Artikel Video Lampu Merah di Pintu Doraemon Taman Tekno, Inisiatif Warga pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pasalnya, ruas jalan di Pintu Doraemon hanya bisa dilintasi satu sepeda motor. Sehingga terkadang antriannya tidak nyaman yang akhirnya berujung pada kemacetan.
Belakangan ini, warga Sethu Peduli memasang lampu merah lingkungan di Pintu Gerbang Doraman yang mengarah ke kawasan Rawa Bantu, Serpong, Munkul, Parung. Masing-masing pihak diberi lampu hijau dan merah sebentar, jadi menyesuaikan.
Baca Juga: Inilah 12 Negara Bagian yang Dapat Pengurangan Pajak Kendaraan
Dedi Landani, salah satu warga sekitar kawasan Pintu Doraemon mengatakan, kemacetan di Pintu Doraemon sudah berlangsung lama. Kebanyakan pekerja memilih melewati gang tersebut karena menghubungkan kecamatan di Tangsel.
“Sampai awal tanggal 27 Oktober, Pak RT 16 RW 04 Eddy Lepoi melakukan lampu merah bersama warga,” kata Dedi kepada Kompas.com, Selasa (5/11/2024).
Polanya sederhana, terdapat tiga buah lampu berwarna merah, kuning, dan hijau di bagian atas pintu. Dan pembatas jalan dibuat agar sepeda dari arah berlawanan tidak terhalang oleh sepeda yang hendak masuk.
Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Truk di Tangerang, Pentingnya Punya Radar Imajinasi
Dedi mengatakan pintu Doraemon adalah jalan pintas ke segala arah. Anda bisa menuju Rawa Bantu, Serpong atau Setu, Munkul, Parung, Pamulang hanya melalui gudang.
Lampu merah buatan warga ada jam operasionalnya, terutama pada jam sibuk. Misalnya pagi pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, sore pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB, dan sore pukul 16.30 WIB hingga 19.00 WIB. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Video Lampu Merah di Pintu Doraemon Taman Tekno, Inisiatif Warga pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kecelakaan Beruntun di Ngaliyan Semarang, Truk Melintas di Jam Sibuk pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Faktanya, dia tidak hanya menabrak banyak mobil tetapi dia juga memenangkan banyak hal. Setidaknya empat toko ditabrak sebelum truk yang membawa baterai berhenti di sebuah toko jus buah.
Selain itu, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB yang merupakan waktu terpenting sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Sebagai informasi, Kantor Bea Cukai Kota Semarang memutuskan truk-truk besar boleh melaju mulai pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Sektor Pajak Tak Terbebani Secara Berlebihan
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai pentingnya penegakan peraturan bagi truk besar yang hanya perlu menempuh perjalanan beberapa jam.
Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol Cornelis Ferdinand Hotman Sirait mengatakan, kejadian tersebut akan didalami karena pengemudi belum mengambil keterangan.
Nanti akan didalami karena pengemudinya belum mendapat informasi dan nanti dari Polrestabes Semarang. Jadi, yang bisa dilakukan pertama kali di TKP adalah informasi bahwa dia berkendara sejauh 100 meter hingga berdiri. tunjuk,” kata Hotman kepada Kompas.com, Jumat (22/11/2024).
Hotman juga mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dua korban tewas dan sembilan luka-luka.
“Saya akan informasikan kepada inspektur Polres Semarang mengenai masalah hukumnya apakah ilegal atau tidak,” kata Hotman.
Baca Juga: Terinspirasi Stoner, Bagnaya Kenakan Gaun Putih Saat Sesi Tes
Saat ini, Badianto, analis lalu lintas dan hukum, menilai pemerintah daerah berhak mengontrol pengoperasian kendaraan, termasuk truk. Hal ini untuk mencegah kejadian seperti ini terulang kembali.
“Pekerjaan kendaraan berat atau truk ada baiknya menyesuaikan dengan kondisi jalan masing-masing jalan atau wilayah. Terutama tingkat lalu lintas di jalan tersebut,” kata Badianto.
Menurut mereka, mobil besar bisa melaju pada pukul 18.00 – 06.00 WIB atau 22.00 – 06.00 WIB. Selain itu, pengoperasian truk harus disesuaikan dengan kelas dan kondisi jalan.
“Selain jalan nasional, kita perlu kesepakatan dan kerja sama dengan pemerintah pusat,” kata Bodiantu. Dengarkan berita terkini dengan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kecelakaan Beruntun di Ngaliyan Semarang, Truk Melintas di Jam Sibuk pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>