Artikel Puan Maharani: DPR Apresiasi Pilkada 2024 Berjalan Baik dan Tertib pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal itu disampaikannya dalam pidatonya pada rapat paripurna penutup Sidang I DPRK Tahun 2024-2025, Jakarta, DPRK, Senayan, Kamis (5/12/2024).
“Kita masih ada Pilkada atau Pilkada pada 27 November 2024,” kata Puan.
Baca Juga: Kecewa, Ini Pernyataan Lengkap Megawati Soal Pemilu Serentak 2024.
“DPR RI memberikan penghargaan kepada seluruh penyelenggara dari awal KPU, Bawaslu RI yang telah menyelenggarakan Pilkada Serentak Tahun 2024 bagi pejabat tingkat provinsi, pendaftaran, dan kota. Terselenggara dengan baik, lancar dan tertib,” katanya. PDI-P bersifat politis.
Secara umum, Puan menjelaskan, tidak ada perpecahan masyarakat di bawah Partai Demokrat.
Puan menilai, situasi ini menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi.
“Selanjutnya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menyempurnakan pemilu yang memberikan kedaulatan kepada rakyat,” ujarnya.
Baca Juga: Megawati Tekankan Kurangnya Netralitas pada Pemilu 2024 dan Politisasi Bansos
Puan menjelaskan DPR RI berkomitmen memperbaiki sistem pemilu di Tanah Air.
Upaya tersebut harus dilakukan untuk lebih menjamin hak pilih masyarakat dalam sistem demokrasi di Indonesia.
“Kita harus menyelenggarakan pemilu yang benar-benar bebas, jujur, adil dan rahasia sehingga rakyat bisa leluasa menjalankan kedaulatannya,” ujarnya.
Sikap Puan ini serupa dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menilai penyelenggaraan pemilu penuh dengan kecurangan.
Baca Juga: Megawati sekaligus ingatkan jangan gunakan pemilu sebagai alat kekuasaan.
Megawati, presiden ke-5 Sunda, mengungkapkan kedaulatan rakyat ada di tangan pemerintah.
Ia juga didakwa melakukan penggunaan kekerasan massal dalam pelaksanaan Pilka di Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.
“Pasukan ini bisa menggunakan sumber daya dan peralatan yang dimiliki negara,” kata Megawati. Dengarkan pilihan berita dan pembaruan di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Puan Maharani: DPR Apresiasi Pilkada 2024 Berjalan Baik dan Tertib pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel BPKP Sebut Baru 9 Persen Pemda Konsisten Terapkan Mekanisme Antikecurangan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Bayangkan, hanya 9 persen. Jadi 90 persen masih belum cukup, kata Yusuf pada Musyawarah Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2024 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024). .
Ia menambahkan, masih banyak komponen pengendalian kecurangan yang belum diterapkan dengan baik.
Menurutnya, kondisi itu tidak berubah meski sudah bertahun-tahun diingatkan.
Yusuf juga menyoroti beberapa cara penipuan yang umum. Dia mencontohkan manipulasi perencanaan dan penganggaran.
Baca juga: BPKP Ungkap Sebagian Besar Pemda Masih Tak Kompeten Kelola Anggaran
“Kita masih melihat adanya manipulasi perencanaan dan penganggaran, pemotongan anggaran di sana-sini,” kata Yusuf.
Selain itu, ia juga terlibat dalam cara lain seperti suap, gratifikasi, nepotisme dalam perizinan, dan suap dalam pembelian barang dan jasa.
Menurut Yusuf, praktik penipuan ini terus berulang tanpa perubahan berarti bahkan selama 2 dekade terakhir.
Bahkan Yusuf merasa bosan mengulang-ulang pesan yang sama setiap tahunnya, seolah masalah ini sulit diselesaikan.
“Caranya sama, 10-20 tahun lalu sama seperti sekarang,” kata Yusuf.
Baca juga: Pemda ‘paksa’ perbaiki APBD, BPKP: Jaksa Agung marah besar
Selain mengatasi permasalahan penipuan, Yusuf memberikan solusi bagi pemerintah daerah yang ingin meningkatkan pengendalian penipuan.
BPKP, kata Yusuf, siap memberikan bantuan, termasuk dalam penyempurnaan perencanaan dan penganggaran.
Menurut Yusuf, komitmen kepala daerah menjadi kunci terpenting dalam upaya tersebut.
“Kami siap membimbing siapa pun yang berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan anggaran,” kata Yusuf.
Ia juga mengingatkan kepala daerah agar tidak menjadikan wawasan politik sebagai alasan untuk melakukan tindakan curang.
Baca Juga: Siap Bantu Pemda Perbaiki Perencanaan Anggaran, BPKP: Jangan Sampai Ketahuan Kejaksaan
Kebijaksanaan seringkali dijadikan alasan untuk menghindari tanggung jawab, sehingga pengendalian internal menjadi tidak efektif.
Ia juga meminta para kepala daerah tidak mengulangi pola lama dalam praktik penganggaran yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Selain itu, Yusuf mengajak para kepala daerah mengambil langkah nyata untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan kecurangan di lingkungan pemerintahannya.
Ia menegaskan, BPKP siap mendampingi upaya Pemerintah Daerah membangun pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel, sehingga kemungkinan kebocoran anggaran bisa diminimalisir. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel BPKP Sebut Baru 9 Persen Pemda Konsisten Terapkan Mekanisme Antikecurangan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>