Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

kapal tenggelam Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/kapal-tenggelam/ Berita Seputar Global Indonesia Sat, 11 Jan 2025 22:20:50 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://sp-globalindo.co.id/wp-content/uploads/2024/10/cropped-sp-1-32x32.png kapal tenggelam Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/kapal-tenggelam/ 32 32 Cerita Hassan Ali Bermodal Rp 116 Juta ke Eropa, Ditipu dan Nyaris Tenggelam di Laut https://sp-globalindo.co.id/cerita-hassan-ali-bermodal-rp-116-juta-ke-eropa-ditipu-dan-nyaris-tenggelam-di-laut/ https://sp-globalindo.co.id/cerita-hassan-ali-bermodal-rp-116-juta-ke-eropa-ditipu-dan-nyaris-tenggelam-di-laut/#respond Sat, 11 Jan 2025 22:20:50 +0000 https://sp-globalindo.co.id/cerita-hassan-ali-bermodal-rp-116-juta-ke-eropa-ditipu-dan-nyaris-tenggelam-di-laut/ Malakasa, KOMPAS.com – Seperti semua orang di desa kecilnya di provinsi Punjab, Pakistan, Hasan Ali memiliki impian besar untuk pergi ke Eropa. Pria berusia 23 tahun ini rela meninggalkan istri dan dua putranya yang masih kecil di dekat kota besar,...

Artikel Cerita Hassan Ali Bermodal Rp 116 Juta ke Eropa, Ditipu dan Nyaris Tenggelam di Laut pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
Malakasa, KOMPAS.com – Seperti semua orang di desa kecilnya di provinsi Punjab, Pakistan, Hasan Ali memiliki impian besar untuk pergi ke Eropa.

Pria berusia 23 tahun ini rela meninggalkan istri dan dua putranya yang masih kecil di dekat kota besar, Gujarat, dan pindah ke benua biru demi kehidupan yang lebih baik.

Namun, perjalanan ini jauh dari yang diinginkan. Hassan yang mengumpulkan jutaan rupee ditipu dan hampir tenggelam di Laut Mediterania.

Baca Juga: Imigran Tak Berdokumen di AS Takut dengan Ancaman Deportasi Lebih Banyak dari Donald Trump

Hassan menjadi orang pertama yang ditarik ke dalam perahu pada Sabtu (14/12/2024) dini hari di dekat Pulau Kreta, Yunani.

Beberapa orang berhasil diselamatkan dalam operasi yang melibatkan sembilan kapal, termasuk Penjaga Pantai Yunani, serta kapal angkatan laut dan helikopter.

Dari kamp pengungsi Malakasa dekat Athena, Hassan menceritakan kisahnya kepada Al Jazeera melalui telepon. Modal Rp 116 juta, pendapatan per bulan Rp 2,4 juta

Perjalanan Hassan dimulai sekitar 3,5 bulan lalu.

Anak ketiga dari lima bersaudara, ia bekerja di lokasi konstruksi sebagai buruh baja dengan penghasilan Rs 42.000 (Rs 2,4 lakh) sebulan, meskipun bekerja 10-12 jam sehari, tujuh hari seminggu.

Meski demikian, ia tidak peduli seberapa berat atau berapa lama pekerjaannya, asalkan penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup.

“Tagihan listrik saya berkisar antara Rs 15.000 (Rs 872.000) hingga Rs 18.000 (Rs 1 lakh) (per bulan),” ujarnya. “Dan uang makannya hampir sama untuk keluarga saya, termasuk orang tua dan dua adik laki-laki saya.”

Hassan biasanya harus mengambil pinjaman kecil di akhir bulan. Ia selalu khawatir jika ada keadaan darurat, misalnya ada penyakit dari keluarganya.

“Di Pakistan, tidak mungkin hidup dengan baik dengan pendapatan sebesar itu,” katanya.

Situasi ini mendorongnya untuk melakukan hal yang salah, yaitu pergi ke Eropa.

Hassan mulai berbicara dengan istri, ibu, dan saudara laki-lakinya tentang keinginannya mengikuti orang lain di desanya dengan bekerja di Eropa.

Keluarga tersebut setuju dan menjual sebidang kecil tanah berisi perhiasan ibu Hassan untuk membiayai perjalanan tersebut.

Mereka mengumpulkan sekitar 2 juta rupee (Rs 116,2 juta) untuk membayar delegasi yang berjanji melindungi Eropa.

Keluarga Hassan juga mendengar tentang orang-orang yang telah pergi, namun tidak berhasil. Namun, masih ada cerita mengenai orang-orang yang berhasil mencapai Italia dengan selamat dalam beberapa hari setelah meninggalkan Pakistan.

