Artikel Soal 6 Polisi di Kasus Sambo Naik Pangkat, YLBHI Soroti Impunitas di Polri pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ukuran rekomendasi rekomendasi
Bahkan enam pejabat polisi telah dinyatakan hari ini. Minggu (12/08/2024).
Baca: Saat Baris Karyawan Rose di Penjara Penjara Mentah
Kebutuhan untuk merusak praktik ketidaknyamanan pada reformitas kebijakan reformasi pada polisi reformasi dan volume.
YLBI meminta Petugas Polisi dan Parlemen untuk mengkonfirmasi bahwa penjahat dan koordinator tidak hanya ditetapkan sebagai penjahat, tetapi bukan kebiasaan yang berulang.
“Jadi, pendirian pemerintah, spesialisasi, spesialisasi, tetapi dia mengatakan itu rusak.
Dia dipotret, termasuk aturan, dikumpulkan, dan mengutuk, dan menggunakan aset dan mengutuk, dan mempekerjakan dan mengutuk Providence, dan mengutuk, dan mengumpulkan mereka semua orang.
YLBHS memperkirakan bahwa dalam dan luar biasa mengoreksi koreksi sistematis
“Ulasan internal tidak berguna. Sekarang diperkirakan. Komoditas dikirim.
Baca Juga: Promosi Dilitis-Bigartin Polisi Bern-bin Bury Bury Birgay Jenderal Jenderal
Selain itu, Arab menekankan kasus pembunuhan Arab atau asing atau pembunuhan asing atau pembunuhan asing atau pembunuhan asing, seperti shalnging dan lumping.
Penekanan pada YLBH bahwa peristiwa perayaan ini tidak boleh diizinkan dan menjadi aturan ketat terhadap pelaku.
“Jadi konfirmasikan aturannya. Aturan yang berlaku selesai. Bukan upaya untuk mencegah aturan bukanlah upaya. Jangan tinggalkan di sesi keadilan.
Sebelumnya, beberapa polisi jika perlu diiklankan dan ditahan
Berdasarkan catatan, enam pejabat eksoris yang sudah memiliki konten contilccs.
Sebuah promosi adalah jari -jari bearary promosi Barz Kikschis, yang merupakan polisi dari pesan Jacquita Selatan dari Kepala Zacper Selatan.
Artikel Soal 6 Polisi di Kasus Sambo Naik Pangkat, YLBHI Soroti Impunitas di Polri pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Perwira Tersandung Kasus Sambo Naik Pangkat, Polri Diminta Beri Penjelasan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Suzheng mengatakan, klarifikasi ini perlu dilakukan karena banyak anggota TPS yang tidak pernah memiliki masalah moral namun tidak pernah dipromosikan.
“Harus dijelaskan kenapa mereka dipromosikan, karena ada anggota Polri lain yang tidak berbuat salah, tidak dipromosikan,” ujar Kompas, Selasa (3/). 12/2024).
Sugeng mengatakan, keputusan mengangkat perwira Polri yang bermasalah namun tidak mengangkat perwira yang bersih dapat menimbulkan dugaan diskriminasi.
Baca Juga: Hanya Polisi yang Dapat Promosi Usai Larangan Kasus Ferry Sambo
Ia juga khawatir hal itu dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian nasional.
“Jika kita tidak bisa menjelaskan keputusan-keputusan pemilu tersebut kepada publik, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemilu bisa menurun karena persoalan lembaga pemilu bukan sekedar persoalan pemilu,” kata Sugeng.
Sugeng pun mengakui kenaikan pangkat merupakan hak prerogratif Polri, begitu pula dengan proses banding atas pelanggaran etik yang dilakukan anggota Polri.
Namun, dia mengingatkan Polri harus transparan terhadap proses etik yang sempat meresahkan para perwira tersebut.
