Artikel GLOBAL NEWS Siapa Hashem Safieddine yang Disebut Akan Jadi Pemimpin Baru Hizbullah? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>CNN melaporkan pada tanggal 8 Oktober bahwa sumber keamanan Lebanon mengatakan pada tanggal 5 Oktober bahwa Hizbullah telah kehilangan kontak dengan Hashem Safieddine sejak serangan Israel sehari sebelumnya, pada tanggal 4 Oktober. Seorang pejabat Israel sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa dialah ulama yang melakukan upaya tersebut. tapi saya tidak tahu apakah dia dibunuh atau tidak.
Safieddine telah memimpin Hizbullah, bersama dengan wakil sekretaris jenderal kelompok tersebut, Naim Qassem, sejak pembunuhan Nasrallah.
Meski tidak begitu dikenal warga Israel seperti Nasrallah, Israel menganggap Safeeddine sebagai salah satu target utamanya.
Safieddine adalah sepupu Nasralah. Keduanya belajar di Iran pada awal tahun 1980an. Safieddine belajar di sebuah sekolah agama di Qom, Iran, sebelum kembali ke Lebanon pada tahun 1990 untuk mengambil peran kepemimpinan di Hizbullah.
Seperti Nasrallah, Safieddine adalah seorang kritikus keras terhadap Israel dan Barat, dan memiliki hubungan dekat dengan para pemimpin Iran. Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah
Safieddine menjabat sebagai ketua dewan kepemimpinan Hizbullah dan, hingga pendahulunya meninggal, dianggap sebagai salah satu pewaris ketua tertinggi organisasi tersebut. Hizbullah belum menyebutkan nama pengganti Nasrallah.
Ketuanya merupakan salah satu dari lima anggota Majelis Syuro yang merupakan badan pengambil keputusan organisasi. Dewan Eksekutif bertanggung jawab atas urusan politik, administratif dan keuangan – berbeda dengan Dewan Jihad yang merupakan cabang militer kelompok tersebut. Safieddine menjadi anggota Dewan Jihad.
Sebagai ketua komite eksekutif, Safieddine menjalankan peran serupa dengan perdana menteri, kantor berita Reuters melaporkan. Dia bertanggung jawab atas struktur perusahaan Hizbullah yang berkaitan dengan perawatan kesehatan, pendidikan, kebudayaan, konstruksi dan kegiatan lainnya.
Dia memimpin upaya untuk membangun kembali benteng Hizbullah di selatan Beirut setelah kelompok tersebut menyerang Israel pada tahun 2006. Selama perang, serangan udara Israel menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.
Artikel GLOBAL NEWS Siapa Hashem Safieddine yang Disebut Akan Jadi Pemimpin Baru Hizbullah? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel SP NEWS GLOBAL Komandan Pasukan Quds Iran Esmail Qaani Hilang Usai Israel Serang Beirut pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dua pejabat senior keamanan Iran mengonfirmasi kepada Reuters, Senin (10/7/2024) bahwa Ismail Qaani belum terdengar kabarnya sejak serangan Israel di Beirut pada Sabtu (10/5/2024) dan Minggu (10/6/2024). ). ).
Serangan Israel menargetkan Hashem Safiuddin, seorang pejabat senior Hizbullah.
Baca Juga: Israel Kembali Serang Beirut, Sebabkan Ledakan dan Kebakaran Besar-besaran
Namun seorang pejabat Iran mengatakan Ismail Qaani belum bertemu Safiuddin pada saat serangan terjadi.
Hizbullah juga diketahui memutuskan hubungan dengan Hashem Safieddin sejak Jumat (4/10/2024) menyusul serangan udara Israel di kawasan Dahiya, Beirut, Lebanon.
Safi al-Din ditunjuk menggantikan pemimpin Hizbullah Seyyed Hassan Nasrallah, yang tewas dalam serangan Israel di Dahiya pada 27 September.
Ismail Qaani sendiri dikabarkan melakukan perjalanan ke Lebanon setelah terbunuhnya Hassan Nasrallah dalam serangan udara Israel bulan lalu. Profil Ismail Qaani
Ismail Qaani dikenal sebagai penerus Qassem Soleimani.
Iran menunjuknya sebagai kepala dinas intelijen militer luar negeri Korps Garda Revolusi Islam setelah Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Bagdad pada tahun 2020.
Salah satu tugas Qaani dalam peran ini adalah mengelola sekutu paramiliter Iran di Timur Tengah, serta wilayah lain di dunia.
Baca juga: Israel Terus Serang Beirut, Jumlah Korban Tewas di Lebanon Tembus 2 Ribu.
Menurut orang-orang yang akrab dengan Qaani dan Soleimani, Qaani tidak pernah memberikan rasa hormat atau menjaga hubungan dekat dengan sekutu Iran di dunia Arab seperti yang dilakukan Soleimani.
Analis militer dan politik Barat juga mengatakan hal yang sama.
Sementara Soleimani memimpin Pasukan Quds pada saat proksi Iran (termasuk Hizbullah di Lebanon, Muslim Syiah di Irak, dan Houthi di Yaman) sedang meningkat, Qaani memimpin perlawanan terhadap mata-mata dan pesawat tempur Israel.
Pada tahun 1376, ketika Soleimani menjadi komandan utama Pasukan Quds, cabang asing Korps Garda Revolusi Iran, Qaani menjadi wakil komandannya.
Ketika Qaani mengambil alih kekuasaan, dia bersumpah untuk mengusir pasukan Amerika dari Timur Tengah sebagai pembalasan atas pembunuhan Soleimani.
Artikel SP NEWS GLOBAL Komandan Pasukan Quds Iran Esmail Qaani Hilang Usai Israel Serang Beirut pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>