Emosi Hassan bercampur antara takut dan gembira.

Baca Juga: Lowongan BPJS untuk TKA: Perlindungan Ganda dan Perlindungan Keluarga Ditunda, Terkena

Beberapa minggu kemudian, dia mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya dan naik pesawat dari Sialkot ke Arab Saudi.

Artikel Cerita Hassan Ali Bermodal Rp 116 Juta ke Eropa, Ditipu dan Nyaris Tenggelam di Laut pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/cerita-hassan-ali-bermodal-rp-116-juta-ke-eropa-ditipu-dan-nyaris-tenggelam-di-laut/feed/ 0
Kapal Penangkap Ikan Korea Selatan Tenggelam, 2 WNI yang Jadi ABK Belum Ditemukan https://sp-globalindo.co.id/kapal-penangkap-ikan-korea-selatan-tenggelam-2-wni-yang-jadi-abk-belum-ditemukan/ https://sp-globalindo.co.id/kapal-penangkap-ikan-korea-selatan-tenggelam-2-wni-yang-jadi-abk-belum-ditemukan/#respond Sun, 01 Dec 2024 22:01:03 +0000 https://sp-globalindo.co.id/kapal-penangkap-ikan-korea-selatan-tenggelam-2-wni-yang-jadi-abk-belum-ditemukan/ JAKARTA, KOMPAS.com – Kapal nelayan Korea Selatan Geoumseongsusan 135 dilaporkan tenggelam di perairan Jeju, 24 km barat laut Pulau Biyangdo, Jeju, pada Jumat (11 Agustus 2024). Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Judah Nugraha mengatakan, kejadian...

Artikel Kapal Penangkap Ikan Korea Selatan Tenggelam, 2 WNI yang Jadi ABK Belum Ditemukan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Kapal nelayan Korea Selatan Geoumseongsusan 135 dilaporkan tenggelam di perairan Jeju, 24 km barat laut Pulau Biyangdo, Jeju, pada Jumat (11 Agustus 2024).

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Judah Nugraha mengatakan, kejadian tersebut mengakibatkan 11 awak WNI berada di dalam kapal tersebut.

Dua di antaranya belum ditemukan.

Akibat kejadian tersebut, 12 awak kapal, 10 warga negara Korea, dan 2 warga negara Indonesia dilaporkan hilang, ujarnya dalam siaran pers, Jumat.

Baca juga: 1 Orang Tewas, Dua Awak Kapal Ditangkap Akibat Tabrakan Kapal di Palopo

Kapal yang menampung ikan sarden seberat 129 ton itu memiliki 27 awak kapal yang terdiri dari 16 warga negara Korea dan 11 warga negara Indonesia.

Saat ini, kata Yehuda, awak kapal yang ditemukan berjumlah 15 orang dan dua di antaranya meninggal dunia, yakni awak kapal asal Korea.

Sementara itu, 4 awak kapal asal Korea dan 9 awak kapal asal Indonesia dinyatakan selamat dan dirawat di Puskesmas Seobu di Jeju untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kedua awak kapal WNI yang belum ditemukan itu berinisial YM dan SJU,” kata Judah.

Ia mengatakan, otoritas Korea Selatan masih melakukan penggeledahan intensif sebanyak 3 kali dalam 24 jam.

Baca juga: KBRI Madrid salurkan bantuan kepada WNI terdampak banjir di Valencia

Timeline kapal nelayan yang membawa WNI tenggelam di Jeju

Penjaga pantai setempat mendapat sinyal bahaya pada Jumat (11/8/2024) sekitar pukul 04.30 waktu setempat.

Sinyal marabahaya datang dari kapal penangkap ikan lain yang terletak di sebelah kapal yang tenggelam.

Direktur Keamanan Penjaga Pantai Jeju Jung Moo-won mengatakan para pejabat telah mengkonfirmasi lokasi kapal yang tenggelam.

Kapal yang membawa 11 WNI itu tenggelam sekitar 22 kilometer barat laut Pulau Jeju.

Tim penyelamat Korea Selatan terhambat angin kencang dan gelombang setinggi 2 meter.

Hingga Jumat pagi, sedikitnya 30 kapal dan 13 pesawat dikerahkan untuk mencari korban selamat. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

Artikel Kapal Penangkap Ikan Korea Selatan Tenggelam, 2 WNI yang Jadi ABK Belum Ditemukan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/kapal-penangkap-ikan-korea-selatan-tenggelam-2-wni-yang-jadi-abk-belum-ditemukan/feed/ 0