Baca Juga: Mantan Kapolres Jaksel Budhi Hardi Susianto Dicopot Karena Kasus Sambo, Diangkat Jadi Brigjen
“(Tidak) seiring berjalannya waktu, masyarakat lupa, dan muncul keputusan tentang personel yang dihukum, ada yang naik bintang dua, ada yang naik komisaris, ada yang naik bintang satu,” ujarnya.
Oleh karena itu, IPW akan meminta agar putusan-putusan tersebut dapat diakses oleh masyarakat, termasuk apa saja putusan dan pertimbangannya di tingkat pertama dan tingkat banding.
Sebab, IPW Polri cenderung merehabilitasi anggotanya yang sudah tidak lagi menarik perhatian publik usai terjadi pelanggaran etika.
Karena IPW cenderung melihat putusan di tingkat pertama serius, maka seiring berjalannya waktu, ketika masyarakat mulai lupa, Polri secara hukum akan merehabilitasi mereka yang sudah divonis bersalah, kata Sugeng.
“Kesalahan yang ada akan direhabilitasi, dan tidak ada efek jera. Anggota akan menganggap enteng pelanggaran yang ada karena nanti bisa “diurus”, ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, beberapa anggota polisi yang terlibat kasus Fardi Sambo kini kembali aktif bertugas, bahkan mendapat kenaikan pangkat. Ada enam perwira Polri yang sebelumnya diberi wewenang dan kini menduduki posisi strategis.
Salah satu yang diusung adalah Budhi Hardi Susianto yang menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan saat kasus Sambo mencuat.
Baca Juga: Mantan Anak Buah Ferry Sambo, Hendra Kurniawan Bebas Bersyarat
Artikel Perwira Tersandung Kasus Sambo Naik Pangkat, Polri Diminta Beri Penjelasan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Mengapa Perwira Polri yang Terlibat di Kasus Ferdy Sambo Bisa Naik Jabatan? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan: apa alasan kebijakan tersebut? Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menjelaskan mekanisme dibalik keputusan tersebut. Apa dasar dari promosi ini?
Sandi menjelaskan, kenaikan pangkat anggota Polri yang terlibat kasus ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memberikan reward dan punishment.
Menurut dia, keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti).
Tentu saja ini kebijakan pimpinan dalam memberikan reward dan punishment berdasarkan rapat Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti), kata Sandi di Jakarta, Senin (9/12/2024).
Baca Juga: Dipecat karena Kasus Sambo, Mantan Kapolres Jaksel Budhi Herdi Susianto Naik pangkat menjadi Brigjen
Perlu ditegaskan, keputusan kenaikan pangkat atau penurunan jabatan bukanlah keputusan sepihak, melainkan melalui proses rapat yang mencakup pertimbangan beberapa faktor oleh pimpinan Polri. Apa saja yang diperhatikan dalam memberikan reward dan punishment?
Sandi mengatakan, keputusan seseorang mendapat kenaikan pangkat atau sanksi tergantung hasil evaluasi rapat.
Berdasarkan hasil pertemuan, diputuskan bahwa seseorang dapat diberi penghargaan atau hukuman atas perbuatannya, katanya.
Artinya, kenaikan jabatan tersebut tidak hanya didasarkan pada prestasi, tetapi juga pada faktor lain seperti pelaksanaan tugas setelah masa sanksi dan kontribusinya dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Baca juga: Soal Kenaikan 6 Polisi dalam Kasus Sambo, YLBHI Soroti Impunitas di Polri Siapakah Perwira yang Diangkat?
Sejumlah agen yang terlibat kasus Ferdy Sambo kini menduduki posisi strategis setelah sebelumnya menjalani hukuman atau penurunan pangkat. Salah satunya Budhi Herdhi Susianto yang sebelumnya menjabat Kapolres Jakarta Selatan.
Ketika kasus Sambo mencuat, Budhi mengeluarkan informasi yang menyebutkan kematian Brigadir J akibat tembakan.
Namun penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa kejadian tersebut direncanakan oleh Ferdy Sambo. Meskipun demikian, Budhi dipromosikan menjadi Karowatpers, posisi bintang satu.
