Artikel Ingin Menggunakan Batu Alam sebagai Fasad Rumah? Ini Sederet Manfaatnya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Eksterior rumah yang dilapisi batu alam dapat memberikan tampilan yang unik dibandingkan hanya sekedar meja rias.
Di bawah ini adalah apa yang bisa Anda temukan jika menggunakan batu alam sebagai fasad rumah Anda, seperti yang terlihat pada halaman Cotton Stone.
Baca Juga: 4 Jenis Logam Yang Cocok Untuk Fasad Rumah Minimalis
Perlawanan
Bahan batu alam sangat tahan lama dan tahan api Fasad batu yang dihias dengan baik dapat bertahan selama berabad-abad
Batu alam juga bebas perawatan Tidak perlu cat dan tidak perlu memasang ubin mahal
Baca juga: Cat eksterior Avian mampu menurunkan suhu dalam ruangan dengan beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Ini juga mengatur suhu rumah
Penggunaan batu alam pada dinding eksterior mampu meredam suhu tinggi di dalam hunian Massa termal yang dihasilkan batuan alam dapat mengendalikan fluktuasi suhu harian.
Suhu pemanasan Jika energi pemanasan terlalu tinggi, apartemen akan terasa dingin
Meningkatkan harga jual rumah
Batu alam memiliki banyak keunggulan dalam produksi fasad Ini bukan hanya soal keberlanjutan, tapi juga soal keindahan
Tampilannya yang menarik dapat meningkatkan daya tarik hunian di mata pembeli dan juga meningkatkan nilai jual kembali rumah tersebut. Dengarkan berita dan berita pilihan kami di ponsel Anda Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Ingin Menggunakan Batu Alam sebagai Fasad Rumah? Ini Sederet Manfaatnya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Mengintip Keindahan Chamber Church, Gereja dengan Desain Futuristik di China pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dalam satu kategori, “Small Project of the Year Award”, total 8 proyek konstruksi dinominasikan sebagai pemenang.
Proyek dalam kategori ini mewakili kreativitas dan kemampuan seniman dalam menciptakan struktur dalam batas-batas yang terbatas. Jadi meskipun desain strukturnya kecil, namun inovasinya besar.
Baca juga: Mengapa Kebanyakan Jendela di Gereja Katolik Menggunakan Kaca Patri?
Ada satu pemenang yang banyak menyita perhatian yaitu Chamber Church. Terletak di Qingdao, Tiongkok, proyek ini merupakan karya firma arsitektur Jerman-Tiongkok Buro Xiu Zhuang.
Seperti dikutip dari Stair World, proyek ini dimiliki oleh pengembang Sunac yang berbasis di Kota Tianjin dan merupakan bagian dari Proyek Kota ADUO di Zhangma Mountain Tourist Resort di Qingdao.
Meski berstatus gereja, namun bagian luar bangunannya dipenuhi cahaya serupa dengan yang terdapat pada bangunan sekuler.
Bangunan gereja biasanya tidak memiliki dekorasi tambahan seperti patung Yesus atau kaca patri.
Arsitek suka bermain-main dengan cahaya sebagai konsep abstrak untuk menyarankan ‘modernitas abadi yang menciptakan kesan masa depan’.
Oleh karena itu, pembangunan Church of the Chambers bertujuan untuk menciptakan wadah menghormati masa lalu dan menatap masa depan.
Saat memasuki lokasi gereja, pengunjung dapat merasakan pengalaman religius dan sentuhan sekuler.
Untuk menciptakan kombinasi visual, para desainer menggunakan bingkai portal logam dengan irisan aluminium putih.
Dalam wawancara dengan Archdaily, Buro Xiu Zhuang selama proses desain, tim arsitektur memasukkan fasad lokal yang berbeda dari gereja tradisional.
Namun model yang dipreteli tetap mempertahankan bagian-bagian lama yang terkait dengan gereja, seperti menara lonceng dengan puncak menara dan jendela mawar, lengkungan interior, dan penataan interior basilika.
Masih mempertahankan akar desain gereja tradisional, orientasi utama bangunan adalah timur-barat.
Sedangkan area outdoor dilengkapi kolam buatan untuk menciptakan privasi. Sementara itu, ruang terbuka alun-alun masih tersedia untuk Anda menjalin koneksi dengan orang lain.
Artikel Mengintip Keindahan Chamber Church, Gereja dengan Desain Futuristik di China pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>