Artikel Komisi X DPR Bakal Panggil Mendiktisaintek, Bahas Tukin Dosen ASN pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Satu panggilan terkait dengan pertanyaan tentang Dosen Kewarganegaraan (ASN) Dosen (ASN), yang terletak di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendictors).
“Ya, kami memiliki pertemuan yang dijadwalkan (sesi) ya. Tapi kami tidak hanya membicarakan satu hal, termasuk proposal untuk menyelesaikan masalah,” katanya Kamis (16.01.2016).
Haifah menekankan bahwa masalah Tukin diselesaikan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca lebih lanjut: Sambil menunggu guru semprot Tukina cair, file perhitungan berada di Kementerian Keuangan …
Namun, dia mengatakan bahwa anggaran harus terus melakukan prosedur untuk menyetujuinya.
“Kementerian Keuangan tidak dibuat dengan keputusan resmi. Kami masih menunggu prosedur resmi, seperti anggaran tambahan dan seberapa jelas bahwa X telah disetujui untuk menyarankan,” katanya.
Dalam debat sebelumnya, Hetafah mengumumkan bahwa proposal anggaran tambahan untuk dikte telah mencapai 10 triliun rp.
Anggaran mencakup kebutuhan umum untuk dikte, bukan hanya untuk Tukin.
“Tukin memang salah satu acara terpenting.
Baca lebih lanjut: Kamus: Kemenkeu telah sepakat untuk menghitung guru ASN
Ditanya tentang penyelesaian hak Tukin selama lima tahun, ia mengakui setiap minggu bahwa ia tidak dapat mengkonfirmasi. Dia berharap anggaran tambahan dapat ditanggung selama setidaknya satu tahun atau secara bertahap hingga 2025.
“Jika memungkinkan, kami benar -benar berharap bahwa 2025 akan menjadi solusi. Ini akan menunjukkan niat baik pemerintah untuk memberikan sumur yang diperlukan. Demikian pula, mempercepat sertifikat guru, yang juga merupakan prioritas,” katanya.
Menurut Hetafa, Komite X dari Perwakilan X telah meminta agar Tukin dibayar pada awal 2025. Namun, masih belum ada kepastian.
“Kami memintanya sejak awal, tetapi tampaknya tidak terwujud. Semoga siklus anggaran ini dapat segera diputuskan untuk membayar bunga -bunga ini,” kata Hetetafa.
Baca lebih lanjut: Sambil menunggu guru semprot Tukina cair, file perhitungan berada di Kementerian Keuangan …
Sebelumnya, Menteri Pembangunan dan Kebudayaan Manusia (Menko PMK) mengatakan menteri mengatakan pemerintah telah meminta Tukin untuk segera membayarnya kepada penutur ASN.
“Tukin Asn, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiki Saints) terus mengoordinasikan implementasi Kementerian Keuangan,” kata Pratikno Utara Kamarta pada 13 Januari 2025.
Sementara itu, Denny Surjantoro, kepala Departemen Keuangan dan Layanan Informasi, menjelaskan bahwa perbatasan instruktur ASN meningkat karena perbedaan dalam nomenklatur Kementerian.
“Nomenklatur masih memiliki perbedaan. Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Budaya, yang sekarang menjadi Kementerian Sosial,” kata Deni kepada Compas.com pada hari Senin.
Baca lebih lanjut: Menteri Pendidikan mengatakan 10 tahun tentang perjuangan untuk pembayaran Tukina Axts dan perubahan terbatas dalam nomenklatur. Pilih Akses Saluran Maintay ke Compas.com WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbedbedbbzjzrk13ho3d. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Komisi X DPR Bakal Panggil Mendiktisaintek, Bahas Tukin Dosen ASN pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Komisi X Usul Jam Belajar saat Ramadhan Dikurangi, Bukan Libur Sekolah “Full” pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Saat ini, pemerintah tengah mempelajari libur sekolah pada masa Prapaskah tahun ini.
“Beberapa opsi seperti libur penuh, pengurangan jam belajar, atau libur sebagian dapat dibicarakan. Namun kemungkinan pengurangan jam belajar atau libur sebagian lebih ideal karena tetap menjaga keberlangsungan proses pembelajaran, dengan tetap memberikan keleluasaan bagi siswa dan siswa. guru dalam menjalankan puasa secara bertahap,” kata Hetifah kepada Kompas.com, Selasa (14/1/2025).
Menurut Hetifah, dengan adanya libur parsial, tujuan pembelajaran selama Ramadhan 2025 tetap dapat tercapai tanpa membebani siswa secara berlebihan.
Baca juga: PBNU Bahas Libur Sekolah Ramadhan di Munas dan di Conbes
Selain itu, terkait rencana libur sekolah selama Ramadhan, kata dia, sebenarnya perlu mempertimbangkan aspek pendidikan, sosial, dan agama.
“Mengingat pentingnya bulan Ramadhan bagi umat Islam, maka kebijakan yang mendukung ibadah tanpa mengorbankan proses pembelajaran harus menjadi solusi yang proporsional,” ujarnya.