Kemudian Kompol Chuck Putranto yang sebelumnya dijatuhi hukuman penurunan pangkat dan satu tahun penjara karena menghalangi penyidikan. Ia kini dipromosikan menjadi AKBP dan ditugaskan di Polda Metro Jaya.
Baca juga: Polri umumkan kenaikan pangkat 6 agen yang terlibat kasus Sambo,
Lalu ada Combes Susanto, yang sempat diturunkan jabatannya selama tiga tahun karena kasus serupa dan kini kembali menjalankan tugasnya sebagai penyidik tindak pidana SMA. II di Bareskrim Polri.
Setelah itu, ada AKBP Handik Zusen yang juga terlibat kasus yang sama yang kini menjabat Kepala Cabang Operasi Nasional Dittipidum Bareskrim Polri.
Ada pula Kombes Murbani Budi Pitono yang dipromosikan setelah mendapat sanksi penurunan pangkat, serta Kombes Denny Setia Nugraha Nasution yang kini menjabat jabatan Kabagjianling Rojianstra SOPS Polri. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Mengapa Perwira Polri yang Terlibat di Kasus Ferdy Sambo Bisa Naik Jabatan? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Soal 6 Polisi di Kasus Sambo Naik Pangkat, YLBHI Soroti Impunitas di Polri pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Wakil Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Arif Maulana, mengatakan tindakan tersebut menunjukkan adanya kelalaian di tubuh Polri.
“Itupun seperti yang terjadi hari ini, enam anggota polisi yang ikut dalam kasus Sambo mendapat kenaikan pangkat. “Ini menunjukkan betapa kelalaian masih terus terjadi di akademi kepolisian ini,” kata Arif saat konferensi online yang ditayangkan di YouTube LBH Yayasan Indonesia, Minggu (8/12/2024).
Baca juga: Polisi Tawuran di Kasus Ferdy Sambo Usai Sanksi
Arif menekankan pentingnya reformasi Polri dan perlunya mengakhiri praktik impunitas yang terjadi di Korps Bhayangkara.
YLBHI juga meminta Presiden dan DPR memastikan kasus-kasus yang melibatkan polisi sebagai pelaku kejahatan tidak hanya diselesaikan, tetapi juga tindakan impunitas tidak terulang kembali.
Oleh karena itu, penting bagi instansi pemerintah, khususnya Presiden, dan DPR untuk mempertimbangkan tidak hanya penyelesaian permasalahan tersebut, tetapi juga bagaimana masalah ketidakadilan tersebut diselesaikan, tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini partai politik yang mengelola, mengatur, dan membawahi Polri adalah kepolisian itu sendiri, sehingga sangat rentan terjadinya penyalahgunaan kekuasaan karena kepolisian mempunyai monopoli kekuasaan.
YLBHI menilai perlu dilakukan reformasi struktural terhadap sistem pengawasan, baik internal maupun eksternal kepolisian.
“Pengendalian internal tidak berfungsi. Jadi itu adalah ukuran. Hubungan ditimbang. “Selanjutnya diperiksa pengawasan internal di Propam, tata tertibnya, dan tata tertib penegakan hukum pidana,” imbuhnya.
Baca juga: Mantan Kapolres Jakarta Selatan Budhi Herdi Susianto dicopot karena kasus Sambo kenaikan pangkat menjadi Brigjen
Selain itu, Arif menyoroti kasus penembakan sewenang-wenang atau pembunuhan di luar proses hukum yang terjadi di beberapa daerah seperti Semarang dan Lampung.
YLBHI menegaskan penembakan ini tidak bisa diterima dan harus ditegakkan hukum secara tegas terhadap pelakunya.
“Jadi tegakkan hukum. Hukum yang berlaku ditegakkan. Jangan biarkan segala upaya menghalangi proses penegakan hukum. “Jangan sampai kasusnya masuk ke pengadilan moral lalu kasus pidana ditutup,” ujarnya.
