Artikel Susul AS, Inggris Jalin Kontak Diplomatik dengan HTS Pemberontak Suriah pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) menghubungi kelompok penggulingan rezim Bashar Al Assad.
“(Mereka) adalah organisasi teroris terlarang, namun kami dapat menghubungi mereka secara diplomatis dan kami memang menghubungi mereka secara diplomatis, seperti yang Anda duga,” kata Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy seperti dikutip kantor berita AFP.
Baca selengkapnya: Hubungan AS dengan kelompok HTS yang menguasai Suriah
“Kami ingin melihat pemerintahan yang representatif, pemerintahan yang bersatu. Kami ingin senjata kimia diamankan, dan tidak digunakan, dan kami ingin memastikan tidak ada kekerasan yang berkelanjutan,” tambahnya.
“Jadi, dengan alasan apa pun, dengan menggunakan semua saluran yang kami miliki, yaitu saluran diplomatik dan tentu saja saluran intelijen, kami mencoba menghubungi HTS di mana pun kami perlu.” Amerika menghubungi HTS
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah melakukan kontak langsung dengan HTS, terutama terkait nasib jurnalis Amerika yang hilang, Austin Tice.
Ia juga berpidato di Yordania setelah melakukan negosiasi dengan perwakilan banyak negara Arab, Turki dan Eropa guna Membahas masa depan Suriah.
Baca selengkapnya: Israel tembakkan 61 rudal ke Suriah, HTS abaikan konflik Warga Suriah kini sadar akan kebrutalan rezim Assad
Menurut berita BBC pada 15/12/2024, para pejabat sepakat untuk mendukung proses transisi damai di Suriah.
Menteri Luar Negeri Yordania mengatakan bahwa kekuatan regional tidak ingin melihat Suriah terjerumus ke dalam kekacauan.
Pernyataan bersama tersebut mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pemerintah Suriah untuk bersatu dalam menghormati hak-hak kelompok minoritas dan tidak mengusulkan kubu kelompok teroris.
Diskusi di dalam dan di luar Suriah pasca peristiwa sepekan terakhir membahas pentingnya pembentukan pemerintahan baru yang mewakili seluruh warga Suriah.
Namun HTS tidak hadir dalam pertemuan di Yordania tersebut.
Baca selengkapnya: AS memulai kontak langsung dengan HTS, Suriah mengarahkan transisi politik Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Susul AS, Inggris Jalin Kontak Diplomatik dengan HTS Pemberontak Suriah pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Pemimpin Pemberontak Suriah, Ahmed al-Sharaa: Kami Bukan Ancaman bagi Dunia pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dalam sebuah wawancara dengan BBC di ibu kota Suriah, Damaskus, ia memerintahkan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Suriah.
“Sekarang, setelah semua yang terjadi, sanksi harus dicabut karena menyasar rezim lama. Korban dan penindas tidak boleh diperlakukan sama,” katanya seperti dikutip BBC.
Baca Juga: PBB Peringatkan Perang Suriah Belum Berakhir Pasca Jatuhnya Assad, Ini Alasannya
Shara memimpin serangan kilat yang menggulingkan rezim Bashar al-Assad dua minggu lalu. Serangan itu dilakukan oleh koalisi pemberontak. Dia adalah pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), kelompok dominan dalam koalisi pemberontak. Shara sebelumnya dikenal dengan nama samaran Abu Muhammad al-Jolani.
Ia mengatakan HDSI harus dikeluarkan dari daftar organisasi teroris. Kelompok ini telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Turki, dan banyak negara lainnya karena kelompok tersebut berasal dari cabang al-Qaeda yang kemudian memisahkan diri. . . 1998. Pada tahun 2016.
Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini berusaha menjadikan citranya lebih moderat.
Shara mengatakan HDS bukanlah kelompok teroris. Ia menyatakan, kelompoknya tidak menyasar warga sipil atau wilayah sipil. Faktanya mereka melihat diri mereka sebagai korban kejahatan rezim Assad.
Dia membantah ingin mengubah Suriah menjadi Afghanistan. Shara mengatakan, kedua negara itu berbeda dan mempunyai tradisi yang berbeda. Afghanistan adalah masyarakat kesukuan. Dia mengatakan masyarakat Suriah memiliki mentalitas yang berbeda.
Ia mengaku percaya akan pentingnya pendidikan bagi perempuan.
“Kami telah memiliki universitas di Idlib selama lebih dari delapan tahun,” kata Shara. Yang dia maksud adalah sebuah provinsi di barat laut Suriah yang berada di bawah kendali kelompok tersebut sejak tahun 2011.
“Saya kira persentase perempuan di universitas di atas 60 persen,” lanjutnya.
Ketika ditanya oleh BBC apakah meminum alkohol diperbolehkan, Shara berkata: “Saya tidak mempunyai kebebasan untuk membicarakan banyak hal karena itu adalah masalah hukum.”
Artikel Pemimpin Pemberontak Suriah, Ahmed al-Sharaa: Kami Bukan Ancaman bagi Dunia pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>