Artikel Generasi Muda Pembaca Kompas.com Dukung Langkah KKP Usut Kasus Pagar Laut pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal ini dinyatakan dari studi CART, selama 17.194 persen dari 1.194 persen dari 1.194 persen dari 1.194
Bungkus spesialis dan ikan di depan umum, terutama generasi, untuk mencoba KKP.
“Kami menghargai dukungan publik, terutama generasi, yang menunjukkan kepercayaan pada hari Minggu (1/26/25).
Baca Selengkapnya: Tab Tabfud di Yayasan: Ada Korupsi
“KKP telah berkomitmen untuk melakukan pekerjaan ini dengan hati -hati, keduanya tergantung pada kondisi hukum.
Keledai menjelaskan bahwa fasilitator dilakukan dengan bersama dengan unit, termasuk teknis dan komunitas.
“Kami memahami bahwa leher terlibat dalam banyak bagian, komunitas, negara, dan bisnis,”
Anda menambahkan, “
Menurut Computer Survey.com, banyak responden datang dari awal negara, dan 18-44 tahun.
Baca: Mahfud: Mahfud: Mahfud – Mahfud
Responden 18-24-PAP mendukung 52 persen dari 25-3 tahun (50%), pada 35-44.44445 tahun).
Sementara itu, responden 55-64 memiliki persentase dari persentase yang diberikan dari respons yang tidak diketahui, yang masih memiliki jumlah kali yang disepakati untuk level KKP.
Studi ini menghadiri pembaca dari 37, 12), Java Canananth (9 persen), dan kiri (9 persen). Periksa berita dan cerita dan cerita langsung di ponsel Anda. Pilih akses ke kompas.com whatsapp: https://www.whatt.com/00292vowbdbdbarp. Pastikan Anda menginstal program WhatsApp.
Artikel Generasi Muda Pembaca Kompas.com Dukung Langkah KKP Usut Kasus Pagar Laut pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Bakamla Sebut Pagar Laut Urusan Mudah: Robohkan, Cari Orangnya, Selesai pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Irvansya menjelaskan bahwa masalah pagar harus dengan mudah diselesaikan dengan membongkar dan mencari bagian -bagian yang memasangnya.
“Hanya pagar, menjatuhkannya, mencari orang itu, yang akan dilakukan, kan?”
Menurut Irvansyah, hanya Kementerian Maritim (KKP) yang dapat menyelesaikan masalah ini tanpa partisipasi kementerian dan lembaga lainnya.
Baca juga: pagar maritim sedang dibangun di tangorang, ada orang yang berpendapat bahwa tujuannya adalah untuk menghindari erosi.
“Saya pikir itu hanya bisa dilakukan dengan KKP. Itu bisa dilakukan. Tidak terlalu sulit, tidak perlu sibuk (untuk melakukannya),” katanya.
Irvansyah menambahkan bahwa Bakamla Ri tidak memiliki wewenang hukum untuk membantu KKP memecahkan masalah pagar maritim.
“Bukannya kita tidak boleh mengambil langkah -langkah atau semacamnya, tetapi itu membatalkan otoritas pelayanan dan lembaga lain. Ada orang -orang yang memiliki lebih banyak kekuatan dan hukum untuk menegakkannya,” katanya.
Sebelumnya, Departemen Urusan Maritim dan Perikanan (KKP) dari Indonesia menutup pagar bambu di perairan Tangerang Recony, Banten Kamis lalu (1/9/2025) di 16.30 WIB.
Baca juga: Apakah pagar bambu misterius di Laut Tangerang akan menggagalkan proyek Tembok Laut raksasa?
Suharyanto, direktur perencanaan ruang maritim dari Kementerian Urusan Maritim dan Pesca dari Indonesia, mengatakan bahwa penyegelan pagar dilakukan karena ia menyakiti nelayan dan dilakukan tanpa izin.
Setelah menyegel, KKP akan melanjutkan pengawasan yang dilakukan oleh Direktorat Sumber Daya Laut.
“Tentu saja itu akan tetap diawasi. Pekerjaan akan dilakukan secara langsung oleh Direktorat Pengawasan Sumber Daya Laut,” katanya. Dengarkan berita terbaru dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran whatsapp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbedbpzjzrk13ho3d. Pastikan aplikasi WhatsApp diinstal.
