Artikel Selamat Bekerja Ibu Menteri Meutya, 7 “PR” Sudah Menunggu pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pada Senin pagi (21 Oktober 2024), Presiden Prabowo Subianto menyerahkan Meutya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat bersama 47 anggota Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Selepas dari kantor, Meutya mempunyai banyak tugas atau pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan tepat waktu.
Mulai dari penghapusan perjudian online, penguatan keamanan online, penguatan perlindungan informasi pribadi (UU PDP), hingga peningkatan kecepatan internet.
Baca juga: Teknologi infrastruktur dalam satu dekade terakhir, mulai dari lalu lintas udara hingga pusat data
Kurang dari tujuh “sumber daya” yang ditunjuk Menteri Meutia, menunggu untuk diselesaikan. 1. Hilangkan perjudian online
Meutya perlu terus memberantas perjudian online atau judol di Indonesia. Praktik ilegal ini biasa terjadi dalam perdagangan (600 triliun rupiah antara tahun 2017 hingga 14 September 2024) dan distribusi barang (4,7 juta keping).
Kekhawatiran dan kritik terhadap penanganan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diutarakan warganet.
Misalnya saja adanya keluhan yang terus-menerus mengenai penggunaan pesan teks untuk mencegah perjudian online, namun cara ini dinilai tidak efektif. Netizen pun mengeluhkan merebaknya iklan online di media sosial atau pesan singkat.
Baca juga: 9 taipan teknologi yang datang ke Indonesia dalam 10 tahun terakhir 2. Memperkuat keamanan siber
Sebagai Menteri Komunikasi dan Teknologi, Meutya juga mempunyai pekerjaan rumah dalam memperkuat keamanan siber Tanah Air. Pasalnya, Indonesia banyak mengalami serangan siber seperti peretasan yang mengakibatkan pembobolan data yang berdampak pada seluruh instansi pemerintah dan sektor swasta.
Ada beberapa pembobolan data di Indonesia dalam 3 tahun terakhir: Website Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diretas. Aplikasi Electronic Health Alert (e-HAC) di website Sekretariat Kabinet (Setkab) telah diretas. Serangan teroris Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Pemerintah Pusat di Tanah Air Malware (Pusmanas) BSSN PLN Pelanggaran Data Pelanggaran Data IndiHome Pelanggaran Data Registrasi Kartu SIM Prabayar Pelanggaran Data KPU Pelanggaran Data Aplikasi MyPertamina.
Belum lama ini, server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya juga diserang ransomware. Gangguan terhadap PDNS berdampak pada 210 kantor pemerintahan, termasuk terhentinya layanan imigrasi.
Baca juga: 6 UU Ini Jadikan Indonesia Nomor 3 Dunia. Tetap Terapkan UU PDP
Pada masa pemerintahan Joko Widodo, Indonesia memberlakukan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Aturan ini akan berlaku penuh mulai 17 Oktober 2024.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) masih mengoordinasikan dua konstitusi penting untuk memudahkan implementasi UU tersebut.
Aturan tersebut antara lain Keputusan Presiden (Perpres) tentang Pembentukan Kewenangan Pengawasan PDP dan Keputusan Umum (PP) yang menjadi pedoman khusus pelaksanaan undang-undang tersebut.
Maka Meutya perlu melihat implementasi selanjutnya dari kedua konstitusi tersebut serta UU PDP.
Baca juga: 6 Hukum Teknologi di Indonesia 10 Tahun Terakhir
Artikel Selamat Bekerja Ibu Menteri Meutya, 7 “PR” Sudah Menunggu pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dalam 10 tahun terakhir, kecepatan internet di Indonesia kini meningkat 10 kali lipat pada tahun 2024, yaitu dari tahun 2014-2024, tahun yang sama ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat dua periode.
Yang dimaksud dengan kecepatan internet di sini mengacu pada kecepatan mendownload sesuatu dari internet.
Pada tahun 2014, rata-rata kecepatan download di Indonesia sebesar 2,5 Mbps, dan pada tahun ini tercatat sebesar 24 Mbps.
Oleh karena itu, rata-rata kecepatan internet di Indonesia merupakan gabungan dari rata-rata kecepatan unduh segmen seluler (mobile broadband) dan kabel (fixed).
Baca juga : Kecepatan Internet 5G Telkomselmenyediakan 200 Mbps di Bali
Lantas, bagaimana peningkatan kecepatan internet di Indonesia dari tahun 2014 hingga sekarang? 2014: 2,5Mbps
Pada tahun 2014, penyedia layanan cloud global, Akamai Technologies Inc, merilis laporan State of the Internet untuk kuartal kedua tahun 2014. Dalam laporan ini, mereka mencantumkan kecepatan internet negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Akamai melaporkan, Internet di Indonesia memiliki kecepatan unduh sebesar 2,5 Mbps, meningkat 5,1 persen dari angka 2,4 Mbps pada kuartal sebelumnya.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan enam bulan sebelumnya yakni kuartal IV 2013 yang menunjukkan rata-rata kecepatan internet di Indonesia terpantau hanya 1,6 Mbps. 2015: 3,0Mbps
Akamai juga merilis kecepatan internet dunia pada kuartal III tahun 2015. Dalam laporan tersebut, kecepatan internet di Indonesia tercatat sebesar 3,0 Mbps.
Jumlah tersebut meningkat 500 Mbps dari kecepatan Internet pada kuartal II 2014 yang tercatat di atas 2,5 Mbps. Dibandingkan triwulan sebelumnya yakni triwulan II tahun 2015, kecepatan internet di Indonesia meningkat sebesar 24 persen. 2016: 5,9Mbps
Pada kuartal kedua tahun 2016, Akamai mencatat kecepatan Internet di Indonesia sekitar 5,9 Mbps, hampir dua kali lipat dibandingkan kuartal ketiga tahun 2015.
Jumlah tersebut meningkat sebesar 29 persen dari kecepatan Internet pada kuartal pertama tahun 2016, dan meningkat sebesar 148 persen dari kecepatan Internet di Indonesia pada kuartal yang sama tahun lalu. 2017: 7,2Mbps
Pada kuartal pertama tahun 2017, Akamai mengumumkan bahwa kecepatan Internet di Indonesia mencapai sekitar 7,2 Mbps.
Angka ini 6,7 persen lebih cepat dibandingkan kuartal sebelumnya, dan 59 persen lebih cepat dibandingkan kecepatan internet pada waktu yang sama tahun lalu.
Artikel Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>