Artikel Kubu Agung Laksono Daftarkan Hasil Munas PMI ke Kementerian Hukum pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Sementara itu, kini terjadi dualisme di tubuh PMI karena terdapat dua Konvensi Nasional yang berbeda yakni versi Konvensi Nasional yang dimenangkan Jusuf Kalla (JK) dan Agung Laxono.
“Kemudian oleh tim. Secepatnya, secepatnya. Secepatnya akan diberitahukan,” kata Agung saat dihubungi, Senin (9/12/2024).
Baca Juga: Jusup Galla Laporkan Agung Laxono ke Polisi Terkait Kisruh Pemilu PMI
Ullah Noorchrawati, Sekretaris Jenderal Kamp Agung Laxono Edisi BMI, menegaskan, pengelola Kamp Agung Laxono Edisi BMI telah terdaftar di Kementerian Hukum.
Dalam pengaturan tersebut, Agung Luxono menjadi presiden PMI; Muhammad Muaz, Wakil Ketua Umum PMI; dan Sekjen PMI Ullah Nurchravati Usman.
Namun kubu Agung Luxono hanya mencatat struktur kepengurusan pusat saja.
“Bisa saja kita serahkan hari ini dan didaftarkan ke administrasi yang lebih sederhana, misalnya seperti itu,” ujarnya.
Baca Juga: JK Laporkan Penipuan PMI ke Polisi, Agung Laxono: Boleh saja dilaporkan
Dalam kesempatan tersebut, Ullah menjelaskan, terdapat aspirasi dari anggota PMI dari berbagai daerah untuk mendukung Agung Laxono sebagai Presiden PMI.
Menurutnya, Agung mendapat 254 suara. Artinya dukungan Agung melebihi 20 persen sehingga memenuhi syarat.
Selain itu, kubu Agung Laxono juga menggelar konvensi nasional dan memenangkan Jusup Galla sebagai Ketua PMI dengan syarat memberi penghormatan kepada JK.
Tapi sepertinya tidak ada calon lain selain Jusuf Kalla, kata Ullah.
Baca Juga: Perjalanan 4 Periode Jusuf Kalla Sebagai Ketua Umum PMI
Setelah itu, menurut Ullah, ada desakan dari pendukung Akung untuk menggelar munas sendiri pada Minggu (8/12/2024).
“Akhirnya, ketika ada tekanan dari pemilih, terutama yang menandatangani rekomendasi mendukung Akung Luxono, lebih dari 200 orang meminta untuk mengadakan musyawarah nasional sendiri,” ujarnya.
Ullah juga menegaskan, Munas mendukung Agung Laxono sebagai Ketua PMI berdasarkan tuntutan daerah.
Oleh karena itu, Pak Agung bukan menuntut adanya DPR, bukan tuntutan daerah yang mempunyai hak pilih, ”tegasnya kembali. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kubu Agung Laksono Daftarkan Hasil Munas PMI ke Kementerian Hukum pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Polri Cek Laporan Jusuf Kalla terhadap Agung Laksono soal Kisruh Ketum PMI pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan, pihaknya akan membenarkan laporan tersebut.
Nanti kita periksa, kata Sandi di Jakarta Selatan, Senin (12/9/2024).
Baca Juga: Jusuf Kalla Laporkan Agung Laksono ke Polisi Usai Krisis Pemilu PMI
Jusuf Kalla Jenderal terpilih menjadi Ketua PMI pada Munas ke-22. Namun, JK menyebut Agung Laksono berusaha menduduki kursinya secara ilegal.
Ia pun menggugat JK Agung Laksono ke Bareskrim Polri terkait kisruh pemilihan Presiden PMI.
“Jadi kami lapor ke polisi ada yang melakukan tindakan ilegal seperti ini, dan itu lumrah,” ujarnya dalam keterangan video, Senin (12/9/2024).
Baca Juga: JK Ajukan Laporan Polisi Soal Krisis PMI, Agung Laksono: Senang Melapor
JK mengatakan, upaya Agung Laksono kerap menimbulkan masalah, termasuk di Golkar.
“Itu ilegal dan makar, dan yang kedua adalah kebiasaan Pak Agung Laksono yang memecah-belah Golkar dan menciptakan rivalitas dengan Kosgoro. Mengagumkan, tapi harus kita lawan karena berbahaya bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 ini menegaskan, PMI di Indonesia hanya ada satu.