Artikel Bakamla Sebut Pagar Laut Urusan Mudah: Robohkan, Cari Orangnya, Selesai pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Komisi IV DPR RI Segera Panggil KKP, Bahas Pagar Laut di Tangerang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Komisi IV DRP RIA juga akan melakukan kunjungan kerja khusus (kunspec) untuk bertemu dengan nelayan setempat dan fokus pada terumbu karang.
“Segera kami akan meninjau lokasi untuk lebih dekat dan mendengarkan warga sekitar, kemudian kami akan segera melakukan pertemuan dengan pihak terkait untuk mengambil tindakan yang tepat,” kata KKP. Pada Rabu (16/12/2024), Rajiv, Anggota Komisi IV DPR RI membenarkan.
Rajeev mengatakan, Komisi IV DRP sudah melakukan pembahasan internal dan KKP akan dipanggil setelah DRP RI membuka sidang dalam waktu dekat.
Baca Juga: Misteri Tanggul Laut di Tangerang: Gambaran Ketidakjujuran di Negeri Ini?
Anggota DRP dari kelompok Nasdaq pun mendukung upaya KKP menutup tembok laut sebagai langkah cepat agar warga tidak semakin menderita.
Ia juga berpendapat, KKP memiliki mekanisme dan aturan untuk mendobrak penghalang misterius tersebut.
Rajeev mengatakan, “Terkait pelanggaran tembok laut, saya yakin KKP sudah memiliki mekanisme sesuai ketentuan hukum yang berlaku.”
Diketahui, kehadiran bulu babi misterius di perairan Tangerong sempat menyita perhatian publik pada awal tahun ini setelah viral di media sosial. Sebab, kehadiran pagar ini sangat berdampak pada masyarakat pesisir
Data Dinas Kelautan dan Perikanan Banten mencatat, sekitar 3.888 nelayan dan 502 petani terkena dampak langsung, sehingga menyisakan 21.950 orang yang terdampak secara finansial.
Selain itu, pagar ini dinilai merusak ekosistem laut di kawasan tersebut.
Baca juga: DPR Cari Tim Penanggung Jawab Tanggul Laut di Tangerang dan Bekasi
KKP menyebut belum ada yang mengklaim kepemilikan tanggul laut tersebut. Penelitian mengenai asal usul dan tujuan tanggul laut ini juga terus dilakukan.
Kita belum tahu pagar itu untuk apa, jadi kita hanya berspekulasi. Yang beredar sekarang hanya di media,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Donny Ismanto. di Jakarta, Selasa (14/1/2025).
Tanggul laut yang terbuat dari bahan bambu setinggi enam meter, anyaman bambu, paranet, dan pemberat karung pasir ini dibangun sejak Juli 2024.
Berdasarkan penelusuran, KKP menutup tanggul laut sejak 9 Januari 2025 atas perintah Presiden Pravo Subianto.
Pemilik diberi waktu maksimal 20 hari untuk membongkar pagar tersebut. Jika tidak, KKP berencana membongkar paksa pagar tersebut.
Baca juga: Tak Ada Tindakan Pemilik dalam 20 Hari, KKP Akan Bongkar Pagar Laut di Tangerang. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Komisi IV DPR RI Segera Panggil KKP, Bahas Pagar Laut di Tangerang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta menjelaskan layanan pengaduan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, memfasilitasi penyelesaian masalah dan memberikan solusi yang lebih terstruktur dan tepat sasaran.
“Pengabdian ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan pendidikan kelautan dan perikanan yang lebih berkualitas,” ujarnya dalam siaran pers yang diperoleh Kompas.com, Rabu (12/11/2024).
Baca juga: Optimalkan keselamatan dan pelayanan jelang Natal, KAI lakukan inspeksi kereta api
Nioman menjelaskan, layanan pengaduan online ini dirancang untuk menjadi saluran komunikasi yang efektif antara orang tua siswa yang tergabung dalam Forum Orang Tua Kadet (Fortuna) dan satuan pendidikan.
Selain itu, layanan ini juga menjadi saluran pengaduan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem pendidikan kelautan dan perikanan.
“Melalui fasilitas tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas,” tambah Nioman.
Baca juga: Polda Jateng Minta Transparansi Proses Hukum Penembakan Polisi terhadap Siswa SMK
Langkah tersebut, kata dia, juga sejalan dengan pandangan BPPSDM KP untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia.
