Artikel Perebutan Juara Umum Memuncak di Klemuk Bike Park Batu pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Langkah terakhir ini akan sulit. Acara tersebut akan digelar Sabtu hingga Minggu, 9-10 November, di Klemuk Bike Park Batu, Jawa Timur.
Total ada 10 cabang perlombaan yaitu Elite Putra, Elite Wanita, Remaja Putra, Master A Putra, Master B Putra, Master C Putra, Olahraga A Putra, Olahraga B Putra, Kejuaraan Remaja Putra, dan Kejuaraan Remaja Putri.
Agnes Wuisan dari penyelenggara 76 Rider meyakini babak final di Klemuk Bike Park akan berlangsung sangat sengit, terutama perebutan gelar juara kategori elite putra.
BACA JUGA: Persibu Jadi ‘Badut’ Asia, Reaksi Boyan Hodak
“Perlombaan sudah sangat terbuka sejak dua putaran terakhir, setiap pelari bersaing memperebutkan poin dari satu posisi ke posisi lain. Babak final di Batu akan menentukan siapa pelari terbaik,” kata Agnes yang berhak mendapatkan gelar juara.
Pemilihan Klemuk Bike Park sebagai lokasi putaran terakhir merupakan keputusan yang tepat.
Karena letaknya di lereng Gunung Kawe dan Gunung Arjuna ini banyak melahirkan atlet downhill nasional. Lintasan di Klemke Bike Park juga dikenal sebagai “Forgiving” di kalangan downhiller karena memiliki banyak spot tinggi yang memacu adrenalin hingga puncak.
Secara teknis, lintasan di Klemuk Bike Park memiliki panjang 1,2 mil, dengan pendakian sekitar 300 kaki dari awal hingga akhir.
“Jaraknya pendek dan ketinggiannya begitu tinggi, jalan umumnya didominasi ruas tinggi, bahkan lebih curam dari dua etape pertama. Ini jelas bagi pebalap yang membutuhkan skill berbeda untuk menang di sini. Ini tantangan besar.
Ia menambahkan, babak final akan semakin menarik karena banyak pemain asing yang juga menyatakan niatnya untuk berlaga di kategori elite putra.
Ia menambahkan: “Dengan begitu ketatnya perebutan gelar juara umum di seri ini, kami optimis dan berharap balapan ini akan menjadi final yang ditunggu-tunggu oleh semua penggemar downhill.”
Akan ada persaingan sengit di kategori elite putra. Karena ditetapkan bahwa hanya 15 pelari downhill teratas pada perlombaan unggulan yang dapat masuk ke final, hal ini akan semakin meningkatkan intensitas persaingan.
Selain itu, kehadiran pemain asing juga akan membawa tekanan baru dan berbeda di laga final.
Rendy Varera Sanjaya pun berhasil masuk peringkat elite putra dengan total torehan 390 poin.
Tertinggal sedikit ada Andy Prayoga di posisi ketiga dengan 274 poin dan M. Abdul Hakim alias Jambol dengan 258 poin di posisi ketiga.
Artikel Perebutan Juara Umum Memuncak di Klemuk Bike Park Batu pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Rendy Varera Sanjaya Merajai Ternadi Bike Park pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Rendy Varera Sanjaya berhasil membuktikan dirinya sebagai raja di Taman Sepeda Ternadi.
Pembalap Tim Dayu Racing ini sukses naik podium dan meraih gelar seri kedua di kelas utama Elite Putra dengan catatan waktu terbaik 4.03.309.
Baca juga: Madrid Vs Dortmund: El Real Punya Ahli Jebol Gawang Dortmund
Ini merupakan gelar berturut-turut bagi Rendy setelah ia berhasil menjadi juara pada ajang Keturunan Indonesia ke-76 tahun lalu di venue yang sama.
Atlet kelahiran Kediri ini tampil sangat tangguh, kemenangan ini sekaligus mengukuhkan torehan kursi panas yang diperoleh sebelumnya pada sesi seed run Sabtu (19/10) lalu.
“Saya tentunya sangat senang bisa meraih podium pertama di seri kedua ini, sekaligus melengkapi gelar juara dunia saya di sini tahun lalu. “Kedepannya saya berharap bisa mempertahankan performa baik saya di seri-seri terakhir dan menjadi juara umum nasional tahun ini,” kata Rendy usai upacara penyerahan podium.
