Artikel Paula Badosa: Sudah Nyaris Gantung Raket, Tembus Semifinal Australia Open 2025 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Kemenangan ini menyebabkan dia terjatuh seolah terjatuh di lapangan dalam kegembiraan yang mendalam.
“Ini sangat emosional,” kata Badosa, suaranya bergetar.
Baca Juga: Perempatfinal Australia Open 2025 Harapkan Big Match antara Djokovic dan Alcaraz
Baginya, pencapaian tersebut bukan hanya sekedar hasil pertandingan saja, namun juga perjalanan yang panjang dan sulit.
Tahun lalu, Badosa memutuskan untuk gantung raket di lapangan tenis karena cedera punggung kronis yang mengganggu karirnya. Kursus penyakit kritis
Tahun lalu, Badosa merupakan yang terendah. Cedera punggung memaksanya keluar dari daftar 100 teratas dunia.
“Setahun yang lalu, saya tidak tahu apakah saya harus pensiun atau tidak. “Punggung saya sakit, saya perlu disuntik,” katanya.
Selama masa sulit seperti itu, dia berpikir untuk berhenti. Memang pada bulan keempat tahun lalu, Badosa disuntik untuk kedua kalinya, meski batas maksimalnya hanya tiga kali setahun.
Baca Juga: Djokovic kalahkan Roger Federer untuk juara Australia Terbuka
Momen tersulit terjadi setelah turnamen Madrid. Kombinasi masalah fisik dan mental berdampak buruk.
“Itu sangat sulit, campuran dari sakit punggung, kelelahan mental dan hal-hal lain,” kenang Badosa. Kebangkitan yang mengejutkan
Namun Badosa tidak menyerah. Lambat laun, kondisi fisiknya membaik.
Setelah mencapai putaran keempat di Wimbledon, ia menemukan kembali permainan terbaiknya.
Dia memenangkan jurusan di Washington, mencapai semifinal di Cincinnati dan mencapai perempat final di AS Terbuka.
Baca juga: Taylor Fritz Sumbang US$82.000 untuk Putaran Pertama Australia Terbuka untuk Korban Kebakaran Los Angeles
Kini ia akan kembali ke 10 besar dunia segera setelah Australia Terbuka 2025.
“Saya lolos ke semifinal (Australia Terbuka 2025). Siapa sangka saya bisa berada di sini setahun kemudian?” ucap Badosa sambil tersenyum bangga.
Artikel Paula Badosa: Sudah Nyaris Gantung Raket, Tembus Semifinal Australia Open 2025 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Djokovic Cetak Rekor Kemenangan di Australia Open, Lewati Roger Federer pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ia melampaui rekor Roger Federer (429) dan Serena Williams (423).
Djokovic memecahkan rekor itu dan melaju ke putaran ketiga Australia Terbuka dalam empat set, mengalahkan petenis Portugal itu 6-1, 6-7, 6-3, dan 6-2.
Djokovic tidak hanya mencetak rekor baru untuk kemenangan dalam satu pertandingan, namun ia kini mengincar gelar Australia Terbuka ke-11 dan gelar Grand Slam ke-25.
“Menang atau kalah, saya akan selalu memberikan segalanya di lapangan. Saya sangat senang bisa mencetak rekor baru,” kata pemain berusia 37 tahun yang kini dipimpin oleh mantan rivalnya Andy Murray.
Djokovic selanjutnya akan menghadapi unggulan ke-26 asal Ceko Tomas Machak dan berpeluang menghadapi unggulan teratas asal Spanyol Carlos Alcaraz di babak delapan besar.
Pemenang Grand Slam empat kali Alcaraz hanya kehilangan 5 game untuk melaju ke putaran ketiga Australia Terbuka.
Ia menduduki peringkat ketiga melawan Yoshihito Nishioka dari Jepang yang menang 6-0, 6-1, 6-4 dalam waktu 81 menit.
“Semakin sedikit waktu yang Anda habiskan di lapangan Grand Slam, terutama di awal pertandingan, semakin baik hasilnya,” kata Alcaraz, yang tidak pernah melewati perempat final di Melbourne.
Unggulan kedua Alexander Zverev dari Jerman mengincar gelar Grand Slam pertamanya dan menikmati libur dua hari setelah mengalahkan Luc Pouille pada Minggu malam (12/1/2025). Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Djokovic Cetak Rekor Kemenangan di Australia Open, Lewati Roger Federer pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>