Artikel Presiden Tak Diundang di HUT Ke-52 PDI-P, Djarot: Diundang Saat Kongres Partai pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ketua PDI-P DPP Djarot Safuyat mengatakan Pabowo akan diundang sebelum agenda Kongres PDI-P.
“Karena Pabowo, menyiapkan Tuhan, kami hanya akan mengundang Anda ke konferensi hiburan,” kata Djarot, pada konferensi pers di kantor PDI-PP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Tengah, Kamis (21.1.2025).
Girot mengatakan, alasan mengapa PDI-P Prabowo tidak menelepon karena peringatan partai akan dengan mudah disimpan.
Baca I: Effendi Symolone Meets oleh Jokowi, PDI-P: Evene Party Frain
Selain Prabowo, PDI-P memastikan bahwa ia tidak mengundang perwakilan pemerintah lainnya.
“Sedangkan untuk panggilan itu, Partai Yobel adalah karena acara sederhana kami tidak mengundang perwakilan pemerintah,” katanya.
Di sisi lain, mantan Gubernur DKI Jakart dianggap sebagai dienog PDI-P Jubilee sebagai acara internal partai.
Jadi saat itu akan digunakan sebagai bentuk pemikiran partai.
“Karena acara Jubilee adalah pesta untuk partai internal kami, seperti media kami untuk melakukan introspeksi dan supermarket dan merancang berbagai jenis kegiatan yang secara langsung mempengaruhi orang, jadi itu hanya dilakukan di sekolah partai,” jelas.
Djarot mengatakan bahwa PDI-P Jubilee akan dilakukan, hanya karena kondisi ekonomi bangsa tidak baik.
Djarot tidak ingin menyelesaikan PDI-P di pesta mewah.
BACA I: KPK BACK REFERENSI HASTO PDI-P Minggu depan
“Jika kita dihadapkan pada hari libur umum yang mewah, mereka akan melukai orang. Jadi itu penuh kesederhanaan, tetapi bermanfaat dan ideologis dan segera mengikuti gerakan kita untuk jatuh tepat dengan orang -orang,” pungkasnya.
Ingatlah bahwa PDI-P merayakan ulang tahunnya yang berusia 52 tahun besok di pesta di sekolah, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Sementara itu, topik 52. Peringatan PDI-P ‘Satyam Eva Jayate’ dengan sub-tema ‘API Sternon dan tidak pernah keluar’. Lihat berita dan berita terbaru tentang pilihan kami secara langsung di ponsel Anda. Pilih kolom akses utama Anda di compass.com whatsapp -canaal: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbedbpzjzrk13ho3d. Pastikan untuk menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Presiden Tak Diundang di HUT Ke-52 PDI-P, Djarot: Diundang Saat Kongres Partai pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel “Bener Nanging Ora Pener” pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Para pemimpin dapat memamerkan semua kemewahan yang mereka mampu. Namun, tidak pantas bagi para pemimpin tersebut dan keluarganya untuk tidak mengurusi kemewahan jika masyarakat yang mereka pimpin masih berjuang dengan berbagai tantangan kemiskinan, pengangguran, dan perekonomian informal.
Dalam bahasa Jawa kira-kira setara dengan ‘bener nagu ora pener’. Hanya karena sesuatu diperbolehkan bukan berarti hal itu pantas atau perlu dilakukan. Moralitas
Belum lama ini, publik Indonesia tengah digila-gilai dengan kemewahan yang ditampilkan keluarga putra bungsu Presiden Joko Widodo itu.
Putranya Kesang Pangarep dan istrinya menikmati ‘makanan nyaman’ di pesawat jet pribadi, berkat unggahan media sosial Instagram.
Memang sangat sulit bagi tokoh masyarakat dan keluarganya untuk membuat aturan hukum mengenai kepatutan dan moralitas kepemilikan. Aturan hukum dapat mengatur hal-hal yang secara umum dapat dihitung.
Misalnya batasan besaran kepuasan, jenisnya, tata cara pelaporan, menurut UU 20/2001.
Oleh karena itu, pemimpin dan keluarganya perlu menetapkan standar moralnya sendiri. Jika tingkat konformitasnya tinggi, mereka bisa memberi contoh seperti hidup sederhana, namun tegas dalam mengambil keputusan dan menaati hukum.
Jelas tidak ada aturan hukum yang dilanggar saat jet pribadi Kesang dilepas. Ia bukan pegawai negeri, pemimpin daerah, atau lembaga negara.
Namun berbagai kritik pun dilontarkan dengan mengatakan bahwa “kemewahan” jet pribadi tidak pantas. Hal ini “hampir tidak dapat ditembus” di atas.
Kesang bukan PNS, dia anak presiden. Padahal, Menteri Komunikasi dan Informatika seharusnya memberikan penjelasan.
Ia juga merupakan presiden partai politik koalisi pemerintahan saat ini. Secara politik, ia mempunyai kekuasaan atas banyak pegawai negeri dari partainya sendiri.
Selain itu, berbagai perjalanan dengan jet pribadi dan kue-kue mewah bertepatan dengan momen-momen kegelisahan masyarakat atas peraturan pemilu yang membingungkan di Mahkamah Konstitusi dan DPRK. Yang jelas, jumlahnya semakin meningkat dari hari ke hari.
Dalam era politik terbuka saat ini, skandal yang melibatkan tokoh masyarakat dapat dengan mudah meluas ke ranah publik. Jika bukan pemerintah, masyarakat sipil yang semakin cerdas bisa (dengan mudah) mengetahuinya.
Selama 10 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia telah mencapai kemajuan besar, terutama di bidang sumber daya manusia dan infrastruktur.
Artikel “Bener Nanging Ora Pener” pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>