompok tersebut,” ujarnya.
Penangkapan tersangka menunjukkan organisasi teroris tersebut berupaya merekrut anggota dan menanamkan pemahaman yang salah.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mampu mencermati informasi agar tidak terpengaruh propaganda teroris di media sosial,” ujarnya.
Sebelumnya, Humas Polda Jateng, Kapolri Paul Artanto membenarkan penangkapan 3 teroris yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri, di Kudus, Demak dan Sol.
Benar 3 orang terduga teroris ditangkap Densus 88 di Mabes Polri, kata Artanto kemarin. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel 3 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Jateng Berencana Melakukan Aksi Teror pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>