Bersaing di downhill 76 Indonesia tidak pernah mudah. Pun di Ternadi Bike Park kali ini memberikan tantangan ekstra karena perlombaan digelar dalam kondisi basah alias wet race.
Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Muria mengubah kondisi lintasan yang sehari sebelumnya kering dan berdebu, licin dan rawan lumpur.
Banyak pengendara sepeda kehilangan cengkeraman dan tergelincir, sehingga mengurangi waktu yang dibutuhkan secara signifikan.
“Perubahan cuaca dari hangat ke hujan kemarin sedikit mengagetkan, saya juga bingung memilih ban dan mengubah setting motor. Secara keseluruhan berjalan sesuai ekspektasi saya. Meski sedikit tergelincir, saya berhasil masuk ke trek. akhir. Jalur tanpa hambatan,” kata Rendy.
Selain Rendy sebagai juara, Azhar Salman Alparishi dari One Bike Team berhasil meraih juara kedua kelas elit putra.
Ia tertinggal hingga 7 detik dari Rendy dengan catatan waktu 4.10.014.
Juara ketiga diraih Agung Prio Apriliano dari Tim D-One Factory dengan catatan waktu 4.11.531.
Dengan kemenangan ini otomatis Rendy mendapatkan 300 poin lagi.
Ia menyalip Andy Prayoga dan menjadi peringkat pertama kategori elit putra dengan total 390 poin.
Artikel Rendy Varera Sanjaya Merajai Ternadi Bike Park pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel SP NEWS GLOBAL Seri Kedua di Kudus, Para Downhiller Elite Siap Taklukan Ternadi Bike Park pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ternadi Bike Park akan menjadi venue putaran kedua tahun ini setelah uji coba di Klangon Bike Park, Yogyakarta pada awal Agustus lalu.
Sebelum perlombaan, tim-tim junior terbaik kejuaraan, khususnya kategori Men Elite, bersiap beraksi.
Andy Prayoga saat ini menjadi pemimpin poin sepanjang masa kategori Men Elite dengan 260 poin. Yang mengancam peringkat kedua dan ketiga adalah Putra Ganda Arrozak dan M. Abdul Hakim alias Jambol yang sama-sama mengumpulkan 200 poin.
Baca juga: Markus Kevin Diks, Kanan dan Kiri Oke!
Dalam kondisi seperti ini, persaingan di Ternadi Bike Park dipastikan akan sengit dan panas. Tiga nama teratas akan berjuang keras untuk mendapatkan nilai tertinggi dan meraih juara pertama.
Agnes C. Wuisan dari 76 Rider selaku organisasi mengatakan, tahun ini Ternadi Bike Park sengaja dipilih sebagai venue edisi kedua dari seri yang diselenggarakan ketiganya.
Babak kedua diperkirakan akan lebih kompetitif karena tim-tim terbawah akan berusaha meraih poin lebih banyak.
“Ternadi Bike Park belum pernah mengikuti Indonesia Downhill Championship ke-76. Merupakan salah satu metode terbaik dan internasional yang dapat memberikan tingkat tantangan tertinggi dan tingkat persaingan tertinggi bagi para pegulat yang akan bertanding. “Persaingan semakin ketat di babak kedua ini dan kami yakin semua akan berusaha keras untuk meraih kemenangan,” kata Agnes.
Tahun ini Downhill Indonesia mempertandingkan 10 kelas.
Selain kelas utama Elite Putra dan Elite Wanita, kelas lainnya adalah Junior Putra, Olahraga A Putra, Olahraga B Putra, Remaja Putra, Remaja Putri, Master Putra A, Master Putra B, dan Master C Putra.
Di antara 10 kelas yang akan mereka ikuti, penambahan jumlah peserta di bawah ini diyakini bisa diterima.
Dengan panjang 2,3 kilometer dan lebar 1,5 meter, Ternadi Bike Park terdaftar di Union Cycliste Internationale (UCI) dengan level C1.
Artinya, jalan di bawah Gunung Muria menjadi kendala terbesar, baik dari segi ketinggian maupun sifat jalan.
Pada kategori C1, siapa pun yang menjadi juara Ternadi Bike Park mendapat 40 poin pada kategori UCI.
Kemudian peringkat kedua dan ketiga masing-masing 30 dan 20.
Artikel SP NEWS GLOBAL Seri Kedua di Kudus, Para Downhiller Elite Siap Taklukan Ternadi Bike Park pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>