Layanan Pengaduan Online dapat diakses 24 jam melalui WhatsApp di 0821-1814-0960. Layanan ini menerima laporan, saran dan masukan terkait penyelenggaraan pendidikan, dengan harapan setiap pertanyaan atau keluhan dapat dijawab dengan cepat dan profesional.
Inisiatif ini juga mendukung komitmen BPPSDM KP terhadap penyelenggaraan Ocean Institute of Indonesia (OII) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperluas akses pendidikan bagi peserta didik dan mengelola lembaga pendidikan secara lebih efisien.
Baca juga: Minim Jumlah Siswa dan Kedekatan, 4 SD di Cianjur digabung
Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan membawahi 7.506 peserta didik aktif pada seluruh satuan pendidikan kelautan dan perikanan, yang terdiri dari 6.715 taruna dan taruna pada satuan pendidikan tinggi dan 791 peserta didik pada satuan pendidikan menengah.
Satuan pendidikan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, antara lain sebelas Satuan Pendidikan Tinggi (TTU) KP yang terdiri dari 16 kampus, antara lain Politeknik Ahli Perikanan (AUP) di Jakarta, Aceh, Maluku, Pariaman, Lampung, Tegal, serta Kelautan. Politeknik dan Perikanan (Politeknik KP) di Sidoarjo, Bitung, Sorong, Bone, Karawang, Kupang, Pangandaran, Dumai, Jembrana dan Akademi Masyarakat Kelautan dan Perikanan Wakatobi.
Kemudian lima Satuan Pendidikan Menengah (SPM) seperti Sekolah Menengah Bisnis Perikanan (SUPM) di Ladong, Tegal, Pariaman, Kota Agung dan Waiheru.
Baca juga: Hasil Pilkada Tegal 2024: Paslon Ayshak-Holid Unggul Lawannya, Berapa Persen Suaranya? Dukungan dari Menteri KP
Sementara itu, Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Bidang Humas dan Komunikasi Publik Doni Ismanto menambahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sangat mendukung dibukanya layanan ini. online untuk pengaduan.
Langkah ini, kata dia, juga merupakan bagian dari upaya mendukung program ekonomi biru dengan mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kelautan dan perikanan.
Menteri KP Sakthi Wahyu Trenggono selalu menekankan, jika layanan pendidikan berjalan efisien dan transparan, maka peserta didik juga dapat belajar lebih fokus dan berkualitas, kata Dhoni.
Baca juga: Diskon Tarif Pengurangan KAI untuk Akademisi Tak Muncul, Apa Solusinya?
Layanan pengaduan online ini menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika untuk terus bertindak secara bertanggung jawab.
Selain itu, juga menunjukkan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan pendidikan kelautan dan perikanan terus berkembang hingga bertaraf internasional.
Sebelumnya, Menteri KP Sakthi Wahyu Trenggono juga mengatakan peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu tujuan utama Kementerian KP.
Baca juga: Sebagai Staf Khusus Gibran, Suwardi diminta membantu di bidang pemerintahan dan pendidikan
Melalui pendidikan dan pendidikan tinggi berbasis teknologi, Kementerian Kelautan dan Perikanan bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda profesional kelautan dan perikanan yang tangguh, mampu dan siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Pasir Laut di Perairan Batam Dicuri, KKP Akan Perketat Pengawasan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Juru Bicara KKP Wahyu Muryadi mengatakan kepada Kompas.com, Selasa (15/10/2024) “Kami akan lebih memperhatikan pemantauan perairan yang diduga menjadi jalur pelayaran kapal keruk.
Wahyu mengatakan, jalur pelayaran yang akan diperketat terutama di sekitar perairan Batam, Karimun, Natuna, dan titik perbatasan lainnya yang sering dilalui aktivitas ilegal.
“Cara kerja mereka adalah dengan mencapai perbatasan dan meluncurkan tornado raksasa untuk menyedot pasir dari tanah kami,” katanya.
Baca Juga: KKP Jadikan Pilot Project Pantai Demak untuk Pengelolaan Sedimen Laut
Wahyu menegaskan, penyelidikan tersebut memerlukan koordinasi dan sinergi dengan lembaga lain yang menjaga kedaulatan maritim, seperti TNI Angkatan Laut, Badan Keamanan Laut (Bakamla), Polairud, Badan Intelijen Negara (BIN) serta kelompok masyarakat setempat.