Oleh karena itu, HETIFA mendorong partisipasi pemangku kepentingan, antara lain pemerintah daerah, asosiasi guru, dan tokoh masyarakat, dalam pengambilan kebijakan sesuai karakteristik daerah masing-masing.
Ia menilai peran serta semua pihak penting agar kebijakan yang diterapkan mampu menjaga nilai-nilai keagamaan masyarakat.
“Intinya pemerintah harus memperhatikan kurikulum sekolah agar libur tidak mengganggu tujuan tercapainya pembelajaran di sekolah,” jelas Hetifa.
Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan 3 Pilihan Libur Sekolah Selama Ramadhan 2025
“Meski bulan Ramadhan penuh libur, hendaknya sekolah menyediakan kegiatan baik keagamaan maupun non keagamaan yang bermanfaat bagi pengembangan minat dan bakat siswa. Para pemangku kepentingan pendidikan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mitty mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan tiga opsi terkait liburan selama bulan Ramadhan.
Menurut Muti, opsi tersebut nantinya akan dibahas dalam pertemuan lintas, yakni di Kementerian Agama (Kemeng) dan Kementerian Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri).
“Ada tiga opsi yang dikembangkan di masyarakat,” kata Muti, Selasa (14/1/2025).
Menurut dia, tiga opsi yang dibahas antara lain melengkapi libur Ramadhan dengan kegiatan keagamaan.
Kedua, hari libur parsial, seperti awal Ramadhan, libur beberapa hari, dan kembali merayakan Idul Fitri.
Ketiga, sekolah tetap seperti biasa.
Menurut Mu’ti, banyak pihak yang menawarkan libur penuh agar mahasiswa bisa fokus mengikuti kegiatan keagamaan.
Namun ada pula yang menginginkan pola libur parsial, seperti saat ini awal Ramadhan tinggal beberapa hari lagi dan menjelang Idul Fitri.
Mu’ti menunggu pembahasan di tingkat lintas level dalam waktu dekat dan diumumkan melalui surat edaran yang dikeluarkan masing-masing menteri terkait. Lihat berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih akses saluran utama Kompas.com Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbedbpzjzrk13ho3d. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Komisi X Usul Jam Belajar saat Ramadhan Dikurangi, Bukan Libur Sekolah “Full” pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Soal Kasus BEM Unair, Komisi X DPR Harap Kebebasan Tak Dibatasi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Penghentian ini dilakukan setelah adanya kritik terhadap BEM FISIP Unair melalui karangan bunga berisi foto Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Jibran Rakabuming Raka.
Namun, setelah virus menyebar, pihak universitas akhirnya mencabut pembekuan tersebut.
Baca juga: Pengurus BEM FISIP Unair mengaku pernah melakukan perundungan saat membuat bunga
Hetifah menilai pihak universitas tidak boleh menghentikan BEM FISIP Unair jika ingin mengeluarkan surat teguran.
Di hadapan Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (29), Hetifa mengatakan: “Kami berharap kebebasan ini tidak dibatasi. Ke depan, kalau memang ingin ditegur, jangan dibekukan organisasinya.”
Politisi Partai Golkar ini menilai perguruan tinggi seharusnya hanya berkontribusi pada BEM, bukan membekukannya.
“Kami akan memberikan informasi tentang bagaimana langkah ke depan sehingga potensi kekhawatiran dapat dikomunikasikan dengan cara yang tepat,” katanya.
Di sisi lain, Hetifah mengucapkan terima kasih karena Unair telah mencabut skorsing BEM FISIP.
Beliau juga menekankan pentingnya mengkritisi siswa sebagai pengalaman untuk mengasah kemampuan kritisnya.
Baca juga: Dekan FISIP Unair buka suara dan jelaskan alasan pemberhentian BEM
Namun, ia mengingatkan agar kritik tersebut disuarakan dengan mempertimbangkan suasana budaya Indonesia.
“Kami juga tentunya berharap ada cara untuk mengkomunikasikan sesuatu yang lebih sesuai dengan lingkungan budaya kita, terutama pemimpinnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Dekan FISIP Unair, Prof. Bagong Suyanto menjelaskan, keputusan membekukan penilaian BEM FISIP dilakukan karena esai tersebut memuat ungkapan-ungkapan yang tidak sesuai dengan etika akademik.
Baca juga: Menteri Pendidikan dan Teknologi meminta Rektor mencabut skorsing BEM FISIP Unair
Namun setelah bertemu dengan Presiden BEM FISIP Unair Tufahat Ullaya Bakhtiar, dekan memutuskan untuk mencabut pembekuan tersebut.
“Kami bertemu dan melakukan pembicaraan dari hati ke hati. “Bahkan pada saat itulah Dekan mencabut perintah (perintah) pemberhentian sementara pimpinan BEM FISIP Unair,” kata Bagong di Unair, Senin (28/10/2024).
Dalam pertemuan tersebut, para pengurus BEM FISIP Unair sepakat untuk tidak menggunakan kata-kata kasar saat mengkritik pemerintah. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com, pilih saluran berita favorit Anda: https: //www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Soal Kasus BEM Unair, Komisi X DPR Harap Kebebasan Tak Dibatasi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>