Sebelumnya, banyak anggota polisi yang terlibat kasus Ferdy Sambo yang kembali aktif bertugas dan mendapat promosi.
Data menunjukkan enam perwira Polri yang sebelumnya dibebastugaskan kini mendapat jabatan strategis.
Salah satu yang diusung adalah Kombes Budhi Herdi Susianto yang menjabat Kapolres Jakarta Selatan saat kasus Sambo terungkap.
Artikel Soal 6 Polisi di Kasus Sambo Naik Pangkat, YLBHI Soroti Impunitas di Polri pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Profil Komjen Ahmad Dofiri, Wakapolri Baru yang Dulu Pecat Ferdy Sambo pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Tn. Ahmed Dofili adalah Tn. Comgen akan menggantikan Agus Andrianto yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Imigrasi dan Reformasi.
Pengangkatan Ahmad Dofili sebagai Wakil Kapolri tertuang dalam telegram bernomor ST/2517/XI/KEP./2024 yang memuat daftar mutasi perwira tinggi polisi (pati) dan perwira menengah (pamen). ) ditandatangani Kapolri pada November 2024.
Lantas, apa yang dilakukan Ahmad Dofili?
Pria kelahiran 4 Juni 1967 ini menjadi peraih Adi Makayasa tahun 1989 di Akademi Kepolisian (Akpor).
Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, Ahmad Dofili memulai karirnya pada tahun 1990 sebagai Kepala Satuan Reserse Polres Tangerang di Polda Metro Jaya. Kemudian pada tahun 1991 menjabat sebagai Kanit Gerombolan Ras Polres Tangerang.
Baca Juga: Kapolri Komgen Ahmed Dofili Ditunjuk Jadi Wakil Komisioner Polri Gantikan Agus Andrianto
Kemudian, pada tahun 2005, Ahmad Dofili diangkat menjadi Kepala Badan Personalia Polri Cabang Jabupamentir.
Dua tahun kemudian, pada 2007, Dofili diangkat menjadi Kapolres Bandung. Kemudian pada tahun 2009 menjadi wakil Kapoltabase Bandung dan Kapoltabase Yogyakarta.
Kariernya terus meningkat. Mulai tahun 2010 sebagai Kabag Kermadgari Robungpars SDE HR Polri, Binkar berpindah ke Kurspripim Polri sebelum menjadi Analis Kebijakan Madya di SSDM Polri pada tahun 2012.
Selanjutnya pada tahun 2013 Ahmad Dofili diangkat menjadi Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Terakhir, pada tahun 2016, ia dipercaya diangkat menjadi Kapolda DIY. Namun sebelumnya, Dofili menjabat sebagai Karobinkar SSDM Poli, Kapolda Banten, dan Karosunlukum Diwakum Poli.
Baca Juga: Pergantian Polri: Komgen Ahmed Dofili Diangkat Irjen, Irjen Wahue Widada Diangkat Jadi Kabintelecom
Ahmad Dofili, mantan warga DIY, diangkat menjadi Kapolda Jawa Barat pada tahun 2020 setelah dimutasi ke Jakarta pada tahun 2019 sebagai Asisten Logistik Kapolri.
Pada tahun 2021, Dofili diangkat menjadi Hippo Intercom Polly. Terakhir pada tahun 2023, ia menjabat sebagai Irjen Pol (Irwasum). Api Freddy Sambo
Ahmed Dofili juga berperan penting dalam mengungkap pembunuhan Brigjen Noriansha Yosua Hutabarat atau Brigadir J Fardi Sambo, mantan Kepala Divisi Keamanan Khusus (Khadib Propam) Polri pada tahun 2022.
Sebagai interkom penutup, Dophilly mengungkap pembunuhan Brigadir Jenderal J kepada Richard Eleazer atau Barada E. Kennedy melakukannya.
Artikel Profil Komjen Ahmad Dofiri, Wakapolri Baru yang Dulu Pecat Ferdy Sambo pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>