Sebelumnya, KKP telah menyita dua kapal keruk asing, MV YC 6 dan MV ZS 9, setelah beberapa kali mencuri pasir laut di perairan Indonesia.
Pada 9 Oktober 2024, KP Orca 3 sedang dalam perjalanan menuju Pulau Nipah untuk mengawal petugas KKP saat kedua kapal tersebut kedapatan melakukan aktivitas ilegal.
“Kedua kapal itu tertangkap secara tidak sengaja. Saat dalam perjalanan menuju Pulau Nipa, sekelompok petugas KKP melihat aktivitas mencurigakan dan memutuskan untuk datang dan menyelidiki. Diketahui MV YC 6 dan MV ZS 9 melakukan penambangan pasir laut ilegal di wilayah kami, kata Wahyu.
Baca juga: Kapal Singapura Curi Pasir Laut, Indonesia Rugi Hampir Rp 1 Triliun
Kapal MV YC 6 berkekuatan 8.012 gross ton (GT) dan MV ZS 9 berkekuatan 8.559 GT sering digunakan untuk mendukung proyek konstruksi reklamasi di luar negeri. Kedua kapal tersebut saat ini ditahan di Indonesia dan sedang menjalani proses hukum.
KKP menegaskan, Indonesia akan memperkuat pemeriksaan dan penegakan hukum untuk melindungi sumber daya alam laut dari aktivitas ilegal yang dapat merusak ekosistem dan lingkungan laut, khususnya penambangan pasir laut. Dengarkan berita terkini dan berita kami pilih langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Pasir Laut di Perairan Batam Dicuri, KKP Akan Perketat Pengawasan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel SP NEWS GLOBAL Sakti Wahyu Trenggono Diminta Kembali Masuk Kabinet Prabowo pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Trenggono mengaku siap kembali menjabat menteri meski tak membeberkan posisi apa yang akan disandangnya.
“Ya, saya diminta membantu dia (Prabava Subiant) di kabinet berikutnya. Jadi, saya pada dasarnya siap membantunya memajukan bangsa dan negara,” kata Trengona usai menemui Prabaw di kediaman Prabaw di Jalan Kertanegara, Senin. (14/14). 10/2024).
Trenggono belum memastikan apakah dirinya akan kembali memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan atau tidak.
Baca juga: Bocoran Daftar 46 Nama Kementerian di Kantor Prabov
Menurut Trenggono, pertanyaan mengenai jabatan yang akan dijabatnya sebaiknya dijawab langsung oleh Prabowo.
Ia juga tak menjawab apakah topik pertemuannya dengan Probav adalah pembahasan persoalan kelautan dan perikanan.
“Pembahasan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa bagus, dan perekonomian kita bisa lebih baik,” ujarnya.
Pada hari Senin, “Probova” memanggil beberapa orang yang diperkirakan akan menjadi menteri kabinet pemerintah untuk lima tahun ke depan.
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan sosok tersebut disebut sebagai calon menteri di pemerintahan Prabowo.
Baca Juga: Gibran Bocorkan Informasi Kabinet Prabov Saat Pertemuan dengan Djokovic di Solo
Dasko mengatakan, para tokoh tersebut telah menandatangani kesediaannya untuk membantu Prabowo di pemerintahan berikutnya.
Ya, rencananya kami akan mengundang calon menteri yang kemarin menandatangani kesediaan membantu, kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.
Dasco mengatakan, nomor-nomor tersebut dipanggil ke kediaman Probov untuk merampungkan susunan kabinet pemerintahan Probov.
Yang dipanggil nanti ketemu sama Pak Prabowo, jadi finalisasinya setelah pertemuan itu, kira-kira begitu, kata Wakil Ketua DPR RI.
Sebelumnya beredar surat yang menyebutkan akan ada 13 komisi yang dibentuk RPA RI bersama kementerian dan lembaga yang akan menjadi mitra masing-masing komisi.
Surat tersebut merupakan bocoran informasi bahwa kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan memiliki 46 kementerian, lebih banyak 12 kementerian dibandingkan era Presiden Joko Widodo.
Jika digabungkan dengan instansi pemerintah lainnya, menurut dokumen tersebut, terdapat 123 kementerian/lembaga pada era Probov-Gibran. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel SP NEWS GLOBAL Sakti Wahyu Trenggono Diminta Kembali Masuk Kabinet Prabowo pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>