“Setiap negara ada satu PMI,” kata JK.
Baca juga: Kamp Agung Laksono Daftarkan Hasil Munas PMI ke Kementerian Kehakiman
Ia kemudian mengungkapkan, banyak orang di belakang Agung Laksono yang dipecat dari PMI karena melanggar AD/ART.
JK pun membantah pernyataan Agung Laksono yang menyebut PMI tidak bekerja sama dengan pemerintah pada masa pemerintahannya.
“Yang bilang berapa menteri yang bicara. Kalau tidak diselesaikan, tidak ada menteri yang datang. Oleh karena itu, kami mengundang semua menteri yang terlibat, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan,” tegasnya. Dengarkan berita terbaru dan penawaran berita langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Polri Cek Laporan Jusuf Kalla terhadap Agung Laksono soal Kisruh Ketum PMI pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Perjalanan Jusuf Kalla 4 Periode Terpilih Menjadi Ketua Umum PMI pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ketua Sidang Paripurna Kedua yang juga Ketua PMI Jawa Barat Adang Rocjana mengatakan, sebagian besar peserta Munas 490 menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Yusuf Kalla.
Dari 490 peserta, perwakilan 34 PMI daerah dan satu Forum Sukarela Nasional (Forelnas), memberikan respon positif terhadap laporan pertanggungjawaban Ketua PMI dan mendukung kembalinya Yusuf Kalla ke pimpinan PMI, kata Adang Rocjana.keterangan tertulis, Senin (9/12/2024).
Ini keempat kalinya sosok yang akrab disapa JK itu dilantik menjadi Ketua Umum PMI.
Baca Juga: Jusuf Kalla Terpilih Kembali Jadi Ketum PMI
Dirangkum Kompas.com, berikut perjalanan Yusuf Kalla menjadi CEO PMI sebanyak empat kali. 2009-2014
JK pertama kali terpilih sebagai Ketua Umum PMI periode 2009-2014 pada Musyawarah Nasional PMI ke-19 yang diselenggarakan pada 22 Desember 2009.
JK saat itu dipilih karena menjadi satu-satunya calon ketua umum yang ditawarkan menggantikan Mar’ie Muhammad yang sempat memimpin PMI selama dua periode.
“Saya bersyukur atas amanah yang diberikan kepada saya untuk memimpin PMI lima tahun ke depan,” kata JK usai terpilih, seperti diberitakan Kompas.com pada 23 Desember 2009.
Sementara itu, dalam pidatonya pasca terpilihnya JK, ia mengatakan kehadiran PMI penting di Indonesia yang saat itu berpenduduk 220 juta jiwa.
Untuk itu, JK berjanji akan bekerja dengan baik memimpin PMI agar bermanfaat atau memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Baca juga: Jusuf Kalla: Sejak Hari Pertama Letusan Levotobi, PMI Berikan Dukungan 2014-2019
Jusuf Kalla terpilih sebagai Ketua PMI untuk kedua kalinya pada Musyawarah Nasional PMI ke-12 yang diselenggarakan di Jakarta pada 18 Desember 2014.
Saat itu, JK mampu mengalahkan calon Ketua Umum lainnya yakni Siti Hediyati atau Titiek Soeharto.
Ketua Departemen Lembaga Mabes PMI Exkuwin Suharyanto mengatakan, JK memperoleh 247 suara dari 418 peserta Munas yang berasal dari perwakilan PMI se-Indonesia. Sedangkan Titiek Soeharto hanya memperoleh 170 suara.
Kompas.com memberitakan pada 18 Desember 2024, JK bersedia menerima jabatan tersebut karena saat itu ia sedang menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden bersama Joko Widodo (Jokowi), Presiden ke-7 Republik Indonesia.
Pada acara penutupan Munas ke-20 PMI tanggal 18 Desember 2014, JK mengatakan, “Saya memang ingin rehat dan fokus pada tugas-tugas publik yang beban dan amanahnya lebih besar.”
Artikel Perjalanan Jusuf Kalla 4 Periode Terpilih Menjadi Ketua Umum PMI pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>